Serba-Serbi Dana Desa Sebagai Penyokong Perekonomian Desa

0
2417
Serba-Serbi Dana Desa Sebagai Penyokong Perekonomian Desa

Sejak dimulai tahun 2015, program dana desa bisa dibilang telah memberikan perubahan yang cukup signifikan terhadap pembangunan desa-desa di tanah air. Sebagaimana yang diketahui, program dana desa ini merupakan implementasi yang sesuai dengan amanat yang tercantum pada Undang-Undang No.6 tahun 2014 yang berkaitan dengan desa.

Pada prakteknya Dana Desa ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang kemudian masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah area kota atau kabupaten melalui sistem transfer, lalu setiap kota/kabupaten akan menyalurkan dan mengalokasikannya kepada setiap desa dengan nominal berbeda-beda. Ada beberapa perhitungan dan pertimbangan terkait desa yang menerima Dana Desa ini dan nominalnya.

Beberapa indikator yang menentukan besaran Dana Desa yang dialokasikan itu yaitu angka kemiskinan, jumlah penduduk, dan luas wilayah yang masing-masing memiliki bobot penilaian sendiri, selain itu pula faktor akses ke desa terkait dan faktor geografis akan menjadi pertimbangan pula. Setelah perhitungan dilakukan maka Dana Desa ini akan disalurkan ke desa-desa terkait dan digunakan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Baca Juga  16 Kabupaten Terpilih Menjadi Kabupaten Prioritas Terintegrasi 2018-2019

Program Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ini tercantum pada Peraturan Pemerintah No.60 tahun 2014 dimana penggunannya di prioritaskan kepada pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa. Pada perjalanannya, Program Dana Desa ini terus mengalami peningkatan dalam segi jumlah alokasi dan penyerapan anggarannya, sebagaimana diklaim oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo.

Pada tahun pertama bergulir, total Dana Desa yang digelontorkan adalah sekitar 20,67 triliun dengan penyerapan anggaran sebesar 82,72 persen, lalu seiring dengan visi pemerintah yang fokus pada pembangunan desa, maka anggaran Dana Desa di tahun berikutnya atau tahun 2016 ditingkatkan lebih dari dua kali lipatnya yaitu sebesar 46,98 triliun dimana penyerapan anggarannya diklaim mencapai 97,65%.

Tahun selanjutnya Dana Desa yang digelontorkan makin besar yaitu 60 triliun dimana penyerapan anggaran di tahun 2017 sebesar 98,54 persen, sedangkan pada tahun 2019 Program Dana Desa ini akan difokuskan pada pemberdayaan ekonomi dan masyarakat desa yang dasar infrastrukturnya sudah terbangun dengan baik, untuk besaran anggarannya kemungkinan akan kembali ditingkatkan.

Baca Juga  BI Kembangkan Sistem Transaksi Non Tunai Dana Desa

Pada prakteknya, Program Dana Desa ini diklaim telah membuat perkembangan dalam berbagai sektor . Sebagaimana tertera pada situs Kementrian Desa, Pembangunan Daerah, dan Transmigrasi, selama 4 tahun bergulir telah dibangun sejauh 91.600 kilometer jalan, sembilan ratus ribuan unit sarana air bersih, dua ratus ribuan unit MCK, ribuan unit Polindes, dan puluhan ribu unit Posyandu dan PAUD.

Selain itu pula, Program Dana Desa ini juga memberikan dampak pada peningkatan sarana dan prasarana desa lainnya yaitu sarana irigasi (58.931 unit), embung desa (4.175) unit), pasar desa (8.983) dan jutaan meter jembatan penghubung desa. Kesemua pembanguan tersebut diperutukkan pada kemajuan desa-desa yang telah menerima bantuan dan diharapkan pada tahap selanjutnya dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian di desa tersebut.

Namun, Program Dana Desa ini tidak lepas dari masalah, yang paling sering terjadi dan bisa menjadi kendala pembangunan di desa adalah korupsi yang dilakukan perangkat desa itu sendiri yang mengakibatkan pembangunan di desa tersebut tidak optimal, ada baiknya pemerintah meningkatkan pengawasan dan pengawalan terhadap arus pendanaan ini disamping peningkatan sumber daya manusia untuk pendampingan program dana desa ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here