Perbedaan Ekonomi Masyarakat Desa Dan Kota

0
2271
Perbedaan Ekonomi Masyarakat Desa Dan Kota

Desa merupakan penyebutan untuk sebuah permukiman warga yang letaknya bukan di kota atau di wilayah terpencil yang terdiri dari permukiman-pemukiman kecil. Tentunya kehidupan masyarakat desa berbeda dengan masyarakat yang tinggal di perkotaan. Begitu juga yang terjadi dengan perbedaan ekonomi masyarakat desa dan kota. Apa saja perbedaan itu? Berikut ini penjelasannya.

  1. Cenderung Homogen

Perbedaan ekonomi masyarakat desa dan kota terlihat dari kecenderungan masyarakat desa yang  homogen dari pada masyarakat di perkotaan. Salah satu contohnya yaitu mata pencarian, masyarakat desa memiliki mata pencarian yang cenderung sama antara satu dengan lainnya, misalnya seperti bertani dan lainnya.

Berbeda, masyarakat kota cenderung hitrogen dan beraneka macam pekerjaan yang dimiliki. Mulai dari pekerjaan kantoran, wirausahawan dan lain sebagainya.  Karena kebutuhan pekerjaan dan lowongan pekerjaan di kota cenderung lebih banyak di bandingkan di desa.

  1. Pekerjaan Bukan Agraris Bersifat Sambilan

Seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya, bahwa pekerjaan utama para masyarakat yang tinggal di desa adalah agraris. Namun karena musim tanam tergantung pada cuaca dan curah hujan sehingga tidak setiap hari lahan sawah bisa di tanami. Oleh karena itu masyarakat pedesaan memiliki pekerjaan lainnya yang bukan di bidang pertanian.

Baca Juga  Bisnis Modal Sejutaan di Desa dengan Keuntungan Berlipat Ganda

Namun pekerjaan tersebut cenderung memiliki sifat sambilan. Ketika musim tanam sudah kembali maka masyarakat desa akan kembali menjadi petani dengan menanami lahan mereka sesuai dengan musim tanam yang ada.

  1. Tingginya Keinginan Untuk Pergi Merantau

Orang-orang desa memiliki kecenderungan untuk merantau dan hidup di luar wilayahnya sendiri. Hal ini berakibat pada jumlah penduduk yang ada untuk memperbaiki keadaan perekonomian desa. Orang-orang yang sudah merantau dan merasa dirinya berhasil enggan untuk kembali ke kampung halamannya karena merasa tinggal di wilayah kota lebih baik.

Padahal sebenarnya perekonomian desa bisa diangkat jika penduduknya yang merantau kemudian kembali ke kampung halaman dan mengajarkan kepada yang lain apa yang mereka dapatkan di kota. Dengan cara ini penduduk yang masih di desa bisa mengambil pengalaman tersebut dan mengaplikasikan di desa.

  1. Kesadaran Pendidikan Yang Minim

Kehidupan ekonomi masyarakat desa tidak terlepas dari tingkat pendidikan yang mereka dapatkan. Semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan semakin luas pengetahuan yang dimiliki. Sebaliknya jika seseorang memiliki pendidikan yang lebih rendah maka keinginan dan wawasan cenderung kurang.

Baca Juga  Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019 Menurut Permen No. 16 Tahun 2018

Oleh karena itu, pembangunan perekonomian harus dibarengi dengan pembangunan sumber daya manusia yang ada. Meskipun tidak mengenyam pendidikan yang tinggi setidaknya seseorang mampu dan dibekali dengan berbagai keterampilan yang bermanfaat untuk kehidupannya. Keterampilan bisa bisa didapatkan dalam latihan khusus atau pelatihan kilat yang tidak membutuhkan waktu yang lama.

  1. Cenderung Mengikuti Arus

Jika di bandingkan dengan wilayah perkotaan, sangat sedikit wirausahawan di wilayah pedesaan. Kenapa bisa begitu? Hal ini tidak terlepas dari kecenderungan masyarakat pedesaan yang mengikuti arus yang ada. Mereka lebih nyaman dalam mengerjakan pekerjaan yang sudah ada turun menurun sejak lama.

Sebagai contoh anak akan meneruskan pekerjaan dari ayah atau ibunya dan hal ini selalu berulang. Sedikit sekali yang memutuskan untuk keluar dari pekerjaan yang sudah diwariskan dan mengeluti pekerjaan yang disukai.

Itulah sekilas gambaran perbedaan ekonomi masyarakat desa dan kota. Gambaran ini tentunya menjelaskan bahwa sulitnya perekonomian desa di karenakan banyak alasan. Karena kurangnya informasi dan pengalaman yang didapatkan masyarakat desa membuat perekonomian di desa tumbuhnya cenderung lambat.

Baca Juga  4 Program Prioritas Kementerian Desa Beserta Tujuannya

Tidak heran jika banyak masyarakat pedesaan yang kondisi perekonomiannya cenderung tidak seimbang. Selain itu kondisi perekonomian desa akan berpengaruh pada kondisi pedesaan teresbut. Banyak sekali kondisi desa yang sangat tertinggal bisa dilihat bagaimana kondisi perekonomian penduduknya.

Untuk memperbaiki kondisi perbedaan ekonomi masyarakat desa dan kota harus di lakukan secara bertahap dan butuh bimbingan. Mulai dari pembenahan infrastruktur desa oleh pemerintah, menanamkan kepedulian terhadap sesama, menanam pentingnya pendidikan untuk masyarakat dan dukungan munculnya industri kecil dari desa.

Tujuan dari perbaikan kondisi perkonomian desa adalah perkembangan desa antara yang satu dan lainnya tidak ada ketidakseimbangan. Sehingga perkembangan desa rata antara satu dengan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here