Tepung Mocaf ‘Made In’ Ibu-ibu Pacitan yang Terus Meluaskan Pasar

Mocaf ‘Made In’ Ibu-ibu Pacitam - berdesaBERDESA.COM – Banyak jalan menuju keluarga sejahtera. Seperti yang dilakukan para ibu di Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Pacitan. Disela mengurus suami dan anak-anaknya para ibu ini mengolah ketela yang ditumbuh di tanah mereka dan mengolahnya menjadi tepung mocaf berkualitas tinggi.

Para ibu ini sadar ada banyak potensi lokal yang sebenarnya bisa mereka olah untuk menghasilkan produk yang menguntungkan dan bisa menciptakan pendapatan tambahan bagi keluarga. Ketela adalah salahsatu yang mereka pilih dan beberapa produk mereka hasilkan. Kenapa berbahan ketela, karena ketela tumbuh subur bin sehat di tanah pedesaan di wilayah ini dan ketela memiliki berbagai keunggulan.

Salahsatu pegiat kelompok ibu-ibu kreatif ini Nining Farianingsih kepada Berdesa.com berkisah, para ibu di kampungnya sudah beberapa bulan ini mengolah ketela setidaknya menjadi tiga produk yakni tepung untuk bahan ‘tiwul’ yakni bahan makanan alternatif pengganti nasi yang sekarang sedang ‘nge-hit’ sebagai camilan dan oleh-oleh para wisatawan, tepung mocaf sebagai bahan alternatif pengganti tepung terigu dan tepung tapioka.

Meski masih menggunakan cara konvensional para ibu ini sudah bisa menghasilkan secara rutin produk mereka dan terus memperluas pasar. “ Untuk tepung bahan tiwul itu para ibu sudah bisa menjual paling tidak 15-25 kilogram dalam sehari,” tutur Nining. Tepung bahan tiwul ini lebih cepat diserap pasar karena pasar lokal yang tinggi.

Untuk tepung mocaf, para ibu sudah mulai mendapatkan pasar lebih luas. Hanya saja karena tepung mocaf memang bahan yang lebih khusus peruntukannya sehingga konsumsi lokal belum sebesar tepung bahan tiwul. Tepung mocaf adalah jenis tepung alternatif dengan kualitas nutrisi tinggi sebagai bahan pencampur atau pengganti tepung terigu. Mocaf sangat prospektif menjadi bahan pembuat aneka makanan terutama roti dan kue yang selama ini berbahan terigu.

Mocaf memiliki keunggulan karena memiliki kandungan serat terlarut yang jauh lebih banyak dibanding tepung gaplek, mengandung kalsium lebih tinggi dibanding tepung padi dan gandum, memiliki daya kembang yang setara dengan gandum tipe II (kadar protein menengah) dan memiliki daya cerna yang lebih baik dan cepat dibanding tepung tapioka dan gaplek. Beberapa keunggulan ini membuat tepung mocaf sangat direkomendasikan menjadi campuran bahan roti yang baik dan bernutrisi.

Hebatnya, meski masih menggunakan teknik konvensional dalam mengolah mocaf tetapi kualitas tepung ‘made in’ ibu-ibu Desa ketro memiliki kualitas unggul. “ Soalnya kami sangat selektif memilih bahan baku. Kami bukan beli ketela di pasar melainkan langsung pada petani dan diolah sebelum 24 jam dari tanah,” ujar Nining.

Saat ini tepung mocaf sebagai produk utama Nining dan para ibu terus peningkatan kualitas dan kuantitas. “ Kami terus mengembangkan pasar, salahsatunya dengan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang bisa menghubungkan produk kami dengan pasar yang lebih seperti PT Usaha Desa Sejahtera yang bergerak memasarkan produk-produk desa melalui jaringan online,” kata Nining.

Usahadesa.com adalah perusahaan sosial yang memang sangat fokus memasarkan produk-produk desa melalui jaringan online. Bukan hanya itu, perusahaan sosial yang getol mendorong peningkatan ekonomi desa ini juga memiliki beragam program untuk mendorong peningkatan ekonomi desa dengan beragam pelatihan dan pendampingan. Produk tepung mocaf para ibu di Desa Ketro, Kebonagung, Pacitan adalah salahsatu produk yang disupport perusahaan berkantor pusat di Yogyakarta ini untuk dipasarkan secara luas melalui jaringan perdagangan online-nya.(aryadjihs/berdesa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*