Temukan Indikasi Korupsi Dana Desa, SMS ke Sini

0
11265

BERDESA.COM – Besarnya dana desa sekarang initerus menjadi sorotan. Pasalnya, dana itu sangat rentan terhadap penyalahgunaan. Bukan rahasia lagi, selama ini sebagian pemerintah desa sangat tertutup mengenai penggunaan dana desanya.

Tidak adanya transparansi dan sosialisasi mengenai pemanfaatan dana desa ini salahsatu pemicu terjadinya korupsi dana desa. Di sisi lain, masyarakat desa masih dilekati ewuh-prakewuh yang kuat. Apalagi jika menyangkut kepala desa yang dianggap sebagai elit desa yang ditakuti.

Namun kini, untuk urusan dana desa fenomena penggunaan dana yang tertutup dan ewuh-prakewuh harus segera diakhiri. Pemerintah sudah membentuk Satgas Dana Desa yang bakal menindaklanjuti pengaduan masyarakat mengenai dana desa. Tapi bagaimana cara melaporkannya?

Selain menyiapkan pasukan Satgas Desa, Kemendesa PDTT juga sudah membuka saluran public beriba SMS Center 087788990040 atau 081288990040. Jika ada warga yang menengarai adanya aroma korupsi atau penyalahgunaan dana desa dalam berbagai tahap, langsung saja SMS ke nomor itu. Setelah mendapatkan SMS, pihak Satgas bakal segera melakukan tindakan menanggapi.

Baca Juga  Saat Tepat Jadi Wirausahawan, Pemerintah Siapkan Bantuan Modal

Tetapi jangan sembarang pula sembarang menuduh adanya tengara korupsi di desa Anda. Dalam laporan Anda, harus pula disertakan berbagai indikasi yang kuat mengarah pada kemungkinan terjadinya tindakan korupsi. Bukan asal menuduh, apalagi karena dilatari ketidaksukaan secara personal misalnya.

Data dari Kemendesa menyebut, sepanjang 2016-2017 sudah skeitar 7000 aduan ditindaklanjuti. Sebagian sudah dilanjutkan ke ppihak yang berwajib. Namun lagi-lagi, sebagian laporan ternyata masih sebatas salah pemahaman saja. Karenanya Kementerian meminta agar warga desa tidak gampang menuduh dan melakukan kriminalisasi terhadap data yang belum di verifikasi kebenarannya.

Kemendesa sekarang ini sedang menyusun pasukan baru waktu Saber Pungli (Sapu Bersih Pungutan Liar) dana desa. Tak tanggung-tanggung, Kemendesa bekerjasama dengan KPK, polisi dan kejaksaan sekaligus dalam kegiatan ini. Namun meski sudah dikawal oleh lembaga-lembaga hokum, tetap saja pengawasan dana desa yang paling efektif sesungguhnya adalah pengawasan dari warga desa sendiri

Namun demikian, hadirnya berbagai lembaga pengawasan terhadap penggunaan dana desa jangan sampai membuat para kepala desa merasa takut menjalankan kegiatannya menggunakan dana desa. Yang terpenting adalah mengikuti regulasi yang ada dan melakukan transparansi menyangkut keuangan yang digunakan. Banyak desa kini memanfaatkan media social untuk menyampaikan laporan keuangan desa sehingga setiap orang kini bias mencermati kegiatan desa khususnya penggunaan anggaran.

Baca Juga  Mengukur Manfaat, Dana Desa Bakal di Survei BPS

Selain membangun transparansi, model transparansi yang unik ini bakal menumbuhkan kesadaran pentingnya partisipasi warga desa terhadap pembangunan desa. Soalnya, apapun yang dilakukan desa sesungguhnya bertujuan membangun kesejahteraan hidup warga. (aryadji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here