Tips Pengolahan Lahan

1
1526

Dalam budidaya pertanian, pengolahan lahan atau olah tanah menjadi hal pokok sebelum lahan tersebut ditanami tanaman. Maka dari itu, pengolahan lahan yang benar menjadi kuncinya. Hal mendasar yang perlu diperhatikan dalam pengolahan lahan, yaitu harus mengenali karakter atau jenis tanah terlebih dahulu. Sebab, setiap karakter atau jenis tanah menuntut perlakuan yang berbeda-beda.

Karakter atau jenis tanah ialah pertama, tanah liat. Jenis tanah ini banyak mengandung makanan tapi sayang tak bisa dimakan oleh tumbuhan. Jenis tanah tersebut kekurangan kadar oksigen (O2) karena itu perlu adanya perlakuan khusus untuk mengupayakan ketersedian kadar oksigen. Caranya ialah dengan memberikan pupuk kompos, pupuk kandang atau bahan organik lainnya sehingga tanah menjadi gembur.

Kedua, tanah berpasir. Jenis tanah ini sulit mengikat air, cepat kering dan merana. Perlu ada perlakuan khusus untuk mengatasi persoalan itu. Caranya ialah dengan memasukkan bahan-bahan organik seperti pupuk kompos, pupuk kandang, pupuk organik dari dedaunan yang mudah busuk ke dalam tanah berpasir. Selain itu, perlu adanya penambahan kotoran hewan, tanah dan air dengan perbandingan (1:1:1) yang sudah difermentasikan selama 3 minggu.

Baca Juga  Tips Murah Nikmati Keindahan Yogyakarta

Ketiga, tanah berkapur. Jenis tanah ini memiliki tingkat keasaman yang tinggi, cenderung mudah longsor, ketersediaan makanan mikronya sedikit (contohnya: zat besi, seng, tembaga). Untuk mengatasi persoalan ini bisa dilakukan dengan memberikan pupuk kompos dan dedaunan yang hijau. Lebih baik lagi jika dedaunan itu berasal dari jenis tanaman yang berbunga kupu-kupu seperti kacang-kacangan, johar, atau turi. Adapun cara menurunkan tingkat keasaman pada tanah adalah dengan memberikan pupuk yang mengandung belerang.

Keempat, tanah yang bersifat asam. Tanda-tanda tanah yang bersifat asam adalah jika di sawah airnya berwarna kuning berkarat. Sedangkan apabila di darat sering ditumbuhi alang-alang, haredong (dalam bahasa sunda)/sedudu. Jenis tanah bersifat asam tersebut memiliki kadar pH berkisar antara 3-5. Maka dari itu, perlu adanya penyesuaian kadar pH terlebih dahulu. Yakni dengan cara sebagai berikut ;

  1. Tanah dijemur, tanah dicangkul, dibajak. Tanah yang berupa bongkahan dibiarkan terjemur oleh sinar matahari selama 2 minggu.
  2. Tanah ditaburi arang sekam, selanjutnya dicangkul hingga arang sekam tersebut bercampur dengan tanah.
  3. Memperbaiki tata udara dalam tanah, yaitu tanah diolah kemudian dibuat parit-parit untuk menghindari genangan air dan pada tanah gambut dibuat memanjang dengan jarak 25 meter agar terjadi pencucian dan kandungan asamnya mengalir.
  4. Menambahkan pupuk organik dari kotoran hewan. Apabila pemberian pupuk tersebut dilakukan dalam skala besar atau banyak, maka secara bertahap pH tanah akan berangsur-angsur meningkat.
  5. Menaburkan kapur pertanian di atas tanah yang sudah dicangkul kemudian dicangkul lagi, lalu kapur pertanian diaduk dengan tanah. Apabila kapur pertanian sudah tercampur dengan tanah, maka tanah disiram dengan air atau bisa juga dengan mengandalkan air hujan. Selanjutnya biarkan selama 10-15 hari, kemudian lahan bisa ditanam.
Baca Juga  Tips Mengelola Keuangan Rumah Tangga

Untuk semua jenis tanah di atas, ketika pengolahan lahan dilakukan secara tepat maka lahan akan sehat, tanaman bisa tumbuh maksimal dan memperbesar tingkat keberhasilan panen. Selamat mencoba!

Baca juga : Jasa Distribusi Produk Pertanian Desa

Pasar Pertanian Desa

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here