Tiga Desa Di GunungKidul Longsor

0
334

Kawasan Gunung Kidul pada hari Rabu tanggal 6 Maret 2019 lalu diguyur hujan dengan intensitas tinggi, imbasnya terjadi longsor di beberapa Desa di Gunung Kidul yang mengakibatkan beberapa rumah terkena longsoran tersebut. Desa-desa yang terkena dampak longsor adalah Desa Mertelu, Desa Tegalrejo dan Desa Natah. Akibat longsor tersebut satu rumah warga bahkan terkena tumpukan material longsor.

Pemerintah daerah melalui Badan Penaggulagan Bencana Daerah kabupaten Gunung Kidul bekerja keras untuk menangani usaha pasca bencana termasuk dengan melakukan evakuasi warga khususnya warga di Desa Natah karena debit air sungai terus naik akibat derasnya guyuran hujan.

Tercatat karena bencana longsor juga mengakibatkan beberapa kepala keluarga menderita kerugian material karena terjangan longsor yang merusak propertinya. Untuk korban jiwa sendiri belum ada informasi resmi mengenai adanya korban jiwa baik yang meninggal atau luka-luka. Kawasan Gunung Kidul memang tengah di kepung curah hujan yang tinggi sehingga dapat berpotensi menaikkan debit air sungai sehingga mengakibatkan banjir dan juga untuk beberapa daerah yang berada dikawasan perbukitan cukup beresiko terkena longsor apabila struktur tanah di perbukitan sudah tidak dapat menampung curah hujan yang tinggi.

Baca Juga  Desa Dlingo, dari Tertinggal Menjadi Terdepan

Oleh karean itu pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunung Kidul menghimbau masyarakat khususnya yang berada disekitar aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaannya akan potensi yang akan terjadi, selain itu pula pihak BPDP Kabupaten Gunung Kidul juga dihimbau untuk tetap tenang namun tetap waspada dengan memantau secara rutin kondisi disekitar wilayahnya, apabila menemukan potensi bencana yang merugikan maka diharapkan segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunung Kidul dengan mengongak nomot telo BPDD Kabupaten Gunung Kidul.

Khusus daerah yang berada di kawasan Desa Mertelu, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunung Kidul sudah melakukan evakuasi dengan terlebih dahulu melakukan assesment dan pendataan saat tiba dilokasi, diinfokan bahwa terdapat 5 jiwa yang berasal dari 2 kepala keluarga yang terjebak dan terisolir karena bencana longsor di Desa Mertelu.

Dilaporkan tidak ada korban jiwa dari bencana longsor di Desa Mertelu, namun tercatat ada puluhan ayam dan seekor sapi milik warga yang hanyut dan hingga kini masih dalam proses pencarian yang dilakukan oleh warga dan beberapa relawan. Proses evakuasi sendiri dilakukan dengan medan yang cukup sulit dikarenakan hujan yang cukup deras mengakibatkan jalanan menjadi licin belum lagi ditambah dengan kondisi sekitar kawasan yang cukup gelap.

Baca Juga  Kata Siapa di Desa Tidak Bisa Usaha? Iniloh Ketiga Bukti Kesuksesan di Desa

Pihak Polres Gunung Kidul sendiri ikut serta membantu proses evakuasi dan penanggulangan bencana seperti dengan membuka jalan dan membuat jembatan darurat sehingga memudahkan proses evakuasi.

Bencana memang tidak bisa diprediksi kapan dan dimana akan terjadi namun semua pihak bisa mencegah hal itu terjadi atau meminimalisir dampak yang terjadi. Oleh karena itu diperlukan kerjasama yang efektif antara pemerintah daerah, aparat desa setempat dan warga sendiri untuk membangun kesadaran bencana dengan memelihara lingkungan sekitar seperti membersihkan air sungai sehingga tidak ada tumpukan sampah yang dapat menyumbat aliran sungai sehingga berpotensi mengakibatkan banjir

Selain itu pula budaya poskamling di desa-desa perlu ditingkatkan dan dilestarikan karena peranannya sangat penting dalam mencegah dampak bencana yang lebih besar, poskamling ini sendiri dapat bekerjasa sama dengan instansi terkait seperti Badan Penaggulangan Bencana Daerah setempat untuk membentuk seperti tim reaksi tanggap cepat bencana agar dapat merespon lebih cepat dan sistematis informasi potensi bencana atau bencana yang terjadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here