Pesona Baru Desa Wisata di Dlingo, Pemandangan Menakjubkan Malam Hari

Pesona Baru Desa Wisata di Dlingo, Pemandangan Menakjubkan Malam Hari

BERDESA – Pesona obyek-obyek wisata di desa-desa wisata Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta, terus memancar. Ternyata, deretan obyek wisata hutan pinus yang berbukit-bukit itu memiliki pemandangan luar biasa di malam hari. Gemerlap bintang di angkasa, terasa jauh lebih dekat dan benderang di tempat-tempat ini.

Belum banyak yang tahu pesona ini. Soalnya, ribuan pengunjung yang membanjiri tempat ini sebagian besar hanya tahu pemandangan elok alam membentang di siang hari. Apalagi tren berfoto dengan ponsel memang lebih afdol dilakukan siang hari.

Tetapi jangan salah, beberapa bulan terakhir muncul tren baru wisata yakni malam hari. Maka jangan kaget, jalan utama kecamatan Dlingo yang beberapa tahun lalu sunyi senyap kini mulai hidup 24 jam. Jalan yang menghubungkan Patuk-Dlingo-Imogiri yang selama bertahun-tahun  diyakini memiliki banyak titik angker itu layaknya jalanan di dekat kota saja, tiap beberapa detik motor melesat, bahkan di tengah malam sekalipun. Kisah seram yang selama ini menghuni kepercayaan sebagian orang, sudah terlupa begitu saja.

Para wisatawan malam hari umumnya anak-anak muda. Biasanya mereka adalah anak-anak penyuka petualangan dan tantangan alam. “ Tiap malam selalu ada yang mendirikan tenda dan bermalam di sini,” ujar Sumar, salahsatu pengurus obyek wisata Hutan Pinus Pengger. Pengger adalah salahsatu obyek hutan pinus yang memiliki beberapa spot memukau yang akan membuat siapa saja bakal bisa melihat hamparan kota Jogja dari atas.

Malam hari menjadi sangat istimewa di Pengger karena kota Jogja menjelma seperti lautan lampu warna-warni.” Menakjubkan, melihat lampu-lampu bertebaran kota Yogyakarta dan bintang-bintang di langit membuat kita seperti melihat dua langit atas-bawah,” kata Novia, salahsatu pengunjung Pengger kepada Berdesa. Novia datang malam-malam ke obyek wisata ini bersama rombongan teman-teman kampusnya. “ Kami pingin membuat foto malam hari. soalnya, beberapa teman yang sudah datang ke sini malam hari menunjukkan foto malam hari, keren sekali. Ternyata suasananya juga sangat istimewa,” katanya.

Malam bukan berarti tak hebat buat berfoto. Puluhan anak muda bergiliran dengan tertib di beberapa spot foto yang disediakan obyek wisata Pengger.  Tata cahaya lampu menjadi bantuan yang sangat berperan bagi para penggemar foto selfi malam hari dan para pengurus wisata di Pengger sejak awal menyadari itu.

Tak hanya Pengger saja. Obyek Puncak Becici, Lintang Sewu, Pinus Asri juga mulai ramai didatangi para penggemar wisata alam malam hari. Di tempat-tempat ini, tenda-tenda berdiri di bawah pohon-pohon pinus.

Perkembangan wisata yang unik ini bukan hanya menciptakan tren baru yang jarang ada di tempat lain. Soalnya, umumya obyek wisata hanya ramai pada siang hari. Sementara deretan wisata hutan pinus di desa-desa di Kecamatan Dlingo ini malah sebaliknya, semakin hari semakin ramai saja dikunjungi.

Kalvin, mahasiswa asli Lampung, salahsatu pengunjung di Puncak Becici mengungkapkan, malam hari menyuguhkan beberapa pesona yang tak bakal didapat di siang hari. “ Malam hari suasana alami sangat terasa karena tak banyak orang sehingga kesunyiannya terasa. Suara desau dedaunan pinus juga sangat mistis, menciptakan pesona tersendiri,” kata Kelvin yang datang bersama dua temannya dan mengaku sudah beberapa kali camping di tempat-tempat ini.

Salahsatu pengurus obyek wisata Puncak Becici, Gandi menyatakan, para pengurus di beberapa obyek wisatasaat ini sedang mengembangkan berbagai fitur menarik yang bakal membuat para pengunjung wisata malam hari mendapatkan layanan menarik. “ Misalnya kami mulai menciptakan beberapa materi kuliner yang bakal membuat wisata di obyek-obyek ini memiliki tawaran-tawaran menarik bagi para wisawatan malam hari,” katanya. Maka kini, kawasan wisata Dlingo terus mengembang menjadi obyek wisata yang juga ramai di malam hari.(aryadjihs/berdesa)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*