Tips Memilih Pengelola BUM-Desa

Tips Memilih Pengelola BUM-Desa

Pengelolaan sumber daya manusia (SDM) merupakan hal penting yang harus dilakukan setiap perusahaan, termasuk Badan Usaha Milik Desa (BUM-Desa). Sebab, baik pengelola, manajemen maupun karyawan adalah motor penggerak kegiatan usaha yang harus bekerja secara profesional. Masalahnya, ketersediaan SDM di desa yang dibutuhkan untuk pembentukan dan pengembangan BUM Desa sangatlah terbatas. Bahkan, tidak hanya terbatas dari sisi kuantitas, akan tetapi juga terbatas dari sisi kualitas.

Dengan kondisi SDM terbatas, baik kuantitas maupun kualitas, harus dilakukan perekrutan SDM secara selektif dan profesional. Dalam pengelolaan BUM Desa, pengelola yang dibutuhkan adalah Ketua/Direktur BUM Desa dan Tim Pelaksana/Pengelola BUM Desa. Adapun yang dimaksud Ketua/Direktur BUM Desa adalah orang yang memegang peranan penting dalam perencanaan dan pelaksanaan BUM Desa. Ketua/Direktur BUM Desa bertugas menjelaskan kepada organisasi dan kepada pihak luar tentang visi, misi, program, dan operasional BUM Desa.

Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan Ketua/Direktur BUM Desa adalah sebagai berikut :

  1. Latar belakang dan pengalaman
  2. Kepemimpinan dan keahlian strategis
  3. Kemampuan teknis
  4. Kemampuan kehumasan (pengayom, pemberi informasi bagi pekerja, negosiator, mengatasi konflik, memecahkan masalah)
  5. Kemampuan manajerial

Sedangkan yang dimaksud dengan Tim Pelaksana/Pengelola BUM Desa adalah tim yang melaksanakan segala hal yang telah direncanakan dalam program usaha BUM Desa. Adapun kriteria umum yang digunakan untuk memilih anggota tim pelaksana atau pengelola BUM Desa adalah:

  1. Memiliki komitmen pada tujuan BUM Desa dan mampu menyelesaikannya.
  2. Kemampuan untuk berkomunikasi dan membagi tanggungjawab.
  3. Fleksibilitas, dapat berpindah dari satu kegiatan pekerjaan ke kegiatan pekerjaan lainnya, sesuai jadwal dan kebutuhan BUM Desa.
  4. Kemampuan teknis.
  5. Kemampuan untuk mengakui kesalahan dan memperbaikinya.
  6. Konsentrasi pada pekerjaan.
  7. Kemampuan untuk mengerti dan bekerja berdasarkan jadwal dan pengadaan sumber daya (mau kerja lembur jika dibutuhkan).
  8. Kemampuan untuk saling mempercayai, bukan seperti seorang pahlawan yang mampu bekerja sendiri.
  9. Seorang wirausaha, tetapi terbuka pada usulan dan gagasan.
  10. Kemampuan bekerja tanpa dan di luar struktur formal. Memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola usaha.
Sumber Bacaan:

Sukasmanto. 2014. Rancang Bangun Bisnis Dan Pengelolaan Bum Desa. Yogyakarta: Forum Pengembangan Pembaharuan Desa (FPPD).
Putra, Anom Surya. 2015. Badan Usaha Milik Desa: Spirit Usaha Kolektif Desa. Jakarta Pusat: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Baca juga : BUMDesa dan Pengurangan Angka Pengangguran
BUMDesa

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*