Strategi Pengelolaan Operasi BUMDesa

Strategi Pengelolaan Operasi BUMDesa

BERDESA.COM – Proses produksi merupakan kegiatan penting dalam Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Sebab, hal tersebut sangat menentukan kualitas produk yang akan dipasarkan kepada masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan operasi BUMDesa sangat dibutuhkan agar kualitas produk benar-benar terjamin sehingga tidak mengecewakan masyarakat. Selain itu, hal itu juga penting untuk memastikan proses produksi agar berjalan efektif dan efisien.

Adapun yang dimaksud pengelolaan operasi adalah usaha pengelolaan secara optimal penggunaan faktor produksi: tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan faktor produksi lainnya dalam proses transformasi menjadi berbagai produk barang dan jasa. Dengan kata lain, pengelolaan operasi BUMDesa adalah melakukan fungsi-fungsi proses manajemen untuk mengarahkan output (keluaran) dalam jumlah, kualitas, harga, waktu dan tempat tertentu sesuai dengan permintaan konsumen (masyarakat).

Pengelolaan operasi BUMDesa meliputi berbagai kegiatan perancangan dan pengoperasian sistem operasi sebagai berikut:

  1. Merancang Sistem Operasi

Tahap pertama yang dilakukan oleh BUMDesa dalam perancangan atau desain sistem operasi adalah proses memilih dan merancang produk. Produk merupakan nilai yang ditawarkan oleh BUMDesa. Pengetahuan tentang produk sangat dibutuhkan dalam proses ini. Setelah produk dipilih dan dirancang maka langkah selanjutnya baru dapat dilakukan, yaitu memilih dan merancang proses dan peralatan yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa (produk).

Sebagai contoh, BUMDesa yang bergerak dalam usaha penyediaan air bersih dapat memilih dan merancang sistem operasinya dengan alternatif sistem pipa dengan gravitasi, sistem pipa dengan pompa hidrolik, atau sistem truk tangki air.

Proses dan peralatan harus ditempatkan pada suatu lokasi dan ruangan usaha tertentu sesuai dengan pilihan sistem operasinya. BUMDesa harus memilih lokasi, penataan fasilitas atau bangunan di lokasi (site plan), dan unit produksi kemudian menentukan rancangan tata letak dan arus kerja. Setelah itu tugas pekerjaan harus dirumuskan. BUMDesa, harus menyusun strategi produksi dan operasi serta memilih kapasitas produksi terpasang.

  1. Menjalankan Sistem Operasi

Desain sistem operasi dijadikan dasar untuk menyusun rencana produk dan operasi BUMDesa. Implementasi rencana produksi berupa perencanaan dan pengendalian persediaan dan pengadaan bahan, pemeliharaan mesin dan peralatan, pengendalian mutu, dan pengelolaan tenaga kerja (SDM).

  1. Mengambil Keputusan

Secara umum BUMDesa harus mengambil keputusan- keputusan dalam manajemen operasi terkait proses, kapasitas, persediaan, tenaga kerja, dan kualitas/mutu.(BD01)

foto : industri.bisnis.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*