UMKM dan Start Up, Apa Bedanya?

0
1181

BERDESA.COM – Selain Usaha Mikro Kecil dan Menengah, salahsatu yang menjadi topik dalam dunia usaha adalah Start Up. Kedua istilah ini seringkali berada dalam lingkup yang sama meski memiliki karakter yang jauh berbeda. Salahsatu perbedaan mencolok adalah, Start Up identik dengan anak muda, kenapa demikian, inilah penjelasannya.

Sebelum memahami perbedaan keduanya, mari kita telurusi lebih dahulu pengertian dua jenis usaha ini. Pertama adalah Usaha Mikro. Usaha Mikro adalah usaha atau bisnis produktif yang dimiliki secara perorangan atau badan usaha perorangan yang sudah memenuhi karakter usaha mikro yakni memiliki asset di luar tanah dan bangunan nilai maksimal Rp. 50 juta dan memiliki hasil penjualan total Rp. 300 juta per tahun.

Kedua, Usaha Kecil adalah usaha ekonomi yang berdiri sendiri. Dilakukan oleh perorangan atau dimiliki oleh badan usaha tapi bukan badan usaha yang dimiliki perusahaan besar atau anak perusahaa. Disebut Usaha Kecil jika memiliki kekayaan (asset) lebih dari Rp. 50 juta di luar tanah dan bangunan tempat usaha serta memiliki hasil penjualan sebesar Rp. 300 juta hingga Rp. 2,5 miliar per tahun.

Baca Juga  Cara Sederhana Mengembangkan Usaha Melalui Penjualan Online

Ketiga Usaha Menengah, yakni usaha produktif yang berdiri sendiri, dilakukan perseorangan atau badan usaha yang bukan dari anak cabang perusahaan. Total asset Usaha Menengah adalah antara Rp. 500 juta hingga Rp. 10 miliar di luar tanah dan bangunan. Sedangkan hasil penjualanya sudah mencapai Rp. 2,5 hingga Rp. 50 miliar per tahun.

Mengenai definisi Start Up, hingga saat ini sebenarnya belum ada pengertian yang fix. Hanya saja banyak ahli yang menyatakan bahwa Start Up adalah usaha yang secara keseluruhan aktivitas usahanya memanfaatkan teknologi terutama internet. Bahkan para konsumennya juga diharuskan menggunakan teknologi internet untuk menikmati layanan yang disediakan perusahaan start up ini. Jadi, start u digolongkan sebagai usaha produk maupun jasa yang berupa produk digital dan bukan produk nyata yang bisa digenggam dengan tangan dan dilakukan oleh perusahaan yang baru berdri dan membentuk pasarnya sendiri. Di Indonesia, Start Up yang sukses rata-rata adalah start Up yang bergerak pada bidang Marketplace (Pasar Online), e-Commerce, transoprtasi dan website online booking. Beberapa nama yang sukses seperti Go-Jek, Uber, Tokopedia, OLX dan sebagainya.

Baca Juga  Cara UMKM Keluar dari Krisis Keuangan

Pemanfaatan teknologi digital oleh perusahaan start up membuat perusahaan-perusahaan jenis ini biasanya digawangi anak-anak muda. Soalnya, teknologi digital berkembang pada decade terakhir sehingga golongan anak muda yang ‘kebagian’ jaman menguasai teknologi ini. Yang kedua, layanan berbasis digital juga lebih familiar dengan kalangan anak muda. Itulah yang membuat Start Up menjadi identik dengan anak muda.

Namun demikian, pertumbuhan start up di Indonesa masih disebut belum terlalu besar dibanding berbagai negara yang sekarang ini ‘menguasai bisnis jagat maya’ seperti Google, Facebook, What Ups dan sebagainya. Di sisi yang lain, UMKM terbukti lebih mampu meenjawab Kebutuhan warga terutama di kalangan pedesaan yang masih bisa dijalankan secara konvensional. Tapi yang pasti, UKM maupun Start Up adalah dua jenis usaha yang terus mengalami perkembangan dan terbukti mampu menopang dan menjawab kebutuhan ekonomi sebagian besar warga Indonesia. jangan lupa baca perbedaan UKM dan UMKM (berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here