Peluang Usaha Desa Ternak Ayam Kampung, Untuk Penuhi Komoditas di Perkotaan

0
931

Dikutip dari beberapa sumber yang mengatakan bahwa tahun 2015 hingga 2016 kebutuhan daging ayam kampung terus mengalami peningkatan. Sedangkan peternak ayam kampung hanya sanggup memenuhi kebutuhan pasar sebesar 25% – 30% saja. Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa ternak ayam kampung merupakan sebuah peluang usaha desa yang lumayan menjanjikan.

Keuntungan yang didapat dari bisnis ternak ayam ini juga terbilang cerah. Rata-rata harga jual ayam potong adalah sebesar Rp 30.000,- per kilonya, bahkan ada momen-momen tertentu, seperti lebaran, natal atau tahun baru harganya bisa mencapai Rp 40.000,-. Dengan biaya produksi yang hanya sekitar Rp 10.000,- sampai Rp 15.000,- saja per kilonya, maka keuntungan yang Anda dapat akan sangat besar. Keuntungan inilah yang akhirnya membuat banyak orang tertarik untuk mendalami bisnis ayam potong, sebab masa produksinya juga terbilang cukup singkat.

Ada 3 metode yang bisa Anda coba ketika ingin beternak ayam kampung agar menghasilkan ayam dengan kualitas yang bagus, yaitu:

1. Metode Umbaran

Metode ini menjadi metode yang sangat popular dikalangan masyarakat pedesaan. Karena, metode ini tidak membutuhkan perawatan khusus. Metode umbaran ini adalah metode dengan cara tradisional. Yaitu, membiarkan ayam mencari makanannya sendiri. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menyediakan kandang untuk tempat ayam berteduh saat hujan atau tidur saat malam hari.

Baca Juga  Usaha Pemotongan Ayam

Ternak ayam kampung dengan metode umbaran ini umumnya dilakukan dengan skala yang masih kecil. Jika Anda memiliki lahan yang luas, maka Anda bisa menggunakan sistem ini. Jadi ayam-ayam peliharaan Anda tidak akan mengganggu tetangga sebelah.

2. Metode Semi Intensif

Metode ini dilakukan dengan cara membuat kandang yang luas agar ayam tidak mudah lepas kemana-mana. Contohnya, membuat pagar dari jaring ikan, atau dengan pagar tertentu pada hamparan lahan yang ada. Metode ini membuat Anda lebih mudah melakukan kontrol. Baik itu dari segi makanannya, kesehatan ataupun pertumbuhan ayam kampung itu sendiri.

3. Metode Intensif

Metode intensif adalah ayam kampung diletakkan dalam kandang sepanjang hari, tidak dilepas kemana-mana. Karena dibiarkan didalam kandang sepanjang hari, beternak ayam kampung dengan metode ini membutuhkan modal, terutama untuk pembuatan kandang ayam dan biaya pakan. Metode intensif memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan dan biaya yang cukup agar proses ternak dapat memberikan keuntungan.

Selain metode beternak ayam, ada juga 6 tips jitu untuk Anda memulai bisnis ini:

Baca Juga  Merumuskan Strategi Pengembangan Desa Wisata

1. Memilih jenis ayam

Mau bisnis ayam kampung ataupun ayam potong, yang terpenting adalah komitmen dalam perawatannya. Selain itu, pertumbuhan jenis ayam juga berbeda. Namun, untuk bisa dijadikan sebagai peluang usaha desa yang paling menjanjikan, ayam potong dianggap sebagai pilihan paling tepat. Karena ayam ini cepat berkembang, bibitnya murah dan juga banyak peminatnya.

2. Mencari supplier yang berkualitas

DOC atau Daily Old Chicken adalah bibit ayam yang berumur antara 10-14 hari setelah menetas. Untuk menentukan keberhasilan usaha ternak ayam Anda, harus memperhatikan ciri-ciri DOC sebelum membeli. Pastikan DOC memiliki mata cerah, bulu kering, warna bulu cerah, aktif dan tidak memiliki sisa kotoran di anus, dan sudah divaksin.

3. Kandang yang memadai

Selain membeli bibit yang baik, Anda juga harus memperhatikan kualitas kandang. Luas kandang, sanitasi, intesitas cahaya, ventilasi udara, sampai ketinggian tempat minumnya. Hal inilah yang menentukan kualitas hidup si ayam. Jika kandang ayam kurang dari standar, ayam-ayam Anda akan kurus karena mengalami stress.

Baca Juga  Kiat Sukses Berbisnis Ternak Sapi

4. Kualitas pakan

Pastikan Anda membeli pakan yang berkualitas. BR atau konsentrat biasanya digunakan sebagai pakan ayam potong. Selain itu, bekatul dan biji-bjian juga bagus. Untuk tempat minum, letakkan setidaknya setinggi dada ayam dan cucilah setiap hari agar tetap higienis.

5. Vaksin dan vitamin

Penting sekali memberikan vaksin dan vitamin pada ayam agar tidak mudah terserang penyakit. Karena kebanyakan penyakit ayam ini menular, jika satu ayam terkena penyakit akan menulari seluruh ayam dalam kandang.

6. Mencari partner/mitra kerja

Beberapa perusahaan yang menawarkan kemitraan akan menyediakan bibit, vitamin, obat-obatan, pakan dan pengawas. Sehingga peternak cukup menyediakan lahan untuk kandang dan tenaga perawatan saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here