Enaknya Wajik Salak Hingga BUMDes Turut Serta Memasarkannya

0
588

BERDESA.COM – Wajik salak adalah produk Desa Wonokerto, sebuah desa di kaki Gunung Merapi yang tak hanya memiliki pemandangan elok Merapi yang menjulang, melainkan juga salahsatu pusat salak pondoh Yogyakarta yang kondang itu. Begitu melimpahnya salak sehingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) turun tangan untuk membantu para petani menjual salaknya.

Hawanya yang sejuk membuat salak pondoh tumbuh subur dan sehat di desa ini. Melengkapi keindahan desa yang juga memiliki beberapa obyek wisata alam hutan konservasi yang asri dengan beragam satwa dilindungi dan gua alami yang indah digunakan sebagai tempat ritual. Wajik salak adalah salahsatu produk desa yang juga menawarkan pesona kuliner khas Jogja.

Salak adalah salahsatu gantungan hidup warga desa ini. Begitu melimpahnya salak pondoh di Wonokerto sehingga warga lalu menciptakan beragam menu makanan dari buah berkulit mirip sisik ular itu. Wajik salak adalah salahsatunya.

Wajik salak dibuat dari daging buah salak pondoh asli. Caranya, salak dikupas dan dibuang isinya. Lalu salak dihaluskan dengan dicampur air hingga lumat. Salak halus itu lalu dicampur dengan gula pasir, gula merah, tepung ketan dan garam lalu diaduk hingga merata. Warna gula mereh bakal mendominasi warna sehingga adonan ini bakal berwarna cokelat tua. Adonan itu lalu dimasak hingga menjadi kental.

Baca Juga  Kuliner Belut: Pilih Kripik Belut atau Gulai Belut?

Setelah matang, wajik lalu dikemas dengan menggunakan kertas minyak berbentuk kristal dengan ukuran yang sama. Bentuknya beragam tetapi umumnya berbentuk bulatan-bulatan. Makanan ini mampu bertahan hingga minimal satu bulan jika dimasukkan dalam toples tertutup. Toples harus kembali ditutup tiap kali sehabis memakannya.

Cita rasa salak yang manis dengan sedikit asam membuat produk desa yang satu ini memiliki cita rasa yang unik. Cita rasa kenyal manis dan rasa salak membuat kuliner desa wajik salak segera merebut hati banyak orang. Maklum, wajik sendiri sudah menjadi makanan khas terutama orang Jawa sehingga ketika muncul rasa salak, banyak orang segera kepincut ingin mencicipi kuliner desa khas Sleman ini.

Dengan segera wajik salak menjadi salahsatu primadona bagi banyak orang yang berunjung ke Wonokerto. Selain awet, makanan ini sangat luwes disajikan untuk tetamu yang datang ke rumah kita atau sekedar menemani saat bersantai dengan keluarga. Satu lagi, karena salak pondoh berpusat di Sleman, salahsatunya Desa Wonokerto, maka wajik salak menjadi sangat khas dan menjadi duta kuliner bagi desa yang hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari puncak Merapi itu.

Baca Juga  Strategisnya UKM Jualan di Pasar Online

Awalnya, wajik salak hanyalah salahsatu jenis makanan turunan dari salak yang dikembangkan rombongan ibu-ibu di desa ini. Selain wajik, para ibu kreatif itu juga menciptakan rupa-rupa produk kuliner turunan salak seperti ceriping salak, minuman segar sari salak, geplak salak hingga kopi salak. Tetapi wajik salak rupanya memiliki daya pikat tersendiri sehingga diproduksi cukup banyak oleh para warga.

Melihat tingginya produktivitas sekaligus peminat wajik salak, BUMDes Wonokerto lalu turun tangan membantu warga membangun jalur pemasaran wajik salak. BUMDes merasa perlu turun tangan karena selama ini UKM pembuat produk kuliner desa ini tidak memiliki kemampuan menjual produknya ke pasar lebih luas. Kesibukan membuat beragam makanan membuat pengembangan pasar menjadi kendala buat para pembuat makanan.

BUMDes Wonokerto lalu mengambil inisiatif untuk mengusung wajik salak ke ranah pemasaran nan luas dengan menjualnya melalui pasar online www.usahadesa.com. Usahadesa.com adalah pasar online yang mengkhususkan diri menjual produk desa dan produk UKM berkualitas dan khas ke area pemasaran online yang luas tanpa batas.

Baca Juga  Kenapa Produk Desa Sangat Strategis Dijual Online, Begini Penjelasannya

Hasilnya, begitu masuk ke ruang pajang halaman jual Usahadesa.com, keberadaan wajik salak langsung memancing minat banyak orang. Jika dulu wajik salak hanya beredar di sekitar Desa Wonokerto, kini tidak lagi. Berkat BUMDes, wajik salak dikenal semua orang melali jagat maya, internet. Saat ini, BUMDes terus melakukan identifikasi untuk bisa mengusung produk kuliner lokal menuju pasar online yang terbula luas dan wajik salak hanyalah salahsatu pesona kuliner desa yang ditawarkannya. Anda tertarik mencicipnya?

Tak perlu jauh ke desa di kaki Merapi ini jika Anda terlalu jauh dari lokasi. Anda tinggal buka link www.usahadesa.com ini dan produk wajik salak sudah Anda dapatkan, langsung dari para penjualnya di Sleman Yogyakarta. Anda tinggal klik beli dan dalam beberapa hari saja kemasan Wajik Salak bakal mengetuk rumah Anda. Selamat enikmati. (aryadji/berdesa).

Foto: www.kueresep.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here