Pilihan Kuliner Street Food: Siomay

0
439
Pilihan Kuliner Street Food Siomay
Pilihan Kuliner Street Food Siomay

BERDESA.COM – Siomay pada mulanya adalah makanan yang berasal dari Tiongkok. Makanan ini dibawa oleh pedagang-pedagang dari tiongkok yang disajikan sebagai makanan rumahan. Di negeri asalnya, siomay ini dibuat dari daging babi yang dicincang dan kemudian dibungkus dengan kulit pangsit, disajikan bersama-sama makanan lain untuk makan pagi (dimsum) atau sambil minum teh (Yam Cha). Siomay made in Indonesia tentu berbeda dan mengalami modifikasi sesuai selera masyarakat yang mayoritas Muslim. Siomay yang banyak dijual di pinggir jalan maupun dijajakan keliling atau warung siomay adalah siomay berisi ikan tengiri.

Tak dapat dipungkiri, banyak sekali orang menyukai siomay. Siomay adalah jajanan street food yang enak dan harganya juga relatif murah. Siomay mempunyai bahan dasar dari beberapa jenis sayuran yang diberi sambal kacang. Tetapi sebenarnya yang dinamakan siomay adalah aci atau tepung kanijnya. Aci yang biasa dimakan, itulah yang disebut sebagai siomay. Biasanya dimasukkan ke dalam tahu, pare atau kol. Salah satu daerah di Indonesia yang terkenal dengan siomay-nya adalah Bandung, Jawa Barat.

Baca Juga  UKM Jahe Herbal Karya Tunanetra

Siomay Kang Otong

Siomay Asli Bandung : Siomay Kang Otong
Foto : siomaybandungaslikangotong.blogspot.com

Kreativitas dan kegigihan adalah kata kunci dalam mengelola dan mengembangkan sebuah usaha. Dua kata itu pula yang menjadi senjata paling ampuh dalam menghadapi ketatnya persaingan di dunia bisnis. Maka tak heran banyak orang kreatif namun mudah menyerah dan kalah ketika usahanya dihantam berbagai masalah dan banyak pula orang yang bermodal nekad tetapi usahanya tidak berkembang karena kurangnya kreativitas.

Dua kata itulah yang menjadi kunci keberhasilan Akhlis Mukhidin saat mengawali bisnis Siomay Asli Bandung yang ia beri nama “Siomay Kang Otong.” Tentu saja siomaynya bukan siomay biasa. Ia menciptakan kreativitas baru dari produk makanan khas Priangan ini. Dengan modal awal yang ia pinjam dari pamannya sebesar Rp2juta, ia membangun keberanian lagi untuk memulai bisnis. Ia membuka  usaha warung siomay di sebuah garasi kecil ukuran 3 x 5 meter, sambil menyelesaikan kuliahnya di Jurusan Musik, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.

Selain menciptakan brand baru, Akhlis juga mengubah gerainya menjadi lebih rapi, lebih modern dan higienis. Menu-menu baru juga ia ciptakan, jika biasanya siomay yang banyak dijual di pasaran hanyalah Siomay Ikan Tenggiri, Akhlis bereksplorasi dengan menyediakan menu Siomay Ikan Tuna, Siomay Ikan Hiu, Siomay Ikan Cucut hingga Siomay Udang. Selain itu Akhlis juga mengubah sistem bisnis dan cara pengembangannya. Ia mulai mengembangkan kemitraan outlet siomaynya dengan orang lain. Perubahan-perubahan inilah yang secara cepat membuat Siomay Kang Otong miliknya memperoleh perhatian dari pelanggan dan penikmat siomay.(bd01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here