Simpan Pinjam BUMDesa Bisa Mendidik Manajemen Keuangan

Simpan Pinjam BUMDesa Bisa Mendidik Manajemen Keuangan

BERDESA.COM – Tak perlu diragukan, kehadiran Lembaga Keuangan Mikro (LKM) bagi warga desa sangatlah strategis. Soalnya, permodalan adalah sektor yang sangat penting bagi UKM terutama pedesaan. Itulah alasan yang membuat sebagian besar desa mengembangkan lembaga simpan pinjam sebagai salahstau layanan BUMDesa-nya. Tapi bagaimana caranya agar layanan pinjaman dana dimanfaatkan untuk produktivitas?

LKM yang dikembangkan BUMDesa tidak boleh hanya menawarkan bunga rendah bagi peminjamnya. Soalnya, sisi penting dari peningkatan produktivitas sesungguhnya adalah komitmen peminjam untuk konsekuen menggunakan dananya menyokong usahanya. Maka, LKM harus membuat sebuah aturan main untuk memastikan peruntukan dana itu.

Arsad Dalimunthe, SE, Ak, aktivis koperasi yang juga menggerakkan beberapa lembaga simpan pinjam menjelaskan, LKM bahkan harus memasukkan unsur pendidikan sosial sebagai salahsatu syarat bagi peminjaman dana. “ LKM harus bisa memastikan warga pengguna dana benar-benar mengunakan dana pinjamannya untuk mendukung produktivitas dan jangan sampai jatuh untuk kepentingan konsumtif,” katanya.

Soalnya, jika dana digunakan untuk kepentingan konsumtif, misalnya menggelar pesta pernikahan anak atau membeli sepeda motor untuk anaknya, maka yang terjadi bakal sebaliknya. “ Malah bisa menciptakan beban bagi peminjam karena bertambahnya kewajiban dan tidak adanya tambahan pendapatan,” kata General Manager Koperasi Sehat RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto, ini. Maka, kata dia, LKM yang didirikan BUMDesa sebaiknya juga memberikan layanan pendidikan manajemen keuangan keluarga bagi para peminjamnya agar masyarakat tidak terpengaruh pola hidup konsumtif.

Saat ini masyarakat dihadapkan pada berbagai propaganda beraam informasi yang mengajak masyarakat membeli berbagai produk yang sebagian besar sesungguhnya tidak mereka butuhkan. Jika idak memiliki basis pengetahuan dasar mengenai manajemen keuangan keluarga, sangat mungkin warga desa bakal terpengaruh dan terlena dengan beban yang harus dia tanggung hanya demi mendapatkan produk yang sebenarnya bukan termasuk kebutuhan prioritas mereka.

“ Sebaiknya sejak awal LKM memasukkan mengenai pendidikan sosial manajemen keuangan ini sebagai aturan main bagi warga untuk mendapatkan fasilitas pinjaman,” ujar Arsad. Soalnya, sebagian orang masih terjebak logika, meningkatnya pendapatan berarti meningkat pula kesejahteraan. Padahal faktanya ada banyak orang yang penghasilannya meningkat tetapi kebutuhannya justru melebihi peningkatan penghasilan karena terpengaruh gaya hidup konsumtif tadi. Alhasil, peningkatan pendapatan justru menciptakan masalah baru bagi kehidupan sebuah keluarga.

LKM juga bakal menjadi lembaga keuangan yang bisa menciptakan perubahan bagi kehidupan ekonomi masyaraat ketika LKM memiliki kemampuan advokatif ketika ada warga yang mengalami kesulitan dalam produktivitas usaha. Dalam posisi itu LKM harus memberikan kebijakan agar warga tersebut keluar dari krisis manajemen dan bukannya malah main intimidasi atau melakukan penyitaan. Soalnya, bukan rahasia lagi banyak lembaga keuangan yang malah mendorong konsumtivisme dan tanpa belas kasih menyita berbagai milik nasabah yang sedang terkena masalah keuangan.

Salahsatu keunggulan LKM adalah, lembaga ini berbasis di desa sehingga lebih memahami dinamika ekonomi masyarakat desa. Maka jika terjadi masalah dengan ekonomi warga, LKM lebih mampu menciptakan kebijakan yang membuat warga desanya bisa keluar dari masalah keuangan.

Di lain sisi LKM harus pula memiliki sistem manajemen yang profesional sehngga terbangun kepercayaan warga terhadap lembaga keuangan milik BUMDesa. Soalnya, salahsatu masalah yang sering dihadapi lembaga bentukan pemerintah desa adalah, para pengelolanya kesulitan melakukan tindakan yang adil pada seluruh warga karena persoalan ewuh-prakewuh sehingga mementingkan warga tertentu untuk mendapatkan akses modal. Jangan sampai itu terjadi.(aryadji/berdesa)

Foto: www.ukmnews.com

Baca juga: LKM BUMDesa Harus Edukatif pada Nasabahnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*