Terbuka Peluang Jadi Agen Pengiriman Barang bagi BUMDes

0
312

Berdesa.com – Ada peluang usaha yang sangat potensial di desa yang belum dibidik orang. Itu adalah usaha pengiriman barang yang saat ini dikuasai jaringan perusahaan swasta. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sesungguhnya sangat stratagis mengembangkan bisnis ini mengingat saat ini banyak warga desa yang menjalankan jual beli online dan membutuhkan jaringan pengantaran barang baik masuk maupun keluar desa, pengantaran antar-daerah bahkan antarpulau.

Hal itu diungkapkan Staf Ahli Menteri Desa DTT Febby Dato Bangso, (3/8). Tak taggung-tanggung, Febby mengungkapkkan potensi ini di depan Rusdi Kirana, pemilik Lion Air Grup yang membawahi Lion Air, Batik Air, Malindo Air dan Thai Lion Air, dalam sebuah pertemuan di Kuala Lumpur. Febby meminta jaringan BUMDes bisa dijadikan agent cargo (pengiriman barang) dari Lion Air Group.

“ Saat ini sudah mulai tumbuh produk desa yang dikirim ke kabupaten lain, provinsi lain bahkan antarpulau. Ini sebenarnya peluang besar bagi BUMDes menjadi agen pengiriman barang. Soalnya, warga desa-lah yang sebenarnya paling paham dengan situasi desa itu sehingga dijamin usaha pengiriman di desa bakal jauh lebih efetif,” kata Febby.

Baca Juga  Kenapa Laporan Keuangan BUMDes Begitu Penting?

Febby yang juga Ketua Forum BUMDes Indonesia itu menyatakan, jika BUMDes mengambil usaha ini sebagai salahsatu unit usahanya, maka bakal bisa bergandeng-tangan dengan BUMDes lain sehingga lalu-lintas pengiriman produk antardesa menjadi jauh lebih mudah dan murah. Kenapa mudah, karena warga desa tak perlu lagi ke kota terdekat demi mengirimkan produk mereka ke kota lainnya. Cukup dengan datang ke kantor agen milik BUMDes di desa.

Sebaliknya, ketika ada kiriman produk dari luar daerah, warga desa juga bisa menerima paketnya cukup di depan pintu, sebagaimana orang-orang kota saat ini. “Di desa sulit orang bisa melakukan pengiriman atau menerima kiriman dengan cepat dan mudah karena banyak warga desa tidak memiliki alamat yang jelas sehingga para petugas pengiriman dari perusahaan swasta itu memilih untuk menghubungi piha orang yang mendapat kiriman. “Nah, yang tahu satu persatu nama dan alamat warga desa ya orang dari desa itu sendiri, makanya BUMDes bakal sangat tepat mengambil peran ini,” kata Febby. Sebesar apakah peluang jasa pengiriman di desa?

Baca Juga  Tak Usah Bingung Menyusun LPJ BUMDes, Ini Contohnya

Sebenarnya peluangnya tidak kecil mengingat saat ini sebagian warga desa juga sudah memasuki ekonomi digital alias jual-beli melalui internet. Tetap umumya mereka masih berjual beli dalam jenis produk seperti fashion dan food saja. Jenis makanan (food) yang mereka jual juga terbatas pada makanan yang memiliki ketahanan lama untuk sampai di tangan konsumen.

Dengan adanya jaringan pengiriman barang di desa dan dikelola oleh BUMDes maka warga desa juga bakal bisa berjualan aneka komoditas mereka seperti produk pertanian, makanan dan aneka produk desa lainnya. “ Adanya agen pengiriman di desa membuat waktu tempuh sebuah produk untuk sampai ke orang yang dituju bakal semakin cepat. Apalagi jika peluang ini tersambung dengan maskapai penerbangan seperti  Lion Air. Ini akan menciptakan banyak peluang baru bagi warga untuk meningkatan kapasitas jual beli online-nya dengan berbagai  bentuk produk lain termasuk mebel, aksesoris dan berbagai produk pertanian. Ibarat jalan besar, jaringan pengiriman barang di desa bakal memudahkan produk desa tersebar dengan cepat dan murah. “ Selain menciptakan peluang usaha bagi BUMDes, ini juga akan membuka kesempatan produk desa untuk mengembangkan pasar dengan jangkauan yang sangat luas dan cepat,” kata Febby.(hs)

Baca Juga  Kelola Wisata Irigasi, BUMDes Sukanagalih Mewakili RI ke Malaysia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here