Program ‘Bekerja’, Tiap Rumah Dapat Ayam atau Kambing

0
371

BERDESA.COM – Departemen Pertanian meluncurkan Program Bedah kemiskinan Rakyat Sejahtera alias ‘Bekerja’. Resmi beroperasi 23 April 2018 lalu, program ini dimaksudkan untuk menekan angka kemiskinan hingga di bawah 10 persen pada 2018 ini. Bekerja masuk dalam jenis Program Padat Karya berbasis Pertanian. Seperti apakah programnya?

Program Bekerja ini dibagi dalam tiga kategori yakni jangka pendek, menengah dan panjang. Dalam jangka pendek Dinas Pertanian akan membantu warga untuk bisa mengembangkan tanaman seperti sayur yang bisa dipanen dalam tiga bulan. Untuk jangka menengah, Departemen Pertanian akan memberikan ayam dan kambing untuk dipelihara warga. Ayam dan kambing dipilih karena dalam enam bulan ditargetkan ayam akan sudah bertelur sehingga bisa menjadi tambahan pendapatan dan gizi keluarga.

Program ini akan dilakukan di 1000 desa di 100 kabupaten se-Indonesia dan ditargetkan bakal mampu menurunkan angka kemiskinan di daerah pedesaan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah orang miskin di Indonesia saat ini mencapai 10,12 persen alias 26,58 juta orang pada Septeber 2017. Angka ini sudah turun dibanding periode sebelumnya yakni September 2016 yang mencapau 10,96 prsen (27,73 juta orang). Sementara jumlah Rumah Tangga Miskin saat ini mencapai 3,6 juta.

Baca Juga  Dana Desa 2018 Bakal Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja Baru

Data yang diperoleh Berdesa.com menyebut, rencananya Program Bekerja bakal memberikan 50 ekor ayam tiga ekor kambing/domba, lima ekor kelinci beserta kandang dan pakan selama 6 bulan. Bukan itu saja, pemerintah juga bakal memberikan dua hingga tiga batang bibit manga atau manggis atau bisa juga durian dan papaya. Juga memberikan dua hingga tiga batang bibit kopi atau kakao atau pala atau lada serta memberikan 10 bibit cabai atau bawang merah. Berbagai bantuan ini akan diberikan pada kalangan Rumah Tangga Miskin yang tersebar di berbagai kabupaten. Saat ini Kementan sedang fokus menyiapkan 10 juta ekor ayam yang akan dibagikan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, program ini telah disiapkan dengan memperhatikan persoalan agro-cilamet, kultur tanaman serta keunggulan komparatif yang dimiliki masing-asing daerah yang mendapatkan bentuan “ Program ini dirancang untuk mewujudkan klaster ekonomi yang fokus sehingga bisa menopang  skala industri di daerah,” kata Amran.

Untuk memastikan program ini tidak salah sasaran, Kementan telah membentuk tim khusus yang akan langsung turun ke lapangan untuk. Beberapa provinsi yang disasar program ini adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa barat, Banten, Sumsel, Lampung, Kalimantan Seltan dan Sulawesi Selatan.

Baca Juga  Cara Mendapatkan Bantuan Revitalisasi Desa Adat

Departemen Pertanian tidak main-main dalam hal penetapan calon penerima bantuan. “Kementan fokus pada mereka-mereka yang memang butuh bantuan dan kami telah mengantungi nama-nama itu. Nama-nama ini sudah kami dapatkan secara by name maupun by address,” kata Amran.(aryadji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here