Tiga Kementerian Genjot 100 Ribu Homestay 2019 di Seluruh Indonesia

Tiga Kementerian Genjot 100 Ribu Homestay 2019 di Seluruh Indonesia

BERDESA.COM – Ini kabar baik bagi desa wisata dan desa-desa yang memiliki obyek wisata. Inilah tahun emas untuk mengembangkan wisata desa. Soalnya tahun 2017 ini tiga Kementerian Republik Indonesia sepakat menggenjot Program 20 Ribu Homestay di seluruh Indonesia. Tahun 2019 bahkan ditargetkan bakal menyentuh angka 100 ribu homestay.

Tiga Kementerian yakni Kementerian Desa Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM). Ketiganya berikrar pengembangan Program Pengembangan Desa Wisata Indonesia pada kegiatan The Ubud Royal Weekend yang dihelat Puri Agung Ubud bersama Markplus Inc 19-21 Mei 2017 di Ubud, Gianyar, Bali.

Pengembangan homestay bakal diprioritaskan di berbagai daerah termasuk 10 destinasi prioritas yang diputuskan Presiden Joko Widodo yakni Danau Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Jawa Timur, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara.

Tapi nanti dulu, bukan sembarang homestay yang bakal dikembangkan melainkan homestay yang bakal dikelola cara koorporasi dengan menerapkan mesin baru, model bisnis baru, berbasis digital. Jaringan ribuan homestay itu nanti bakal masuk dalam jaringan online sehingga memudahkan para wisatawan baik domestik maupun manca negara mengakses informasi mengenai seluruh homestay itu.

Pariwisata memang menjadi prioritas yang terus dikembangkan mengingat banyaknya potensi wisata utamanya di wilayah-wilayah pedesaan di seluruh Indonesia. Pengembangan homestay adalah salahsatu dari tiga program prioritas Kementerian Pariwisata yakni Go Digital, Homestay dan Air Connectivity.

Untuk menciptakan target itu Kementerian Pariwisata sangat serius menggenjot jaringan bisnis wisata memasuki teknologi digital. Hal itu dilakukan karena pengembangan pariwisata sangat dpengaruhi perkembangan teknologi digital dan internet. Kenapa homestay?

Mimpi besar Kementerian Pariwisata adalah menciptakan Indonesia sebagai negara yang memiliki jaringan homestay terbesar di dunia. Jangan salah, sebagian besar homestay ini diarahkan untuk dikembangkan pada desa-desa wisata. Soalnya, hingga saat ini jumlah hotel yang ada di Indonesia masih belum cukup menampung dan memudahkan wisatawan menikmati berbagai pesona wisata Indonesia.

Wisata pedesaan dan desa wisata adalah salahsatu kekuatan pariwisata yang terus menunjukkan grafik kunjungan luar biasa. Seperti fenomena obyek wisata Puncak Becici di Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta, yang tiba-tiba didatangi mantan orang paling kuat di dunia Barrack Obama. Siapa yang tak kenal Obama, mantan Presiden negara paling kuat di muka bumi. Momen kunjungan Obama ke Muntuk segera menciptakan gelombang ketertarikan rang pada desa wisata. Bagaimana dengan desa Anda?(aryadjihs/berdesa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*