Roadshow BUMDesa di Sumbawa: Banyak Desa Belum Sadar Potensi Desanya

Roadshow BUMDesa di Sumbawa: Banyak Desa Belum Sadar Potensi Desanya

BERDESA.COM – Wacana pendirian Badan Usaha Milik desa (BUMDesa) sebagai formula memajukan desa dengan potensi dan aset desa sendiri, terus menguat. Banyak desa berhasil mengentaskan persoalan-persoalan layanan dasar warganya berkat BUMDesa. Namun sebagian lain masih berjibaku merumuskan kekuatan untuk berdiri dan melahirkan BUMDesa-nya. Tak bisa pula dipungkiri pula banyak desa gagal menjalankan program ini.

Itulah beberapa wacana yang mencuat dalam BUMDesa Roadshow yang dihelat kerjasama antara Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK), sebuah lembaga yang didanai Pemerintah Australia untuk mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pelayanan, IRE Yogyakarta, PT Usahadesa Sejahtera dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, akhir November lalu.

Acara ini membahas berbagai hal mengenai pendirian BUMDesa, tantangan dan bagaimana desa-desa berhasil melahirkan BUMDesa yang produktif. Beberapa desa diundang sebagai peserta dan menggali bersama-sama berbagai persoalan yang dihadapi desa-desa dalam proses membangun BUMDesa di desanya.

Ichsan, salahsatu peserta dari Desa Buer, Kecamatan Plampang, Sumbawa, menyatakan, sebagai Direktur BUMDesa dirinya mendapat banyak masukan dan ide baru pengembangan BUMDesa yang sudah beberapa tahun dia kelola. “ Yang saya pahami selama ini BUMDesa itu utamanya ya mendorong permodalan melalui unit usaha simpan-pinjam,” katanya.

Setelah bertemu dengan BUMDesa lain dan berdiskusi dalam forum roadshow itulah Ichsan mendapatkan banyak pandangan baru. “ Ternyata BUMDesa sebenarnya bisa dikembangkan menjadi banyak sekali bentuk dan bisa menciptakan produktivitas masyarakat desa sesuai potensi desa masing-masing,” katanya. “ Terutama materi mengenai beragam usaha yang bisa dilakukan BUMDesa yang disampaikan pembicara dari Usahadesa. Saya baru tahu bahkan BUMDesa bisa membangun pemasaran online dengan hanya bermodal pemetaan potensi produk desa. Ini penting sekali buat BUMDesa seperti kami,” kata dia. ichsan mengungkapkan, acara ini membuatnya menjadi sadar potensi desanya bisa mendatangkan kesejahteraan jika dipasarkan secara luas. ” Warga desa saya punay produk madu Sumbawa asli hutan yang sangat berkualitas tapi selama ini kami bingung cara memasarkannya,”ujarnya.

PT Usahadesa adalah salahsatu lembaga yang mendapatkan porsi untuk berbicara mengenai peluang ekonomi desa berbasis internet yang saat ini sangat bisa dikembangkan di desa-desa. Mohammad Najib, Managing Director Usahadesa sekaligus pembicara pada forum itu menjelaskan mengenai besarnya peluang pasar online bagi produk desa. “ Selama ini warga desa-desa menganggap internet itu rumit, padahal saat ini bahkan seorang pemuda desa hanya bermodal smartphone saja bisa menciptakan perubahan ekonomi di desanya,” ujar Najib.

Usahadesa Sejahtera adalah sebuah perusahaan berkantor di Yogyakarta yang mengkhususkan diri membantu desa-desa di seluruh Indonesia untuk bisa memasarkan produk desa. Perusahaan social ini membangun pasar online bernama www.usahadesa.com tempat semua orang bisa menjual produk desa, UKM dan beragam produk asli Indonesia. Usahadesa juga memiliki portal berita mengenai wacana pedesaan untuk membantu warga desa memahami dahsyatnya peluang memajukan desa melalui BUMDesa, pemasaran online dan sebagainya dengan nama www.berdesa.com.

Roadshow yang digelar akhir November itu bakal berlanjut ke kota lain di Indonesia untuk mendapatkan pemetaan masalah sehingga muncul rumusan mengenai apa saja dukungan yang dibutuhkan desa untuk bisa melahirkan, menjalankan sekaligus mengembangkan BUMDesa-nya.(aryadji/berdesa)

Foto: Berdesa.doc

Baca juga: Banyak Desa Belum Tahu Peluang Pengembangan Bumdesa

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*