Pentingnya Modal Sosial dalam Membangun BUMDesa

1
897

BERDESA.COM – Tentu saja kita masih ingat Koperasi Unit Desa, (KUD) program yang digulirkan pemerintah ke seantero nusantara. Tak butuh waktu lama bagi KUD untuk berakhir dengan rupa-rupa cerita menyedihkan. Pola top down, intervensif dan tanpa modal sosial adalah beberapa penyebab kandasnya KUD ini. Jika tidak berhitung dengan hati-hati, BUMDesa juga bisa berakhir dengan cerita yang sama.

Modal sosial adalah faktor-faktor sosial yang ada dalam kehidupan sehari-hari masyarakat desa yang bakal sangat berpengaruh terhadap daya hidup BUMDesa. Ikatan solidaritas antarwarga, rasa saling percaya antarwarga, budaya yang hidup pada kehidupan warga adalah beberapa hal yang sangat penting diperhatikan. Soalnya, persoalan ekonomi tidak hanya berurusan dengan persoalan permodalan atau komoditas semata.

Salahsatu proses penting dalam pembentukan BUMDesa adalah keterlibatan masyarakat sebagai pemilik kedaulatan desa dan pemangku kepentingan dari lahirnya BUMDesa. Ini bukan proses yang mudah bagi pemerintahan desa yang selama ini menjalankan pola intervensif terhadap program pembangunan desa. BUMDesa tidak bisa diperlakukan sama dengan KUD atau kebijakan lain yang selama ini datang dari atas dan dianggap mampu menjawab persoalan warga desa.

Baca Juga  Udaka, Air Kemasan BUMDesa Berani Bertarung di Pasar Terbuka

BUMDesa harus lahir dari inisiatif yang diinginkan warga desa sesuai dengan kapasitas lokalnya. Bakal beresiko gagal sangat tinggi jika BUMDesa dipaksakan oleh dorongan yang datang dari luar desa dan digerakkan pemerintah secara sepihak. Emansipasi dan keterlibatan aktif wargaminimal melalui struktur yang mewakilinya adalah jalur yang harus ditempuh BUMDesa.

Hal penting lain yang akan mempengaruhi jalannya BUMDesa adalah kesadaran bahwa BUMDesa adalah kekuatan yang bersifat ekonomis dan bervisi menciptakan kesejahteraan warga sehingga memiliki ukuran-ukuran yang pasti dalam langkah-langkahnya. Ini bukan program hibah yang selama ini diguyurkan ke desa-desa dan tak berbekas itu.

BUMDesa harus mampu mengolah potensi secara terukur dan terstruktur. Salahsatunya, mewujudkan dirinya menjadi institusi yang mampu membangun jaringan yang luas dengan berbagai pihak yang mendukung usahanya. Jaringan ini terutama jaringan yang berhubungan dengan orang-orang atau pihak-pihak di luar desa. Ini sepertinya sepele tetapi sesungguhnya bakal sangat berpengaruh terhadap hidup-matinya BUMDesa.

Salahsatu karakter komunitas desa adalah ikatan sosial yang sangat kuat antarwarga misalnya karena kewilayahan dan kepercayaan yang sama. Pada sebagian desa, dipengaruhi beberapa faktor tertentu hal itu membuat warga menjadi sulit membangun jaringan hubungan sosial dengan pihak-pihak di luar wilayah desa mereka. BUMDesa bakal sulit mengembang jika warga tidak mau membuka diri pada jaringan di luar desa mereka. Soalnya, BUMDesa hanya bakal menjadi sebuah gerakan kecil jika hanya mengandalkan gerakan dalam lingkup desa. Lingkungan desa terlalu kecil untuk mengembangkan usaha yang diharapkan membesar itu.

Baca Juga  Sedang Dikaji, Mensinergikan BUMDes dengan Bank Wakaf Mikro

Salahsatu cara melumerkan keengganan warga membangun jaringan dengan luar desa adalah dengan asupan informasi mengenai pentingnya mengembangkan jaringan. Keharian teknologi internet adalah salahsatu pendukung untuk memberikan pendidikan sosial seperti ini. Soalnya, BUMDesa digadang untuk membesar sehingga bisa memberikan input ekonomi yang besar bagi warga desa dan hal itu sulit terwujud jika hanya mengandalkan lingkup desa saja.(aryadji)

Foto:www. geografiupi2010.blogspot.com

Selengkapnya : BUMDesa dan Pentingnya Modal Sosial untuk Membangunnya 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here