UMKM Bisa Pakai Cara Ini untuk Melahirkan Produknya

UMKM Bisa Pakai Cara Ini untuk Melahirkan Produknya

BERDESA.COM – Pertanyaan yang paling banyak muncul pada benak pelaku UMKM ketika akan memulai usaha adalah, produk apa yang sebaiknya saya buat dan saya jual? Soalnya sudah ada begitu banyak produk di pasar, jadi bagaimana menciptakan produk yang bakal diserap pasar yang hiruk-pikuk itu?
Inilah beberapa langkah untuk menemukan jawaban itu:

Pertama, dengar kata hati Anda sendiri. Ada baiknya Anda menjalankan bisnis yang sesuai dengan keinginan hati (passion) Anda sendiri. Pun dalam hal menciptakan produk. Jika usaha dan produk Anda adalah apa yang Anda sukai maka sudah pasti Anda akan senang menjalani usaha itu. Rasa senang dan nyaman ini akan sangat menolong Anda untuk bisa menghasilkan produk yang baik dan berkualitas.

Anda juga akan dengan mudah menunjukkan pada konsumen betapa hebatnya Anda menguasai seluk-beluk pembuatan produk itu. Bahkan ketika suatu saat usaha Anda sedang loyo, kesenangan Anda bakal membuat Anda tidak gampang patah semangat. Tetapi usaha bukan hanya menuruti kesenangan saja, harus ada hitungan-hitungan yang jelas sehingga kegiatan itu memang benar-benar sebuah kegiatan usaha, bukan hanya menuruti kesenangan Anda.

Kedua, usaha yang prospeknya bagus adalah usaha yang bisa menjawab kebutuhan pasar. Pikirkanlah sebuah produk atau layanan yang bisa menjawab kebutuhan banyak orang. Misalnya UMKM yang bergerak pada bidang kuliner atau memproduksi makanan. Makanan adalah kebutuhan sehari-hari yang selalu dibutuhkan setiap orang, maka peluang usaha makanan jelas tidak akan pernah mati.

Jika Anda sudah menentukan memproduksi makanan atau usah akuliner yang akan Anda tekuni, pelajarilah jenis makanan apa yang belum banyak orang membuatnya untuk dibuat dan dijual. Atau carilah sebuah resep yang unik dan penuh cita rasa mengenai sebuah produk yang digemari banyak orang. Maka meski makanan itu banyak dibuat orang tetapi Anda punya keunggulan pada cita rasa.

Ketiga, pelajari lebih dahulu soal ketersediaan produk, bahan baku dan sumber daya dari produk yang Anda buat. Jangan sampai ketika pesanan atau permintaan pembeli meningkat tajam, Anda tidak bisa memenuhinya karena kehabisan bahan. Itu bakal memunculkan kesan negatif dari pasar dan mengikis kepercayaan pelanggan.

Keempat, carilah Informasi mengenai berbagai model bisnis. Model bisnis yang baik tidak bisa lahir begitu saja. Ada baiknya Anda mempelajari model bisnis perusahaan lain yang berjalan baik. Dari sana Anda bisa mendapatkan ide mengenai model bisnis apa yang sebaiknya Anda jalankan untuk usaha Anda.

Kelima, jangan gegabah dengan berpikir produk Anda pasti terjual. Sebaiknya Anda membuat sampel alias contoh produk untuk menjajal minat pasar pada produk Anda. Jika produk Anda banyak permintaan, maka Anda tinggal meningkatkan kapasitas produksi Anda. Jika ternyata minat pembeli kurang, jangan putus asa untuk menciptakan produk yang baru atau memperbaiki kualitas produk lawas agar produk Anda diterima pasar. Selamat mencoba!(aryadji/berdesa)

Foto: www.metrotevenews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*