Pertukaran Kepala Desa Indonesia-Malaysia Sedang Dijajaki

Pertukaran Kepala Desa Indonesia-Malaysia Sedang Dijajaki

BERDESA.COM – Seperti apa situasi desa di Malaysia, sebentar lagi bakal diketahui para kepala desa di Indonesia. Soalnya Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi (PDTT) berencana melakukan kerjasama pertukaran kepala desa antara Indonesia-Malaysia.

Saat ini Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo sedang menjajaki upaya menuju kesana. Penjajakan dilakukan Menteri desa bersama Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana. Mereka bahkan sudah bertemu dengan Menteri Kemajuan Luar Banda dan Wilayah, Dato Sri Ismail Sabri bin Yaqub di Kantor Parlimen Malaysia, pekan lalu.

Jika rencana ini berjalan maka Indonesia akan mengirim kepala desa ke Malaisya dan sebaliknya. Pertukaran ini dilakukan agar kepala desa dari kedua negara bisa melakukan tukar pengalaman satu sama lain dalam kontek mengelola desa. Malaysia sendiri secara total memiliki 17 ribu desa sedangkan Indonesia sebanyak 74 ribu desa.

Kepada awak media Menteri Desa menyatakan, secara umum desa-desa di Malaysia lebih maju dari Indonesia teerutama soal pengelolaan administrasi. Keunggulan desa di Malaysia lainya adalah, desa-desa di negeri itu program de-urbanisasi alias mencegah para pemuda desa pergi ke kota. Bahkan menarik lagi warga desa yang tinggal di kota untuk kembali ke desa.

Baca Juga  Indonesia-Malaysia Sepakat Kembangkan Desa-desa Wilayah Perbatasan

Namun begitu Indonesia juga unggul karena memilik Program Dana Desa yang memberikan wewenang desa mengembangkan sendiri potensi yang dimilikinya dengan menggunakan asset yang ada serta daa pemerintah sebagai modal. Dana desa adalah salahsatu program yang banyak menarik perhatian berbagai negara termasuk Malaysia.

Apa saja yang akan dilakuka kepala desa di Malaysia? “ Itu sedang dibahas di tingkat Dirjen. Dirjen-lah yang tahu apa saja yang akan dilakukan para kepala desa soalnya hal itu juga sesuai dengan kebutuhan masing-masing desa,” ujar Eko Putro Sandjojo.  Kementerian sendiri belum bisa memastikan mengenai pelaksanaan program ini karena masih dalam penjajakan. Belum ada pula gambaran mengenai kriteria kepala desa seperti apa yang bakal lolos dalam rencana ini.

Yang pasti Kementerian berharap program ini bisa berjalan karena bakal memberikan dampak yang cukup banyak bagi desa-desa di Indonesia yang kepala desanya turut mengikuti program pertukaran ini. Soalnya dengan pergi ke Malaysia dan terliat langsung kegiatan sehari-hari warga desa di sana maka kepala desa dari Indonesia akan belajar banyak mengenai bagaimana negeri jiran itu membangun desanya sehingga rata-rata lebih maju daripada Indonesia.

Baca Juga  Telah Lahir Forum BUMDes Indonesia, Jembatan Komunikasi AntarBUMDes se-Indonesia

Program pertukaran ini sangat dimungkinkan bakal pula memunculkan banyak kemungkinan kerjasama bisnis, usaha karena para kepala desa kedua negara bakal tahu potensi dan kebutuhand desa-desa baik desa di Malaysia maupun desa di Indonesia. Kerjasama dalam bidang ekonomi adalah salahsatu yang dharapkan Kemendesa. Bagaimana menurut Anda?(adji/berdesa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*