Penggunaan Mesin dan Teknologi Bakal Menghilangkan 56 Persen Lapangan Kerja

0
502

Berdesa.com – Perkembangan teknologi memang dimaksudkan untuk mempermudah manusia mendapatkan berbagai kebutuhan. Tapi jangan salah teknologi juga bakal segera menciptakan pengangguran besar-besara karena mesin bakal mengambil alih tugas yang selama ini dilakukan manusia. Organisasi Buruh Internasional (ILO) di bawah PBB memperkirakan, lapanga kerja bakal hilang 56 persen karena hadirnya mesin dan robot menggantikan tugas manusia.

Kemungkinan ini bahkan sudah bukan ancaman melainkan mulai terjadi. Kini, berbagai bidang pekerjaan sudah menggunakan mesin dan robot. Kenapa memilih mesin dan robot dibanding manusia, karena teknologi mesin dianggap jauh lebih efisien dan produktif dibanding tenaga manusia. Maka mau tak mau, Indonesia juga akan menghadapi tantangan ini. Pertama, bangsa ini harus menguasai teknologi sehingga tidak ketinggalan dibanding negeri-negeri maju yang sudah melangkah jauh.

Masalah kedua, secara proses beroperasinya mesin dan robot ini akan menghilangkan banyak lapangan kerja yang selama ini dijalankan manusia. Akibatnya, bakal terjadi ledakan pengangguran. Di Indonesia, pegangguran masih menjadi salahsatu problem nasiona. Apalagi kalau era robotic mulai beraksi di negeri ini?

Baca Juga  Perkembangan Desa Bisa Signifikan Asal Tahu Kuncinya

Pemerintah Indonesia juga sudah melancarkan antisipasi bagi kemungkinan datangnya gelombang industrialisasi baru ini dengan menggalakkan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah. Ketika infrastruktur bakal sangat mendukung mobilitas sosial warga sehingga menciptakan banyak perkembangan.

Salahsatu contoh bagaimana teknologi merubah pola kerja adalah sistem perbankan. Dahulu kala orang harus pergi ke kantor cabang untuk transfer, mengambil uang dan berbagai transaksi yang lain. Ini orang tak peru lagi pergi ke kantor cabang bankuntuk bertransaksi, mereka cukup melakukannya melalui ATM dan bahkan melalui posel alias smartphone saja. Hal ini membuat bank tak perlu lagi terlalu banyak orang melakukan pelayanan karena sudah dijalankan oleh teknologi berbasis digital ini.

Contoh lainnya maraknya toko online di internet. Kini orang tak perlu lagi pergi ke toko atau swalayan untuk mendapatkan berbagai produk yang dibutuhkannya. Mereka cukup memainkan keyboard smarphone-nya untuk dan melakukan transaksi via smartphone. Sebaliknya, para pedagang online juga tak perlu menyewa gedung yang mahal, interior yang mewah dan membayar pegawai untuk tokonya karena cukup hanya dengan mengunggah foto produk saja untuk bisa berjualan. Bayangkan saja betapa banyak lowongan kerja di toko atau swalayan hilang gegara pemanfaatan teknologi digital ini.

Baca Juga  16 Kabupaten Terpilih Menjadi Kabupaten Prioritas Terintegrasi 2018-2019

Pemerintah dan berbagai pihak harus segera menyiapkan langkah antisipasi karena gejala pemanfaatan teknologi sudah tidak mungkin dibendung lagi. Jika tidak dimulai sejak sekarang, maka angka pengangguran bakal melonjak drastic dan menciptakan banyak masalah sosial ketika terjadi krisis ekonomi.(aryadji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here