Punya Kamar Nganggur? Yuk Bisnis Homestay

Punya Kamar Nganggur? Yuk Bisnis Homestay

BERDESA.COM – Ini adalah peluang usaha bagi orang-orang yang tinggal di perkotaan atau desa-desa wisata. Saat ini orang-orang yang pergi ke luar kota tidak melulu memilih hotel sebagai tempat menginap. Bermalam di kamar milik warga, bercampur dengan pemilik rumah adalah sebuah tren yang sedang banyak digandrungi para wisatawan dan orang-orang. Apa hebatnya menginap di kamar sewaan?

Pertama, tarif hotel yang mahal membuat orang tak terlalu tertarik. Jelas, ada banyak orang yang akan memilih tempat yang lebih murah. Kedua, tingal di rumah warga meiliki sensasi sendiri karena akan menambah teman kenalan dan pengalaman-pengalaman baru bagi si pengguna layanan. Bdningkan dengan hotel yang hanya memberikan layanan kamar semata.

Menginap di kamar yang disewakan juga bakal memberikan sensasi kuliner karena mencicipi makanan buatan para ibu yang akan menyajikan masakan tradisional. Ini berbeda dengan makanan dan minuman hotel yang harganya bakal membuat kantung langsung kering sekali kunyah. Di homestay, selain citarasa lokal, harganya juga tak bakal menguras kantung. Perbandingannya kira-kira, sepiring nasi goreng di hotel Bintang 4 sekitar Rp. 70 ribu, menginap di rumah warga bakal seperspuluh harga itu jika dijumlahkan dengan harga menginap.

Tapi bagaimana memasarkan kamar kosong di rumah kita? Anda bisa memasang iklan melalui media sosial. Tetai bakal sangat efektif jika memasangnya di website pelayanan homestay yang kini bertebaran di dunia maya. Ada banyak layanan wisata dan penginapan yang menjualkan jasa informasi seperti ini. Terutama di daerah-daerah wisata.

Hanya saja, untuk menjadi tempat yang layak sebagai tempat menginap maka ruangan harus bersih dan rapi, suasana rumah Anda juga musti bersih dan rapi. Sikap Anda sebagai tuan rumah haruslah ramah dan menyenangkan. Jangan lupa kebersihan toilet Anda Soalnya, toilet menjadi pemegang kunci tertarik dan tidaknya orang menginap di tempat kita.

Tarid yang dipasang pun janganterlalu mahal. Misalnya, menginap semalam untuk satu kamar berisi 2 orang cukup dengan membayar Rp. 150 ribu sudah termasuk dengan sarapan pagi. Kalau tarifnya kemahalan, mereka pasti memilih stay di hotel.Apakah usaha seperti ini sudah berjalan?

Jangan salah, sebuah perusahaan bernama AirBandB adalah perusahan penyedia informasi jaringan kamar yang bisa menjadi tempat menginap. Dahulukala didirikan dua orang yang kebingungan mencari tempat menginap yang murah dan aman di NewYork. Kini, perusahaan ini telah memiliki jaringan penginapan di 800 kota di seluruh dunia.

Jaringan usaha homestay mulai merebak di kota-kota seperti Yogyakarta. Sebagai kota wisata Yogyakarta memiliki peluang yang luar biasa dalam bidang homestay. Kini banyak rumah-rumah di pedesaan di Yogyakarta yang menyewakan kamar atau rumah sebagai homestay. Salahsatunya Rumah Budaya Tembi, sebuah temat menginap yang sangat menyenangkan di Desa Bangunharjo, Sewon, Bantul. Bagaimana dengan desa atau lingkungan tempat tinggal Anda?(arydjihs/berdesa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*