Pengembangan Sistem Irigasi Desa Panggung

0
554

Desa Panggung yang berada di kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut merupakan salah satu desa yang menjadi desa binaan dalam hal pengembangan sistem irigasi. Hal ini terkait dengan rencana pemerintah melalui Kementrian Pertanian yang memiliki optimisme untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan pada tahun 2045. Kementrian menyadari bahwa optimisme itu sendiri harus disertai dengan aksi nyata, yakni dengan menjamin ketersediaan air yang akan memudahkan para petani untuk bisa menanam kapan saja sehingga pada tahap selanjutnya akan meningkatkan hasil pertanian.

Dengan sistem irigasi yang sekarang masih digunakan sebagian besar petani di Indonesia tentu peningkatan hasil pertanian akan sulit dicapai, oleh karena itu Kementrian Pertanian sudah mengembangkan sistem irigasi perpompaan dan perpipaan.

Pada prinsipnya cara kerja sisem irigasi perpompaan dan perpipaan terdiri dari 4 tahap yaitu, diverting yaitu tahap mengambil air dari sumbernya, tahap kedua yaitu conveying yaitu tahap dimana air disalurkan dari sumber air ke lahan-lahan pertanian, tahap ketiga adalah distributing yaitu tahapan dimana air-air yang sudah masuk ke lahan pertanian aka di didistribusikan ke tanaman dan tahap terakhir adalah regulating dan measuring, yakni tahapan dimana proses pendistribusian air di ukur dan diatur alirannya.

Baca Juga  Mengenal Pajak Atas Dana Desa

Pada dasarnya sistem irigasi ini memanfaatkan segala potensi sumber air sebagai suplai bagi irigasi untuk berbagai komoditas baik itu pertanian, hortikultura, peternakan, dan perkebunan, dengan tujuan agat dapat meningkatkan produktifitas dan pendapatan petani itu sendiri sehingga tercipta petani yang sejahtera dan mandiri.

Keunggulan sistem irigasi perpompaan dan perpipaan ini adalah lahan pertanian yang lokasinya sangat jauh dari irigasi waduk ataupun bendungan, tetap bisa memaksimalkan produksinya dengan memanfaatkan sumber air yang ada dengan sistem irigasi perpompaan dan perpipaan ini.

Desa Panggung sendiri sebelumya adalah desa yang memiliki kesulitan dalam masalah air, baik itu air untuk minum, penyiraman Hijauan Makanan Ternak (HMT), ataupun sanitasi bagi ternak sehinga produksi ternak di desa itu cenderung stagnan. Dengan adanya bantuan dari Kementrian Pertanian berupa dana untuk pengembangan sistem irigasi pompa, maka kebutuhan akan air bisa dipenuhi.

Bantuan dari pemerintah yang berupa uang tunai akan masuk dalam pengelolaan kelompok tani setempat, dimana nantinya kelompok tani setempat akam melakukan pembelian berbagai peralatan pendukung seperti pompa, bahan baku untuk membangun rumah pompa dan bak tampungan air, juga jaringan irigasi pipa.

Baca Juga  Program Satu Dinas Satu Desa Miskin Sebagai Upaya Menekan Kemiskinan

Sistem irigasi perpompaan ini menggunakan pompa air untuk mendistribusikan air melalui saluran tertutup dan terbuka yang akan dibantu oleh jarinan pendistribusian untuk membawa dan membagi air ke lahan-lahan yang akan diairi. Pada prinsipnya sistem irigasi ini memanfaatkan air limpasan permukaan agar bisa dimanfaatkan kembali untuk berbagai aktifitas masyarakat.

Kunci utama dari sistem irigasi ini adalah sumber air baik itu yang ada dipemukaan atau dibawah permukaan, setelah itu adalah pemanfaatan teknologi yang tepat guna sehingga potensi air yang ada dapat dioptimalkan untuk kegiatan masyarakat desa. Salah satu keunggulan lain dari sistem irigasi pemompaan dan perpipaan adalah ketahanannya saat musim kemarau karena dapat memanfaatkan potensi air yang berada dibawah permukaan.

Sehingga pada pelaksanaannya di Desa Panggung itu sendiri, penggunaan sistem irigasi pemompaan dan perpipaan akan membuat ternak-ternak yang dipelihara warga tetap terjamin air minum dan sanitasi kandangnya. Selain itu pula Hijauan Makanan Ternak akan tetap terjamin kualitas dan ketersediaannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here