Rumah Pangan Lestari Bakal Jadi Prioritas Dana Desa 2018?

0
3679

Berdesa.com – Pangan adalah kebutuhan dasar yang dibutuhkan semua orang.Itulah yang membuat program ketahanan pangan menjadi penting karena akan menjamin pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Pada penggunaan Dana Desa 2018, pemerintah juga memasukkan pentingnya menjalankan program ketahanan pangan hingga ke rumah-rumah warga untuk menjamin ketersediaan kebutuhan pangan warga terutama pedesaan. Namanya Rumah Pangan Lestari, apakah itu?

Program Rumah Pangan Lestari ini dijalankan sebagai bentuk pelaksanaan Permendesa PDTT No. 19 Tahun 2017 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa 2018. Selain membangun negeri swasembada pangan melalui embung air desa, dana desa diminta mampu menciptakan ketahanan pangan warga desa dengan pemanfaatan lahan yang dimiliki warga desa untuk menghasilkan berbagai kebutuhan pangan yang bisa dikonsumsi warga desa sendiri.

Dana desa harus bisa mendorong warga memanfaatkan lahan-lahan potensial yang selama ini belum produktif untuk menghasilkan berbagai produk yang dibutuhkan keluarga seperti sayuran, perikanan dan sebagainya. Rumah Pangan Lestari bukan hanya dalam skala rumah per rumah melainkan didorong agar warga secara bersama-sama mengembangkan kawasan dalam lingkungan mereka secara  bersama mengembangkan berbagai program ketahanan pangannya sendiri.

Baca Juga  Inilah Tipologi dan Tugas Desa-desa di Indonesia 2018 Nanti

Jika dikembangkan dalam satu desa atau dusun/RT/RW maka akan menjadi sebuah Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Penambahan kata “kawasan” dibagian depan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa tujuan dari program ini tidak hanya sekedar rumah per rumah melainkan dikembangkan dalam skala lebih luas. Seperti apa bentuk kegiatan Rumah Pangan Lestari ini:

Berdasar Pedoman Umum Model KRPL yang dikeluarkan Kementerian tahun 2011, KRPL bertujuan:

  1. Memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan secara lestari dengan digunakan untuk berbagai kegiatan produktif
  2. Meningkatkan kemampuan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan diperkotaan maupun perdesaan untuk budidaya tanaman pangan, buah, sayuran dan tanaman obat keluarga (toga), pemeliharaan ternak dan ikan, pengolahan hasil serta pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos,
  3. Mengembangkan sumber benih/bibit untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan pekarangan dan melakukan pelestarian tanaman pangan lokal untuk masa depan, dan
  4. Mengembangkan kegiatan ekonomi produktif keluarga sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menciptakan lingkungan hijau yang bersih dan sehat secara mandiri.
Baca Juga  Inilah Perbedaan BUMDes dan Koperasi

Meski bukan program baru dan telah lama dikembangkan tetapi Kementerian Desa PDTT ingin kesadaran masyarakat bahwa ketahanan pangan sesungguhnya harus dimulai dari kawasan yang paling kecil yakni dari pekarangan rumah warga sendiri. Jika sebuah kawasan pemukiman warga menjalankan program ini maka berbagai kebutuhan pangan sehari-hari bakal mereka peroleh secara gratis karena tumbuh di halaman pekarangan mereka sendiri seperti buah-buahan, sayuran dan berbagai tanaman obat. Selain menciptakan efisiensi ekonomi yang besar cara ini juga bisa meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat karena mereka mengasupi dirinya dengan bahan-bahan yang alami dan dirawat sendiri.(dji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here