Pembangunan Desa Belum Merata, Ketimpangan Masih Tinggi

0
6102
Pembangunan Belum Merata, Ketimpangan Masih Tinggi

BERDESA.COM – Hingga saat ini, pembangunan desa di Indonesia masih punya satu tantangan besar: pemerataan. Bukan rahasia lagi, pembangunan selama dua dekade ini lebih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Akibatnya, perkembangan pesat memusat di pulau ini yang menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 58 persen. Tingginya angka ini dikarenakan pulau ini memiliki dukungan paling lengkap untuk mengembangkan perekonomian dibanding pulau lain di seluruh Indonesia.

Hal ini diungkapkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro kepada sejumlah awak media baru-baru ini. Akibat dari pola pembangunan itu, sebagian besar wilayah Indonesia terutama di Indonesia bagian timur, mengalami perkembangan yang lamban.

Padahal ada banyak potensi yang tersimpan di dalam area –area luar jawa terutama kekayaan sumber alam. Tetapi sayangnya belum tergarap dengan baik.

Bambang menyatakan, sebaiknya aspek pemerataan menjadi target pembangunan. “ Aspek pemerataan harus sudah menjadi mainstream pembangunan.” Pembangunan jangan hanya selalu melihat dari efek pembangunan,” kata Bambang.

Pembangunan yang merata juga harus  pula dirancang sejak awal sehingga sehingga pembangunan tak lagi hanya terpusat di kota. Bahkan meski kota atau pulau Jawa menghasilkan PDB tinggi. Akibatnya, terjadilah ketimpangan yang tinggi antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Baca Juga  Kenapa Embung Menjadi Prioritas Dana Desa, Ini Jawabannya

Ketimpangan juga terjadi antara desa dengan kota. Selama ini daerah perkotaan mendapatkan lebih banyak porsi membangun dibanding desa sehingga perkembangan di wilayah pedesaan sangat kecil.

Kebijakan yang bisa dilakukan kota inilah salah satu yang memicu anak-anak muda desa lebih tertarik hidup dan bekerja di kota dibanding di desanya.

Hanya saja sekarang ini kondisi desa sudah cukup baik dan tertolong karena adanya Program Dana Desa di seluruh Indonesia.

Dana desa mengusung banyak perubahan bagi desa karena memberikan wewenang sepenuhnya pada desa mengembangkan kesejahteraan ekonomi dengan berbasis pada potensi dan aset yang dimilikinya.

Ketimpangan lainnya adalah terjadinya penguasaan sumber daya alam di daerah yang belum mampu mengelolanya dan justru dikuasai oleh kekuatan modal dari daerah lain. Alhasil, daerah penghasil sumber daya alam yang seharusnya mendapatkan porsi besar malah hanya menjadi penonton.

Lebih parah lagi, daerah-daerah yang tertinggal akibat kesenjangan ini ditinggakan anak-anak mudanya yang memilih pergi ke kota untk mencari penghidupan ekonomi yang lebih baik.

Baca Juga  Ubah Cara Pemasaran Tradisional Anda ke Pemasaran Online

Dengan menjadikan pemerataan sebagai prioritas dalam program pembangunan maka akan banyak wilayah-wilayah yang salama ini tertinggal bisa mengeksporsi potesi yang dimilikinya untuk memajukan ekonomi lokal.(adji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here