Permendesa Tentang Jenis Usaha BUMDesa

1
1402
Permendesa Tentang Jenis Usaha BUMDesa
Permendesa Tentang Jenis Usaha BUMDesa

BERDESA.COM – Bagi BUMDesa yang baru berdiri tentu harus memahami Permendesa dengan baik. Jenis-jenis usaha yang dapat dikembangkan oleh BUMDesa harus menyesuaikan dengan kebutuhan dan potensi di desa serta peluang pasar yang menjanjikan. Sehingga unit usaha tersebut mampu memberikan keuntungan bagi BUMDesa melalui nilai tambah ekonomi dan pasar dari bisnis tersebut.

Klasifikasi jenis usaha BUMDesa menurut Permendesa No. 4/Tahun 2015 yang dapat dipilih dan dikembangkan meliputi (1) bisnis sosial sederhana yang memberikan pelayanan umum kepada masyarakat, (2) bisnis penyewaan barang, (3) usaha perantara yang memberikan jasa pelayanan kepada warga, (4) bisnis yang berproduksi dan/atau berdagang barang-barang tertentu, (5) bisnis keuangan yang memenuhi kebutuhan usaha-usaha skala mikro, dan (6) usaha bersama sebagai induk dari unit-unit usaha yang dikembangkan masyarakat Desa. Keenam klasifikasi jenis-jenis usaha tersebut dapat dipilih oleh BUMDesa sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang ada di masing-masing desa. Jenis-jenis usaha dalam klasifikasi ini jika dikembangkan oleh BUMDesa memiliki daya ungkit ekonomi bagi masyarakat yang besar.

Baca Juga  Enam Tipe BUMDesa, Yang Mana BUMDesa-Mu?

Jika BUMDesa menjalankan bisnis keuangan maka usaha ini juga merupakan upaya menghubungkan warga yang memiliki kelebihan dana dengan warga yang membutuhkan dana. Walaupun tidak ada pantangan untuk memberikan kredit konsumsi tetapi seyogyanya lembaga keuangan ini lebih memprioritaskan kredit untuk kebutuhan produktif. Beberapa contoh usaha yang bisa dijalankan BUMDesa, antara lain:

Pertama, bisnis sosial (social business) sederhana yang memberikan pelayanan umum (serving) kepada masyarakat dengan memperoleh keuntungan finansial. Sebagai contoh unit usaha dalam BUMDesa dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan teknologi tepat guna, yang meliputi: air minum Desa; usaha listrik Desa; SPBU Desa, lumbung pangan; dan sumber daya lokal dan teknologi tepat guna lainnya. Kedua, bisnis penyewaan (renting) barang untuk melayani kebutuhan masyarakat Desa dan ditujukan untuk memperoleh Pendapatan Asli Desa, misalnya menjalankan kegiatan usaha penyewaan alat pesta dan gedung pernikahan.

Ketiga, usaha perantara (brokering) yang memberikan jasa pelayanan kepada warga. Kegiatan usaha perantara yang dapat dikembangkan misalnya: jasa pembayaran listrik, jasa penyaluran pupuk bersubsidi, dan jasa lainnya. Keempat, bisnis yang berproduksi dan/atau berdagang (trading) barang-barang tertentu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun dipasarkan pada skala pasar yang lebih luas.  Sebagai contoh kegiatan usaha produksi misalnya pabrik es; pabrik pupuk organik, produksi daur ulang sampah dan lain sebagainya.

Baca Juga  Pentingnya Idealisme dalam Menjalankan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa)

Kelima, bisnis keuangan (financial business) yang memenuhi kebutuhan usaha-usaha skala mikro yang dijalankan oleh pelaku usaha ekonomi Desa yang dapat memberikan akses kredit dan peminjaman yang mudah diakses oleh masyarakat Desa. Keenam, usaha bersama (holding) sebagai induk dari unit-unit usaha yang dikembangkan masyarakat Desa baik dalam skala lokal Desa maupun kawasan perdesaan, misalnya Desa Wisata yang mengorganisir rangkaian jenis usaha dari kelompok masyarakat.(bd03)

Baca juga : Jangan Korupsi Dana Desa

Tips : Mendirikan dan Membangun BUMDesa

BUMDesa

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here