Deretan Produk Desa Donokerto Sleman, Siap-siap Nge-Online

Salak pondoh dari Jogja siap bersaing di pasar online

BERDESA.COM – Idenya sederhana, hasilnya luar biasa. Begitulah suasana pameran produk UKM di Desa Donokerto, Ngaglik, Sleman, yang dihelat Minggu (17/4) lalu. Berlangsung di balai desa, 16 dusun di desa itu menggelar stand masing-masing dan menyajikan produk-produk andalannya. Hasilnya, luar biasa, ternyata tiap dusun memiliki beraneka rupa produk yang bisa didorong menjadi produk UKM siap bersaing di pasar nasional.

Liputan Berdesa.com di arena acara mengungkap, setidaknya ada 40 jenis produk terutama kuliner desa yang dipajang dengan rupa-rupa jenis di sana dan khas desa ini. Sebagian besar makanan itu diolah dari sumber utama buah salak dan melon, dua jenis buah yang memang banyak terdapat di siini. Mulai dari dodol salak, manisan, roti, kopi, cokelat, sirup, kecap, keripik, dan lain-lain. Ada juga abon lele, tepung, dan lainnya lagi. Meski hanya dihasilkan sebuah desa tapi suasana dan ragam produk yang dipamerkan sungguh tak kalah dengan acara pameran besar yang banyak digelar di kota.

Kepala Desa Donokerto Waluyo Jati kepada Berdesa.com menyatakan, produk-produk itu sebagian besar dihasilkan warga desanya secara berkelompok. “ Produk-produk ini lahir dari tangan kelompok ibu-ibu dan mereka memasarkan sendiri aneka produk makanannya di area desa sekitar dan kota Jogja,” katanya. Pameran ini digelar untuk mengundang lebih banyak orang agar tertarik dengan produk-produk UKM di desa yang dipimpinnya. “ Pemerintah desa siap membantu melalui BUMDes jika muncul peluang-peluang pasar yang luas dan membutuhkan dukungan modal dan sebagainya,” katanya.

Harapan yang sama disampaika salahsatu peserta pameran Isbani. Ia menyatakan, kelompok ibu-ibu di kampungnya ingin produk-produk buatan mereka masuk ke pasar yang lebih luas. “ Untuk produksi besar-besaran, selama ini kami lebih sering menunggu pesanan dulu baru memproduksi. Hari biasa ya hanya memproduksi untuk pasar sekitar desa dan sebagian toko-toko oleh-oleh di Jogja,” katanya.

Untuk mendapatkan pasar yang bagus dan bersaing dengan desa-desa lain, para ibu ini juga melakukan berbagai terobosan dengan terus mencari formula melahirkan produk baru. “ Baru-baru ini kami meluncurkan produk geplak salak. Jadi makanan manis dengan rasa salak yang khas. Kami sedang berinovasi agar bisa mendapatkan formula yang paling enak sekaligus tahan lama agar bisa dijadikan oleh-oleh khas desa kami,” ujar Isbani. Selama ini makanan geplak lebih dikenal sebagai makanan khas Kabupaten Bantul, sehingga kelompok ibu-ibu ini berharap geplak salak akan menambah deretan makanan khas Jogja yang baru.

Pucuk dicinta ulam tiba, keinginan merambah pasar lebih luas yang diharapkan warga desa ini akhirnya mempertemukan mereka dengan www.usahadesa.com, sebuah pasar internet yang mengkhususkan diri menjual produk UKM dan produk desa. Visi yang sama membuat dua kelompok produsen yang sebagian besar kuliner itu segera membangun kesepakatan untuk membangun proses mengusung produk-produk mereka ke ranah online.

Perwakilan www.usahadesa.com Mohammad Najib menyatakan, untuk mempercepat laju berbagai produk memasuki pasar online melalui Usahadesa, pihaknya menyiapkan paket pelatihan bagi para UKM maupun pemuda setempat. “ Kami memilik program pelatihan untuk memberikan pemahaman pada para pelaku UKM agar segera bisa masuk ke Usahadesa.com. Kami juga akan mendorong lahirnya Desapreneur di desa setempat,” ujar Najib.

Desapreneur adalah seorang warga desa atau siapapun yang memiliki kepedulian untuk mengembangkan perekonomian desa. Desapreneur memiliki kemampuan mengidentifikasi produk yang layak jual di internet dan melakukan serangkaian proses sehingga produk itu memiliki kualitas dan bisa dijual melalui online. “ Siapapun bisa menjadi Desapreneur, kami membuka pendidikan Desapreneur tiap Selasa dan Kamis pukul 14.00 – 16.00 WIB di kantor kami di Jl. Samirono No. 7 Yogyakarta. Yang jauh dari Jogja bisa akses berbagai informasi mengenai Desapreneur melalui www.berdesa.com,” kata Najib. (dji-1)

Foto: www.kontan.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*