Tak Usah Bingung Menyusun LPJ BUMDes, Ini Contohnya

1
43516

Berdesa.com – Tiba saatnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah berdiri sejak setahun lalu menyodorkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ)-nya. LPJ adalah salahsatu laporan yang cukup ‘menegangkan’ banyak pengelola BUMDes. Bukan hanya karena bakal menjadi uji material bagi apa yang telah dicapai BUMDes.  Tetapi karena ini adalah tahun-tahun pertama pelaporan.

Tetapi sebenarnya para pengelola BUMDes beserta segenap aparat desa tidak perlu pusing menghadapi proses ini karena Presiden Joko Widodo sudah memberi ketegasan agar sistem administrasi di desa menyangkut pelaporan kegiatan pembangunan, harus dibuat sesederhana mungkin. Soalnya, belum tentu laporan yang rumit berarti menjamin kebenaran isi laporan. Maka, seperti apakah LPJ BUMDes yang seharusnya ? Berikut ini contoh sistematika laporan yang bisa dijadikan acuan oleh BUMDes dalam membeber kinerjanya dalam setahun.

Setidaknya ada 5 bab yang harus ada dalam laporan. Lima bab itu akan menjelaskan segala sisi dari BUMDes selama setahun mulai dari bagaimana BUMDes lahir (karena ini masih laporan-laporan awal) dan berbagai hambatan, tantangan dan peluang. Berikut ini urutannya:

Kata Pengantar

Daftar Isi

BAB I. Pendahuluan

  1. Latar belakang
  2. Visi
  3. Misi
  4. Dasar Hukum
  5. Profil BUMDes

BAB II. Laporan Umum

  1. Penggalian Potensi
  2. Pembentukan Unit Usaha
  3. Penyertaan Modal Desa

BAB III. Arah Kebijakan yang Telah Ditempuh

BAB IV. Pelaksanaan Pengelolaan, Permasalahan Program Kerja dan Keuangan

  1. Pelaksanaan Kegiatan
  2. Permasalan
  3. Program Kerja
  4. Laporan Keuangan

BAB V. Penutup

Lampiran

Berbeda dengan sistem pelaporan perusahaan yang hanya menjadi urusan internal sebuah perusahaan, BUMDes adalah usaha milik warga desa maka keterbukaan data, transparansi dan kelengkapan laporan menjadi penting diketahui khalayak desa. BUMDes Amarta, Desa Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta bahkan menempelkan laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangannya setiap bulan dengan cara ditempel di dinding pengumuman Kantor BUMDes.

Baca Juga  Wisata Goa Pindul, Kekayaan Asli Desa Bejiharjo

Cara ini dilakukan Amarta agar terbangun pola transparan dan agar publik menjadi paham bagaimana para pengurus BUMDes bekerja keras membangun lembaga usaha milik warganya itu. Budaya transparansi seperti ini bakal sangat efektif membangun kepercayaan publik pada kegiatan BUMDes sehingga warga tidak enggan lagi berpartisipasi. Karena bagi BUMDes, partisipasi warganya sangat penting dan memberi pengaruh besar bagi kemajuan lembaga usaha.

Cara menulis laporan ini jangan berbelit-belit.  Sebaliknya kalimat-kalimatnya disusun dengan jelas, gampang dipahami dan menyodorkan data yang konkrit. Persoalan-persoalan yang dihadapi juga harus dipapar dengan gamblang sehingga memberikan ruang partisipasi atau peluang munculnya solusi dari warga sehingga masalah yang dihadapi BUMDes selesai dengan gemilang.

Misalnya, BUMDes yang memiliki minimarket mengalami kesulitan menjalankan minimarketnya karena warga tidak antusias berbelanja di sana. Maka tim manajemen BUMDes harus memberikan pemahaman pada warga mengenai pentingnya berbelanja di toko miliknya sendiri. Tetapi sebaliknya, BUMDesa harus mampu menunjukkan kemampuannya mengelola minimarket yang memang menarik dikunjungi. Misalnya menyodorkan tata letak yang baik, kelengkapan produk yang baik dan pelayanan yang prima. Bagaimana dengan BUMDes Anda? (aryadji/berdesa)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here