Sekarang Para Pembudidaya Ikan Kecil Bisa Dapatkan Asuransi

Sekarang Para Pembudidaya Ikan Kecil Bisa Dapatkan Asuransi

Berdesa.com – Ini kabar baik buat para pembudidaya ikan kecil yang selama ini sering didera kerugian akibat serangan wabah penyakit atau bencana. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Jaminan Perlindungan atas Risiko kepada Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam.

Peraturan Menteri ini berarti telah meresmikan berlakunya Program Asuransi Perikanan bagi Pembudidaya Ikan Kecil (APPIK) sehingga para nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam bakal terlindungi oleh asuransi sehingga mereka tidak perlu kawatir lagi terhadap serangan penyakit dan bencana alam. Program ini bahkan telah dicanangkan sebagai Program Prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Peluncuran Program Asuransi Perikanan bagi Pembudidaya Ikan Kecil (APPIK) ini secara simbolis diluncurkan Menteri Susi Pudjiastuti di Jakarta baru-baru ini. Kepada sejumlah awal media Menteri Susi menegaskan, asuransi perikanan ini diluncurkan sebagai langkah konkrit pemerintah melindungi pembudidaya ikan kecil yang selama ini tidak berdaya karen akegagalan produksi. Soalnya, selain serangan hama penyakit yangs eringkali sukar di antisipasi,  kegagalan juga sering terjadi akibat bencana alam.

Dengan diluncurkannya program asuransi ini maka para pembudidaya ikan kecil kini tak perlu kawatir lagi. Paling tidak ketika terjadi serangan penyakit dan bencana alam lalu terjadi produksi yang gagal, mereka masih bisa bertahan untuk memulai produksi yang baru berkat asuransi yang mereka ikuti. Namun Menteri Susi meminta agar program ini tidak membuat para pembudidaya menjadi terlena melainkan harus memacu kerja yang lebih keras lagi mencapai produksi yang lebih baik.

Program ini berjalan hasil kerjasama KKP dengan Otoritas jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). Pada prosesnya berjalannya nanti PT. Asuransi Jasa Indonesia ditetapkan sebagai perusahaan asuransi pelaksana didukung oleh konsorsium yang merupakan gabungan 8 (delapan) perusahaan asuransi (Ko-Asuransi) di Indonesia. “ Ini akan menjadi skema polis asuransi yang pertama kali di dunia,” kata Menteri Susi. Produk asuransi itu diberi nama Asuransi Usaha Budidaya Udang (AUBU) karena pada tahun 2017 kemarin masih difokuskan untuk budidaya udang/polikultur udang.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, asuransi ini diciptakan agar para pembudidaya ikan kecil menjadi terberdaya sehingga memiliki keberlanjutan usaha yang bisa terus digeluti,” katanya. Slamet Soebjakto berharap, ke depan lebih banyak pembudidaya yang memiliki usaha dengan teknologi sederhana bisa mendapatkan perlindungan asuransi ini.

Slamet menjelaskan, tahun 2017 lalu sebanyak 2.004 orang pembudidaya ikan kecil dengan luas lahan 3.300 hektar telah masuk dalam program ini dan mendapat covering. Jumlah itu tersebar di 14 provinsi mencakup 37 kabupaten/kota di Indonesia. Bentuk bantuan program ini berupa  pembayaran premi asuransi perikanan senilai Rp450.000 per hektar per tahun dengan manfaat pertanggungan hingga Rp15.000.000 per hektar per tahun. Untuk memenuhi nilai tersebut KKP mengalokasikan anggaran senilai Rp1,485 miliar di tahun 2017. Apa syarat untuk mendapatkan layanan asuransi ini?

Pembudidaya ikan kecil bakal menjadi peserta asuransi ini dengan syarat dirinya masuk dalam database kartu budidaya ikan (aquacard), terutama yang sudah tersertifikasi Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB). Juga bakal gampang mendapatkan asuransi ini jika merupakan pembudidaya ikan kecil dengan pengelolaan lahan kurang atau sama dengan 5 hektar serta menggunakan teknologi sederhana. (adji/berdesa/dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*