Unik dan Modern, Cara Pendowoharjo Mengembangkan BUMDesa

Unik dan Modern, Cara Pendowoharjo Mengembangkan BUMDesa

BERDESA.COM – Salahsatu yang membuat warga kesulitan mengembangkan BUMDesa adalah karena sebagian warga desa belum yakin kekuatan lembaga ini. Maklum, BUMDesa masih termasuk wacana baru sehingga perkembangannya belum cukup signifikan. Karenanya, BUMDesa Pendowomulyo, Desa Pendowoharjo, Sewon, Bantul, menciptakan langkah unik untuk membangun kesadaran warga: melalui media cetak dan website.

Letak Pendowoharjo yang berada tepat di debelah kota Bantul dan dijaluri jalan tama Kota Bantul membuat Pendowoharjo termausk desa dengan jumlah penduduk yang padat. Secara umum pola kehidupan warganya juga sudah modern hingga pada pola mata pencaharian. Artinya, sebagian besar warga desa ini bekerja di kota yang dekat dengan desa mereka. Wacana ‘Membangun Desa’ sama sekali tak bergigi dihadapan keyakinan warga yang melihat bekerja di kota lebih meyakinkan ketimbang mengurus desa.

Situasi ini yang membuat BUMDesa Pendowomulyo harus berjuang keras membangun kesadaran baru pada pikiran warga mengenai strategisnya BUMDesa yang mereka miliki. Proses itu bukan perkara muda mengingat sudah tingginya mobilitas masyarakat dan gaya hidup perkotaan. Karenanya harus dilakukan dengan cara yang juga modern: melalui media dan website.

Direktur BUMDesa Pendowomulyo Sigit Nurcahyo menjelaskan, setelah beberapa saat berdiri dirinya dan anak-anak muda memilih menghidupkan bulletin desa yang selama ini sudah rutin terbit sebulan sekali.” Jika dulu hanya berupa selembar kertas folio dengan cetakan ala kadarnya, kini kami bikin jauh lebih artistik dengan kertas mengkilap sekualitas media umum,” katanya.

Isinya-pun bukan lagi hanya sekedar berita acara seremoni. Melainkan sudah mulai memasukkan gaya reportase media komersil yang sangat mengedepankan kualitas. “ Kami melakukan pendekatan dengan menciptakan kualitas konten yang lebih baik. Faktanya, dengan tampilan, kualitas cetakan dan konten lebih baik, sambutan warga desa langsung penuh semangat,” katanya.

Bulettin bernama Pembaharuan itupun kini menjadi sumber informasi beragam agenda yang dgelar desa sekaligus berfugsi sebagai tranfer nilai-nilai sosial bagi warga mengenai pentingnya membangun desa sesuai potensi yang mereka miliki. “ Ini tahap awal kami membangun kesadaran warga mengenai eksistensi desa. Faktanya, meski semua orang sudah menggenggam smartphone dan mengakses internet setiap hari, sebagian warga desa tidak mengenal potensi desanya. Di celah inilah kami masuk ke pikiran pembaca,” katanya.

Ke depan rencananya media berukuran setengah kuarto itubakal rutin terbit setiap bulan dengan oplah yang teru bakal ditambah. “ Kami sedang menyiapkan tim manajemen untuk menangani media ini sehingga nantinya bakal mengembang dan mampu menghidupi diri sebagai sebuah usaha profesional,” katanya.

Bukan hanya media cetak bahkan, Pendowomulyo juga sudah selesai merancang website nya bernaam www.pendowomulyo.com. Website ini bakal mengekspose beragam hal mengenai Desa Pendowoharjo mulai profil desa hingga berbagai informasi terbaru lainnya. “ Kami ingin warga desa menjadikan website ini sebagai rujukan mereka mengenai informasi desa. Kami sedang meulai menggarap berbagai konten untuk itu,” katanya.

Pilihan pembuatan media cetak sekaligus website ini dilakukan untuk menjawab dua pola yang berbeda pada setiap orang dalam mengakses informasi. Cetak diperuntukkan bagi mereka yang termasuk golongan sepuh yang tidak terbiasa memelototi smartphone sebagai sumber informasi. Sedangkan anak muda bakal dibiasakan dengan membaca di website mereka.

Sigit dan tim yang menyusun konten media itu sangat sadar tak mudah membangun website yang dimintai orang, apalagi warga desanya sendiri. Karenana disain web dan kualitas konten bakal menjadi daya tarik utama. “ Kami pingin membangun website yang mampu menyajikan info menarik bagi anak muda, termasuk info peluang usaha, bisnis rumahan dan sebagainya. “ Beberapa minggu ke depan, melalui website itu Pendowoharjo juga menjual berbagai produk desa unggulan Pendowoharjo seperti batik dan kerajian dari batok kelapa.

Pendowomulyo sendiri sudah memiliki beberapa agenda membangun usaha BUMDesa seperti pengelolaan sampah dan pembangunan toko milik warga. “ Prosesnya bertahap, warga harus paham lebih dahulu kalau mereka memiliki berbagai potensi yang bisa meraksasa jika dikembangkan,” ujar Sigit. (aryadji/berdesa)

Foto: www.suarasulteng.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*