Perkenalkan Mahesa: Mobil Asli Indonesia untuk Genjot Ekonomi Desa

1
1733

Berdesa.com –  Masih ingat mobil Esemka yang sempat membahana beberapa waktu lalu? Meski isu mengenai mobil buatan Klaten itu menghilang kemudian tetapi semangat melahirkan mobil asli negeri sendiri sedang terus diperjuangkan. Saat ini pemerintah sedang menyelesaikan beberapa tahap akhir bagi lahirnya mobil bernama Kiat Mahesa Nusantara.

Mahesa adalah singkatan dari Moda Angkutan Hemat Pedesaan. Dalam bahasa Jawa Kuno Mahesa berarti kerbau, sejenis ternak yang akrab dengan kehidupan petani desa sejak jaman dahulu. Kementerian Perindustrian sebagai departemen yang menggodok proses kelahiran mobil pedesaan ini sedang menyiapkan tiga varian yakni pick up, kabin ganda, kabun tunggal dan less deck (tanpa deck).

Selain mewujudkan kemandirian penguasaan teknologi bangsa sendiri, Mahesa dilahirkan untuk memenuhi kebutuhan trasportasi multi guna di sektor pertanian, perkebunan dan berbagai kebutuhan bagi masyarakat pedesaan. Bakal dibandrol dengan harga murah diharapkan mobil ini bakal memacu semangat industry mobil nasional yang bertahun-tahun dilanda lesu.

Data yang dihimpun Berdesa menyebut, rancananya mobil buatan Indonesia ini bakal dibandrol dengan harga ramah kantung yakni Rp. 50 juta, Rp. 60 juta dan Rp. 70 juta. Pemilik bengkel Kiat yang mengembangkan proptotipe ini Sukiyat, menyebutkan, besar-kecilnya harga bergantung pada kapasitas angkut hasil pertanian atau perkebunan yang bakal diusungnya. “ Harganya murah karena komponennya hampir semuanya lokal dan bisa didapatkan di bengkel-bengkel lokal,” katanya kepada Liputan6.com, beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Tiga Desa Di GunungKidul Longsor

Saat ini protitipe yang digarap Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Institut Otomotif Indonesia (IOI) ini sudah siap diuji, sebelum benar-benar masuk produksi massal. Nantinya, prototipe yang disebut generasi 2A dan 2B ini, bisa disempurnakan oleh pelaku industri yang ingin melakukan pengembangan.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan menyatakan, keunggulan mobil ini adalah bisa dimodifikasi berdasarkan kebutuhan seperti disulap menjadi penggilingan padi, alat angkut hasil pertanian dan pertambangan. ” Mesinnya bakal berkekuatan 1000 cc, kecepatan tidak lebih dari 55 km/jam, ground clearence tinggi, dan radius putarnya kecil,” jelas Putu.

Pengembangan Mahesa saat ini masih fokus pada pemenuhan kebutuhan khususnya daerah pedesaan. Rencananya, ujar Airlangga, awal pengembangkan mobil ini bakal digunakan untuk wilayah Solo raya (Klaten, Solo, Jogja) lebih dahulu sebelum digeber di tingkar nasional. Saat ini prototype sudah siap diproduksi. “ Produksi ini nantinya juga bukti bahwa anak-anak negeri ini membuktikan diri mampu mendesain dan memahami teknik mesin otomotif,” ujar Airlangga. Apakah seluruh komponennya benar-benar asli buatan Indonesia.

Baca Juga  Kabupaten Kepulauan Mentawai Gandeng Usaha Desa untuk Dongkrak Ekonomi Lokal

Mengenai kandungan komponen, dimungkinkan sebagian masih harus mendatangkan dari luar negeri karena jika masih dalam skala kecil maka pembuatan mesin bakal memunculkan biaya yang besar. Namun ditegaskan bahwa mobil ini 70 persen menggunakan komponen dalam negeri.  “Kita tidak mengatakan tidak ada campur tangan asing, tapi intinya kita berusaha berusaha membangun kemandirian. Yang pasti, pemerintah menyiapkan regulasi kendearaan pedesaan ini agar bisa dikembangkan menjadi industry nasional dan yang jelas harus dibuat di Indonesia,” kata Memperindag.

Dalam kesempatan yang lain, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin, Gati Wibawaningsih menjelaskan, bahan bakar untuk mobil ini masih dalam pendalaman. Diharapkan mobil ini bisa menggunakan gas karena bahan bakar gas dinilai lebih murah, efisien dan ramah lingkungan.  “ Kita sih maunya bahan bakar gas. Supaya tidak perlu converter kit lagi,” ungkap dia.

Mahesa adalah babak baru mobil buatan dalam negeri yang diharapkan bakal menumbuhkan industri mobil nasional. Beberapa tahun lalu pemerintah sudah menggulirkan wacana lahirnya mobil national dengan prototype yang berbeda. Hanya saja wacana itu terhenti dan Mahesa adalah kisah selanjutnya. Hanya saja Mahesa lebih fokus pada segmen pedesaan sehingga tidak perlu bersaing terbuka dengan produk-produk mobil pabrikan yang sudah menguasai pasar saat ini. (adji/berdesa)

1 KOMENTAR

  1. Terus tingkatkan berkreasi demi negeri dan kembangkan industri menuju ekonomi mandiri
    “Sukses Anak Negeri*** Jaya Indonesia”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here