Pengertian Dan Sistem Crowdfunding Yang Dapat Dijadikan Pedoman Berbisnis

0
705
Pengertian Dan Sistem Crowdfunding Yang Dapat Dijadikan Pedoman Berbisnis

Dalam dunia bisnis, ide inovatif dirasa kurang cukup untuk dijadikan modal. Dengan modal yang kurang maka bisnis pun rasanya akan sangat sulit berkembang, karena modal bisa diartikan sebagai akar pohon yang menopang batang, daun dan ranting. Dengan sistem Crowdfunding ini, pebisnis yang tidak memiliki modal tidak perlu bingung. Sistem Crowdfunding menjembatani seseorang yang tidak memiliki modal tetapi memiliki ide proyek untuk bertemu dengan seseorang yang memiliki modal tetapi tidak memiliki ide suatu proyek.

Apa Itu Crowdfunding

Pasti banyak yang masih asing dengan istilah Crowdfunding, tetapi tentu pernah mendengarnya. Crowdfunding atau urun dana (Penggalangan dana). Adalah proses mengumpulkan sejumlah dana untuk sebuah proyek atau usaha oleh sejumlah besar orang yang biasanya dilakukan secara online.

Dana didapat dari masyarakat umum, karena tidak ada batasan untuk penggalang dana jika memang sudah memenuhi semua persyaratan, hal itu membuat Crowdfunding banyak diminati.

Sitem Crowdfunding

Di Crowdfunding beban kewajiban seperti kewajiban memberikan agunan, pembayaran bunga atau pokok investasi tidak ada. Penggalang dana dapat mengembangkan usahanya dengan efektif. Tetapi untuk itu sebagai pebisnis harus memahami sistem Crowdfunding agar tidak menimbulkan masalah kedepannya. Berikut sistem Crowdfunding yang dapat dijadikan pedoman berbisnis:

  1. Tidak Ada Pembeli, Melainkan Pendukung
Baca Juga  Pengusaha, Inilah Kelebihan Crowdfunding Syariah Solusi Pembiayaan Halal

Jika dalam sebuah bisnis perdagangan, ada yang namanya penjual dan pembeli di sistem Crowdfunding itu berbeda. Orang-orang yang terlibat dalam pendanaan Crowdfunding pada dasarnya merupakan investor. Pendukung suatu ide proyek terpapar dengan jelas dan sama halnya seperti investor pada umumnya kesalahan dalam perhitungan yang mengakibatkan kerugian sampai kegagalan pasti ada.

Jadi lihatlah apakah Crowdfunding tersebut sudah benar. Periksa apakah resmi atau legal, jangan sampai dana yang masuk dipersalah gunakan dan yang semulanya berniat menjadi pendukung mala berakhir buntung.

  1. Tidak Ada Produk, Melainkan Proyek

Crowdfunding memang bergerak secara online tetapi bukan berarti Crowdfunding adalah toko online. Maka dari itu dalam sistem Crowdfunding tidak ada produk yang siap dijual. Crowdfunding hanya menawarkan proyek menciptakan atau meneruskan produk yang belum sempurna.

Sehingga dengan Crowdfunding diharapkan pencipta proyek mendapatkan dukungan dana guna menyelesaikan proyeknya. Pencipta haruslah memiliki ide brilian yang tentu belum pernah ada, karena hal baru yang uniklah mampu menarik penggalang dana untuk menyuntikkan dananya pada proyek.

  1. Tidak Ada Pemilik Bisnis, Melainkan Pencipta
Baca Juga  7 Tips Membuat Crowdfounding Agar Sukses Mendapat Banyak Modal

Sitem Crowdfunding berprinsip mendorong para inovator untuk mampu menciptakan sesuatu yang baru atau memperbaiki sesuatu yang sudah lama menjadi lebih baru. Karena itu tidak ada batasan, siapapun dapat menjadi pencipta proyek dan tentu boleh menagajukan suntikan dana Crowdfunding.

Sama halnya sebuah produk dagangan, yang menarik dan uniklah yang mendapat dukungan, tidak semua ide brilian dapat berhasil menarik simpati untuk investor menggalang dukungan yang besar. Jadi kembali kepada diri, apakah mampu menciptakan ide dan mampu menjabarkannya semenarik mungkin.

  1. Tidak Ada Pembayaran, Melainkan Janji

Tidak jarang para pencipta menyediakan janji berupa produk atau reward lainnya untuk para pendukung, jika proyek berhasil mencapai goal dukungan. Maksutnya goal dukungan di sistem Crowdfunding ini adalah target minimal penjaringan dana. Jika jumlah tidak terpenuhi, penawaran otomatis batal.

Para pendukung proyek tidak membayar sepeserpun uang untuk proyek, sampai proyek tersebut mencapai goal dukungan yang diperlukan. Karena itu tidak ada pembayaran, melainkan mendanai sebuah janji kapan proyek tersebut akan selesai.

  1. Realita
Baca Juga  Berikut Perbedaan Peer-to-peer Lending dan Crowdfunding yang Harus Diketahui

Jika berfikir Crowdfunding hanya sesuatu yang tidak nyata karena berasal dari dunia maya itu salah. Sistem Crowdfunding terbukti sebuah realita. Sudah banyak produk yang berhasil mendapatkan dana dengan sistem ini dan dana yang terkumpul lebih sering melebihi terget yang ditentukan. Maka dari itu Crowdfunding sudah diminati banyak pembisnis

Untuk para pendukung yang belum memiliki pengalaman menggalang dana, sudah ada bantuan sebuah jasa konsultasi untuk mempersiapkan business plan dan financial model, jadi tidak perlu khawatir.

Itulah hal mengenai sistem Crowdfunding yang dapat dijadikan pedoman berbisnis. Crowdfunding membuktikan bahwa bisnis tidak harus dimulai dengan modal sendiri. Dengan modal ide yang brilian dan ketajaman spekulasi membaca pasar, maka bisa mempertimbangkan menjadi pencipta proyek atau pendukung proyek potensial di Crowdfunding.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here