Bukan Tidak Bisa, Tapi Malas Mengubah Gaya! Inilah Tiga Hal Sepele Yang Bisa Pengusaha Pemula Lakukan

0
197

Oleh Aziz Setyawijaya

Berapa banyak di sekitar kita yang sering mendengar kalimat, “Ah begini saja sudah untung.” Atau “Buat tapa sih kerja ngoyo banget (keras sekali), apa yang mau kamu capai?”. Yak, kalimat bernada negatif itu sering kali kita dengar disekitar kita, ketika ada salah satu dari lingkungan kita yang dianggap “tidak umum”. Namun, siapa sangka berpikir tidak umum inilah yang bisa menjadi pembeda antara kita dan pengusaha lainnya.

Dalam era digital yang hampir 24 jam kita temui gawai yang bisa mengakses informasi dari penjuru China hingga Amerika, apa hal yang sudah kita pelajari sejauh ini selain hanya pasrah menerima informasi hoax dari sebaran aplikasi di whatsapp. Dalam sebuah perusahaan ada sekian divisi yang bekerja untuk membuat pendapatan yang luar biasa dan bahkan bisa menghidupi lebih dari 1000 karyawan.

Apakah kamu ingin mengubah gaya bisnis yang “sederhana” menjadi gaya bisnis potensial “miliaran rupiah”? apakah kamu siap dengan segara konsekuensi multi-kegiatan yang akan kamu jalani ?, Jika kamu siap kamu boleh melanjutkan membaca beberapa tips tahap #1 sebagai berikut :

Baca Juga  Definisi Desa Menurut Berbagai Ahli

1. Melakukan Validasi / Review terhadap produk sendiri

Berapa banyak pengusaha yang narsis sama produknya sendiri tanpa mau melirik produk yang sudah laris dipasaran dan melakukan Analisa TOWS (Threat, Opportunity, Weakness dan Strength), Perusahaan besar menghabiskan ratusan bahkan miliaran rupiah untuk memastikan sebuah produk keluar ke pasaran dan laku.

Sebagai contoh : Indomie akan melakukan riset uji rasa dan kemasan kepada puluhan responden yang memiliki kredibilitas untuk menilai produknya, apakah ada rasa yang mengganggu, kemasan yang norak atau bahkan terlalu pedas atau asin. Riset itu dilakukan berulang-ulang sampai dipastikan tidak ada kesalahan dalam proses produksinya.

2. Catat segala pemasukan dan pengeluaran usaha kamu sekarang.

Pernah mencoba meminjam uang di bank? dokumen apa yang diminta oleh appraisal bank ketika kamu ingin melakukan pinjaman? jawabannya adalah, rekening koran, dan neraca perusahaan 3 bulan atau bahkan 1 tahun terakhir, yang paling sepele seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan meminta buku kas dengan transaksi 3 bulan terakhir.

Artinya, untuk menjadi pengusaha yang layak investasi dan atau bankable kamu harus transparan dan akuntabel, semua catatan keuangan bisa diaudit oleh kamu sendiri dan juga orang yang keuangan seperti staff bank yang kamu tuju untuk meminjam uang. Ingat bisnis kamu mungkin saja profitable tapi belum tentu akuntabel dan layak di investasi.

Baca Juga  Jualan di E-Commerce Lebih Aman Bagi UKM

3. Jangan campurkan keperluan pribadi tercampur dalam asset perusahaan jika kamu tidak mau menjadi bagian seperti kasus agen travel yang terkenal itu.

Siapa yang masih suka mengambil uang perusahaan untuk keperluan pribadi atau keluarga tapi tidak dicatat ? pasti masih banyak dari pengusaha UMKM yang melakukan ini, alasannya macam-macam untuk bayar sekolah anak, atau kepepet beli bensin dan pulas.

Eits, dalam konteks ini kami bilang itu tidak salah, tapi lebih tepat jika semua pinjaman kita yang kepepet terhadap usaha kita tercatat. Dalam akuntansi usaha tindakan itu disebut mengambil “prive”. Prive sendiri adalah pengambilan dana oleh pemilik (owner) perusahaan perorangan untuk keperluan pribadi yang akan mengurangi modal.

Ingat kita sedang membangun sebuah usaha yang akan kita besarkan, artinya anggaplah kita sebagai karyawan yang sedang diawasi direktur atau komisaris terkait akuntabilitas atau kejujuran dalam bekerja.

Kami kasih contoh buruk yang lagi ramai di Indonesia, First travel dan Abu tours, dimana uang biaya umroh dan haji dipinjam di awal sama pemiliknya buat ngembangin usaha yang lain dan bahkan membeli aset. Hutangnya bahkan tidak bisa ditutupi dengan aset perusahaan atau pribadi yang telah mereka hamburkan. Semoga kita dijauhkan dari mengambil prive di awal berlebihan.

Baca Juga  Inovasi Pemanfaatan Buah Salak Pondoh

Oke, jadi kamu sudah siap mengubah gaya atau hanya duduk membaca dan kembali ke habit yang lama, pilihan kami kembalikan ke kamu sebagai pengusaha penggerak ekonomi bangsa. Salam Berdesa! nantikan tips tahap #2 dari kami ya.

Penulis : Aziz Setyawijaya, COO dari PT Usaha Desa Sejahtera yang juga memiliki UsahaDesa.com dan Berdesa.com, berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam kegiatan usaha UMKM dan pengembangan UMKM di Indonesia, pernah mendapatkan prestasi sebagai nominasi Asia’s Best Young Entrepreneur Award 2009 oleh Bloomberg Businessweek, dan di tahun yang sama meraih juara Shell LiveWIRE Business Start-Up Award 2009.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here