Seminar Bag, Kisah Sukses Ibu Rumah Tangga Desa

0
610

BERDESA.COM – Siapa bilang perempuan di desa tidak bisa menjadi makmur sejahtera.  Simak yang dilakukan Ayu Sukmawati,ibu dua anak yang tinggal di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, ini. Ayu membuka usaha pembuatan tas untuk seminar, pelatihan, workshop dan lain-lain. Tak perlu kemana-mana karena Ayu memasarkan produknya lewat online dan berhasil mengembang.

Seperti anak-anak muda lainnya di desa, awalnya Ayu bingung, apa yang harus dilakukannya untuk mendapatkan tambahan penghasilan bagi keluarga. Apalagi Ayu masih harus mengurus dua anak Balita. Lalu Ayu bertemu dengan tetangga yang memiliki keterampilan menjahit. Melalui kolega dan teman-temannya, Ayu mulai menawarkan produk tas untuk seminar pelatihan dan sebagainya. Hasilnya, kini Ayu mengerjakan rata-rata 1000 tas dalam satu bulan.

“ Awalnya saya menawarkan tas kepada beberapa teman yang biasa mengurus  pelatihan dan mendapatkan pesanan,” katanya. Begitu pesanan pertama datang, Ayu dan beberapa ibu rumah tangga menjadi percaya diri dan mulai melebarkan pasar dengan menjual melalui sosial media. “ Saya mengumpulkan beberapa sampel lalu memotretnya. Kami juga punya website seminarbag.com yang bisa diakses semua orang. Orang tinggal memilih disain di website lalu menelpon kami untuk tawar-menawar harga. Tetapi sebagian besar orang membawa disain mereka sendiri,” katanya. Kenapa memilih usaha tas seminar?

Baca Juga  Menggapai Kemandirian Ekonomi Desa melalui BUM Desa

“ Saya beberapa kali mengikuti acara seminar dan pelatihan dan saya melihat selama ini tas seminar masih dianggap hanya sebagai bonus saja dalam acara seperti itu. Padahal sebenarnya, dengan biaya yang sama-sama murah, tas seminar bisa dibuat menjadi bagus dan berdisain kekinian. Jadi, kami menjadikan tas seminar bukan lagi pelengkap acara melainkan malah menjadi ikon yang membuat acara menjadi istimewa,” kata Ayu.

Maka tak heran, tak seminar buatan Seminarbag.com selalu menampilkan disain yang ciamik, kekinian dan tetap menarik digunakan untuk berbagai keperluan termasuk pergi bekerja. Harga yang ditawarkan juga miring dan terjangkau para panitia seminar. “ Kami memastikan tas buatan kami harus memiliki disain yang istimewa. Soalnya, produk dengan harga mahal itu belum tentu lebih baik. Dengan pemilihan jenis bahan, warna dan disian yang baik, tas dengan harga murah bisa menjadi produk yang hebat,” kata Ayu berfilosofi.

Tetapi bukan hanya kualitas bahan dan disain saja yang penting. Ayu dan para karyawannya juga memiliki profesionalitas tinggi soal waktu pengerjaan. “ Pantang bagi kami melanggar deadline. Kami sangat menghitung waktu pembuatan produk sehingga pemesan jangan sampai kecewa. Kami memastikan tas dan seminat kits yang dipesan sudah siap sebelum acara tiba,”  katanya. Apakah pernah mengecewakan pemesan? “ Alhamdulillah belum pernah. Sebaliknya justru ada beberapa pemesan yang jadwal acaranya mundur padahal produk sudah siap kirim. Akibatnya pembayaran ikut mundur,” katanya. Bagaimana cara memesan?

Baca Juga  Langkah Awal Kebangkitan Desa

“ Silakan buka seminarbag.com, di situ sudah ada nomor kontak kami sekaligus beberapa disain yang bisa dijadika acuan model,” katanya. Seminarbag.com menerima pesanan dari seluruh Indonesia dengan jumlah minimal pemesanan 30 buah tas. “ Kami selalu ingin tas seminar menjadi ikon yang akan membuat acara seminar menjadi istimewa,” katanya.

Untuk memproduksi pesanan-pesanan yang datang, Ayu mempekerjakan empat penjahit. “ Tapi kami punya beberpa penjahit di luar yang sewaktu-waktu siap mengerjakan jika pesanan sedang banyak,” katanya. Jadi, berapa omzet dalam satu bulan? “ Ya sekitar Rp. 100 juta ya. Naik turun tergantung model tas yang dikerjakan,” kata Ayu. Alhasil, kini Ayu bisa menambah pendapatan rumah tangganya tanpa harus pergi keluar rumah sama sekali. Hampir semuaya dijalankannya secara online melalui Handphone.(aryadji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here