Potensi Desa Pertanian di Industri 4.0

0
1248
Potensi Desa Pertanian di Industri 4.0

Pertanian saat ini dianggap sebagai bidang bisnis yang kurang menarik bagi mayoritas kalangan muda, oleh karena itu seringkali dilihat yang menggarap area pertanian adalah orang tua. Hal ini tentu dianggap wajar bagi mereka yang hanya melihat bidang bisnis ini sebagai bisnis yang berkotor-kotor dan melelahkan, namun apabila ditilik lebih jauh lagi bisnis pertanian ini memiliki potensi yang sangat besar dan tahan lama.

Disebut berpotensi besar karena hasil-hasil dari pertanian ini merupakan produk-produk yang memang sangat dibutuhkan oleh banyak orang sehingga dengan peningkatan dan pengelolaan yang baik maka akan dihasilkan  yang berkualitas dan makin dapat diserap pasar yang lebih besar lagi.

Sedangkan bisnis pertanian dikatakan bisnis yang tahan lama karena produk-produk pertanian ini sebagian besar adalah produk kebutuhan dasar manusia seperti beras, jadi selama masih ada manusia di muka bumi ini maka kebutuhan dan permintaan akan produk pertanian akan selalu ada.

Saat ini seluruh dunia memasuki era industry 4.0 ditandai dengan makin tingginya kebutuhan akan teknologi informasi serta internet di segala aspek kehidupan masyarakat, kondisi ini bisa menjadi peluang atau tantangan bagi industri pertanian atau desa sebagai area dimana industri pertanian berada.

Baca Juga  Tips Pemasaran Produk Hasil Pertanian

Peluang yang dimaksud adalah dengan transformasi dalam pengolaahan secara tradisional ke penerapan teknologi pertanian dalam pengolahannya bisa meningkatkan jumlah dan kualitas pertanian tersebut yang tentu saja akan berimbas pada roda perekonomian di desa tersebut. Sedangkan disebut sebagai tantangan dikarenakan dalam penggunaan teknologi perlu didukung oleh sumber daya manusia yang mampu menggunakannya dengan baik.

Oleh karena itu dibutuhkan keterbukaan dan kemauan sumber daya manusianya sendiri supaya mampu menyerap dan menguasai informasi terkait penggunaan teknologi tersebut. Hal ini juga tidak terlepas dari peran serta pemerintah untuk memberikan sarana pelatihan, permodalan serta pendampingan.

Saat ini di Indonesia sudah bergulir program Dana Desa yang diselenggarakan pemerintah pusat, program yang difokuskan untuk pengembangan potensi dan ekonomi di desa. Ini merupakan sebuah angin segar bagi desa pertanian, dengan adanya perhatian dan bantuan pemerintah, maka pengembangan industri pertanian di desa dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan target-target yang telah ditetapkan. Ada beberapa potensi-potensi bisnis pertanian yang bisa dikembangkan di desa seuai dengan potensi-potensi masing-masing desa, beberapa diantaranya adalah :

  1. Pertanian organik
Baca Juga  Mohammad Najib Buka Rahasia BUMDes di Bumi Minang

Dewasa ini kebutuhan akan bahan pakan yang sehat dan bebas bahan kimia semakin besar seiring dengan meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat khususnya di perkotaan, kondisi itu bisa menjadi peluang untuk membuat dan mengembangkan pertanian organik.

Pertanian organik identik dengan penggunaan bahan-bahan alami dalam pengolahannya sehingga menghasilkan produk yang segar dan bebas bahan kimia. Dengan pengembangan di sketor ini maka akan tercipta simbiosis mutualisme antara desa sebagai penghasil tanaman organik dengan kota sebagai target pasar tanaman organik ini.

  1. Pertanian Hidroponik

Bagi desa yang memiliki lahan yang kurang layak untuk ditanami produk pertanian, maka pertanian hidroponik bisa menjadi alternatifnya, karena pertanian secara hidroponik ini hanya mengandalkan arus air dan lahan yang tidak terlalu luas.

Namun kekurangan dari pertanian hidroponik ini adalah jenis tanaman tertentu saja sehingga pasar dari pertanian hidroponik ini terbatas, namun hal itu bisa disiasati dengan mengkombinasikan pertanian reguler, organic dan hidroponik dengan memanfaatkan lahan yang ada. Untuk pasarnya tentu saja akan lebih luas apalagi tunjang dengan internet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here