Mencapai Rp 9 Milyar Cara BUMDesa Tirta Mandiri

0
992

BERDESA.COM- Namanya Desa Ponggok, inilah desa dengan karunia alam mengagumkan berupa air. Berderet mata air yang disebut umbul terdapat di tanah desa ini bernama Umbul Besuki, Umbul Sigedang, Umbul Ponggok, Umbul Kapilaler dan Umbul Cokro. Rombongan mata air inilah yang kemudian menyulap desa ini menjadi desa wisata kondang dengan kolam renang berair jernih, sehat dan alami.

Umbul Cokro dan Ponggok adalah dua mata air jernih alami dengan debit begitu besar sehingga menciptakan kolam raksasa. Uniknya, kolam renang di umbul ini tidak berlantai beton seperti umumnya kolam renang lain melainkan berlantai bebatuan alami menghiasi lantai kolam. Yang paling hebat, ribuan ikan bersliweran membuat mandi di kolam ini seperti berada di akuarium raksasa. Bedanya siapapun boleh mandi dan berenang bersama ikan-ikannya.

Kreativitas warga Desa Ponggok tak terhenti sampai disitu. Bagi Anda penggemar foto selfi, Anda bisa berpose di bawah air dengan beragam gaya mulai dari naik motor, bermain gitar hingga foto pre wedding bawah air yang bakal menjadi kenangan tidak terlupakan. Semua perlengkapan disediakan para pengelola, termasuk kamera yang bisa memotret di bawah air. Itulah keelokan Ponggok sehingga sering disebut sebagai ‘Bunaken van Klaten’.

Baca Juga  Pencitraan Sebagai Komponen Penting Pariwisata

Jangan salah beberapa tahun lalu tempat ini begitu sepi dan hanya dikunjungi orang setiap tahun sekali dalam tradisi padusan menjelang bulan Ramadhan. Air yang melimpah hanya digunakan untuk pengairan sawah-sawah di kampung sekitar umbul. Saat itu kondisi ekonomi warga desa masih jauh dari sejahtera.

Kepala desa Ponggok Junaedi Mulyono kepada sejumlah wartawan di Jakarta mengungkapkan, saat itu bahkan kas desa melompong karena tidak memiliki pendapatan. Lalu warga desa membentuk BUMDesa Tirta Mandiri dan bertekad membangun desanya menjadi mandiri ekonomi dengan umbul-umbul eksotik yang mereka miliki.

“ Kami lalu membangun sarana wisata, memoles kolam menjadi nyaman untuk mandi berbagai sarana lain. Dengan cepat Ponggok dikenal orang dan wisatawan terus meningkat jumlahnya dari hari ke hari,” ujar Junaedi di sela penganugerahan BUMDesa Ponggok sebagai BUMDesa kategori paling Trendi se-Indonesia. Ini adalah perhelatan yang digelar Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Beragam kerja kreatif Tirta Mandiri membuahkan hasil dengan cepat. Dari pendapatan sektor wisata air tahun 2016 ini BUMDesa Ponggok menargetkan target pendapatan: Rp. 9 Miliar. “ Kami optimis bisa dicapai hingga Desember 2016, soalnya Oktober saja kami sudah mengantungi pendapatan Rp. 8,2 miliar,” ujar Mulyono. Pendapatan desa nan fantastik itu tak hanya membuat wajah ekonomi desa ini menjadi jauh lebih sejahtera tetapi juga membuat desa ini diganjar penghargaan berkali-kali termasuk BUMDesa paling Trendi tahun ini.

Baca Juga  Surga Wisata Itu Bernama Sulawesi Tengah

Tidak hanya umbul ini yang ramai didatangi orang, desa ini juga banyak menawarkan kolam-kolam pemancingan dengan hidangan ikan segar hasil pancingan dari kolam-kolam berair jernih itu. Kolam pemancingan dan berbagai layanan untuk para wisatawan itu segera merubah wajah Ponggok menjadi jauh lebih sejahtera sekarang.

Air yang melimpah juga digunakan warga mengembangkan perikanan terutama ikan nila. Setidaknya terdapat lahan seluas 5 hektar dikembangkan warga sebagai sentra perikanan dengan hasil sedikitnya setengah ton perhari. Selain nila warga juga mengembangkan udang galah bahkan ikan koi. Belum lagi dari hasil pertanian yang melimpah karena karunia air di desa ini. Inilah desa yang membuktikan diri mampu mengelola potensi alam yang mereka miliki. Bagaimana dengan desa Anda? (aryadji)

Foto: www.jogjasewamobil.com

Baca juga: Cara BUMDesa Ponggok Mencapai Rp. 9 Milyar Income Desa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here