Tak Hanya Shampoo, Beras Juga Bakal Dijual Sachet Mulai Juli

0
837

BERDESA.COM – Sebentar lagi bukan hanya shampoo dan kopi instan yang dijual sachet-an. Perum Bulog akan meluncurkan produk beras sachet. Dengan berat 200 gram, beras sachet yang dikemas dengan plastik itu bakal mulai diujicoba di Jawa Barat. Sebanyak 10 ton beras kualitas unggul bakal disebar untuk dijual secara sachet-an dengan harga Rp. 2.500,- per kantung.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik (OPP) Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan beras yang telah siap nantinya didistribusikan ke kantor sub regional daerah tersebut untuk dijual. “ Kita sudah siap. Di Jawa Barat nanti akan masuk kabupaten-kabupaten mulai Juli,” ungkapnya sebagaimana dikutip dari Detikfinance, 26 Juni lalu. Selain Jwa Barat, daerah lain yang akan pula menjual beras sachet adalah Sulawesi Selatan, tetapi untuk Sulawesi belum ada informasi mengenai berapa volume beras yang bakal disitribusikan dengan pola ini.

Sementara itu Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog Imam Subowo menyatakan, Bulog bakal melakukan ujicoba pasar dengan produk sachet ini selama satu bulan. Selama satu bulan itu Bulog akan menilai tingkat kebutuhan masyarakat. “ Kita tes dulu, Juli kita turukan ke pasar. Kita lihat bakal seperti apa hasilnya,” kata Imam. Tes pasar ini selanjutnya akan digunakan sebagai bahan menentukan berapa besaran alias volume yang paling layak untuk memasarkan beras secara sachet. “ Dari situ kita menjadi tahu kebutuhan riil masyarakat apakah 200 gram, 2500 atau 300 gram,” katanya lagi.

Baca Juga  Warga Desa Sruni Berhasil Ciptakan Gas Menggantikan Elpiji

Penjualan sistem sachet ini dilakukan Bulog untuk menjamin agar masyarakat bisa mendapatkan beras dengan lebih mudah sesuai kebutuhan mereka. Volume sachet juga disesuaikan dengan kemampuan daya beli masyarakat karena beras merupakan kebutuhan sehari-hari yang tidak bisa digantikan oleh komoditas lain.

Penjualan beras secara sachet adalah salahsatu langkah yang dilahirkan Bulog setelah institusi ini berada di bawah kepemimpinan Direktur Utama Perum Bulog Budi Wasesa (Buwas). Di Bulog, mantan pejabat Polri yang getol memberantas perdagangan Narkoba ini juga menyoroti adanya mafia beras yang selama ini membuat beras untuk warga miskin (Raskin) menjadi berkualitas rendah. Ironisnya, salahsatu oknum yang terlibat adalah orang Bulog sendiri.

Salahsatu temuan yang diungkapkan Buwas adalah, adanya beras yang disimpan di gudang Blog lebih dari 1,5 tahun lamanya. Padahal beras itu harusnya sudah didistribusikan. Lamanya beras disimpan tentu saja membuat kualitas bras menjadi sangat buruk. Padahal aturannya, beras tak boleh disimpan lebih dari empat bulan. “ Beras yang sudah tidak layak atau nilainya turun akan kita disposal dan akan kita ganti dengan beras yang berkualitas. Maksimal beras ada di Bulog hanya empat bulan, lebih dari itu akan kita keluarkan,” kata Buwas, baru-baru ini. Apakah Buwas juga akan menggulung para mafia beras sebagaimana dia menggulung para pengedar Narkoba, kita tunggu aksi selanjutnya. (adji/berdesa)

Baca Juga  Beginilah Tatacara Penganggaran Dana Desa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here