Peluang Usaha Desa: Buka Toko Bangunan, Berapa Modalnya?

0
300
Pembangunan Belum Merata, Ketimpangan Masih Tinggi

Membuka bisnis tidak sepenuhnya sulit, pun tidak sepenuhnya mudah. Banyak hal yang perlu menjadi pertimbangan sebelum akhirnya memutuskan untuk membuka suatu bisnis. Jangankan bisnis bermodal besar macam bisnis usaha kuliner atau bangunan, dalam membuka bisnis bermodal kecil pun butuh banyak pertimbangan. Bukan hanya soal apakah bisnis tersebut cocok untuk dibuka di daerah tertentu, namun juga soal modal.

Banyak yang kemudian mengurungkan niatnya untuk membuka suatu bisnis atau usaha karena terkendala modal yang besar. Sebenarnya, kita bisa mensiasati pengeluaran yang besar di awal lho. Mudahnya, kita bisa memaksimalkan modal yang ada. Jadi kebutuhan menyesuaikan budget, bukan budget yang menyesuaikan kebutuhan. Namun, memang akan berbeda hasilnya jika kita memiliki modal awal yang besar. Tentu coffee shop dengan modal Rp.20.000.000 akan berbeda bukan dengan yang bermodal Rp. 50.000.000?

Berbicara soal bisnis, ada satu bisnis yang dari dulu sampai sekarang tetap exist dan bisa bertahan karena memang banyak dibutuhkan, yakni bisnis toko bangunan. Tidak hanya di daerah perkotaan, bisnis toko bangunan ini juga dibutuhkan di daerah pedesaan mengingat secara berkala, orang tentu ingin merenovasi rumahnya bukan? Tidak hanya merenovasi, namun juga dalam rentang waktu tertentu, bangunan tempat kita bernaung ini juga lambat laun semakin “rapuh” dan butuh perbaikan di sana sini. Nah, toko bangunan sebagai penyedia segala yang dibutuhkan untuk perbaikan dan renovasi tentu akan sangat dicari bukan?

Baca Juga  Bulog Target Bentuk 100 Ribu Toko Ritel Khusus Pangan

Hal ini menjadi alasan mengapa banyak orang memilih untuk membuka bisnis ini di desa. Bukan tanpa sebab, semakin banyaknya lahan di pedesaan yang dijadikan perumahan, membuat pebisnis percaya diri untuk membuka toko bangunan di desa. Tidak hanya itu, bisnis toko bangunan ini tidak mengenal musim a.k.a bisnis dengan prospek bagus ke depannya. Mengapa? Hal ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat akan rumah. Kini kebutuhan akan rumah setiap tahunnya bertambah terus, nah hal ini membuat bisnis material atau toko bangunan ini menjadi selalu dibutuhkan dan dicari.

Kita bisa memanfaatkan fakta di atas untuk membuka bisnis toko bangunan. Bila Anda tertarik untuk membuka bisnis ini di desa tempat Anda tinggal saat ini, mari kita coba bahas dari sisi permodalan terlebih dahulu ya. Berbicara soal modal, membuka toko bangunan memang membutuhkan modal yang tidak sedikit. Namun jangan khawatir, keuntungan yang didapatkan terbilang cukup tinggi sehingga kita bisa dengan cepat mendapatkan return on investment atau balik modal. Di bawah ini merupakan gambaran modal awal dalam membuka bisnis bangunan:

Baca Juga  Berapa Sih Modal Awal Bisnis Counter?

Modal Awal

Kebutuhan Estimasi Biaya (dalam Rupiah)
Mobil Pick up Rp. 80.000.000
Bahan Bangunan (pasir, semen, batu bata, besi, cat, paku, dll) Rp. 120.000.000
Sewa tempat Rp. 16.000.000/tahun
TOTAL BIAYA Rp. 216.000.000

 

Estimasi pengeluaran di atas baru merupakan gambaran, pada kenyataannya dapat disesuaikan dengan yang ada di lapangan. Memang modal yang dikeluarkan tidak dapat dibilang sedikit, namun bisnis ini memiliki beberapa keuntungan seperti:

  1. Kebutuhan akan barang dagangan Anda akan selalu ada dan tidak mengenal musim.
  2. Barang dagangan Anda tidak mengalami penyusutan, tidak seperti bisnis lainnya seperti bisnis kuliner, bisnis toko bangunan tidak mengenal kata “basi”. Bahan material seperti pasir, batu, atau material lain tidak mengenal kata kadaluarsa. Hal itu dapat menjadi salah satu keuntungan Anda.
  3. Keuntungan yang besar. Harga jual material yang ada di toko bangunan memiliki margin yang cukup tinggi. Hal ini menjadi penguat alasan mengapa orang tetap “nekat” membuka usaha bermodal besar ini.
  4. Pesaing yang terbatas. Jika mungkin dalam membuka bisnis kuliner kita akan menemukan banyak pesaing, bisnis toko bangunan memiliki lebih sedikit pesaing, apalagi jika kita membuka usaha ini di desa.
  5. Mencari “sponsor” atau “partnership”. Hal ini bisa kita lakukan untuk meminimalisir modal.
Baca Juga  Pelatihan Pengembangan Bisnis Model Bioslurry Oleh PT Usaha Desa

Itu tadi beberapa informasi seputar salah satu peluang usaha desa yakni membuka toko bangunan. Jangan takut untuk menginvestasikan uang Anda ke dalam bisnis ini karena usaha toko bangunan ini menjadi satu dari sekian banyak bisnis yang paling prospektif. Semoga artikel ini dapat membantu ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here