Peluang Usaha Budidaya Kroto Di Desa

0
842

Kroto adalah anak semut rangrang yang berwarna putih, kroto ini dapat dikatakan merupakan makan pokok untuk beberapa jenis hewan peliharaan seperti burung kicau maupun untuk jenis binatang lain pemakan serangga. Sejak dari dulu kroto sudah banyak dicari oleh orang-orang, baik untuk dijual maupun untuk dikonsumsi oleh hewan peliharaan mereka.

Seiring perkembangan zaman dan semakin banyaknya orang yang memelihara burung kicau, permintaan akan kroto pun semakin meningkat. Saking banyaknya permintaan kroto, kini orang-orang penjual kroto tak bisa lagi mendapatkan kroto hanya dengan mengandalkan mencari di pohon-pohon. Terlebih biasanya semut membuat sarangnya di pohon yang tinggi dan sulit untuk dijangkau oleh manusia.

Selain itu kini keberadaan kroto di alam liar juga sudah semakin langka karena sering diburu dan diambil oleh manusia. Karena semakin tingginya permintaan dan langkanya stok kroto di alam liar, orang-orang mulai berpikir untuk mencari solusinya, yaitu dengan beternak kroto di rumah. Oleh sebab itu beternak kroto merupakan salah satu peluang usaha desa yang juga dapat Anda coba dan jalankan di rumah.

Setiap usaha apabila dijalani dengan tekun, ulet, dan semangat bukan tidak mungkin akan membuahkan kesuksesan dan mendatangkan keuntungan yang sesuai dengan harapan. Seperti halnya usaha membudidayakan kroto ini, Anda harus mendalami dengan tekun, disiplin dan sabar serta memperbayak membaca dan mencari tahu tentang ilmu budidaya kroto supaya usaha budidaya kroto yang Anda rintis dapat sukses dan membuahkan keuntungan yang besar.

Baca Juga  Tips Sederhana Berbisnis Tanaman Hias di Desa

Apalagi kini konsumennya tak hanya dari para pecinta dan pemelihara burung saja, akan tetapi banyak juga permintaan dari komunitas pemancing yang menggunakan kroto sebagai bahan untuk umpan ikannya. Bila dilihat dari beberapa alasan tadi usaha budidaya kroto merupakan usaha yang cukup menjanjikan. Selain itu Anda tidak memerlukan modal yang besar dan tempat yang luas, Anda cukup memanfaatkan area rumah yang kosong.

Nah, bagi Anda yang ingin mencoba peluang usaha budidaya kroto di rumahan, berikut ini merupakan cara membudidayakan kroto untuk pemula yang telah dilansir dari hobinatang.com:

Dalam budidaya kroto rumahan ini Anda cukup mengeluarkan modal sekitar Rp 400.000 untuk usaha selama kurang lebih 10 tahun. Apalagi harga kroto hari ini per kilonya sekitar Rp.150.000-Rp. 250.000.

1. Persiapkan Tempat Untuk Budidaya Semut Rangrang

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan tempat untuk sarang semut rangrangnya. Sarang inilah yang nanti digunakan sebagai tempat berkembang biak semut rangrang. Anda dapat menggunakan media toples, paralon atau besek bambu.

  1. Sediakan toples, buatkan lubang berdiameter 1cm di sisi dan atas toples. Lubang ini berfungsi sebagai pintu keluar masuk semut rangrang untuk mengambil makanan yang terletak di luar toples. Jika Anda baru memasukan semut rangrang ke dalam toples, maka tutuplah toples tersebut selama kurang lebih 3 jam, hal ini bertujuan agar semut dapat beradaptasi terlebih dahulu.
  2. Sediakan paralon dengan ukuran diameter 12cm dan panjangnya 50cm. Susun paralon tersebut pada rak yang terbuat dari bambu atau besi. Usahakan terdapat 2 rak tingkat dan letakkan wadah berisi air di setiap kaki raknya. Ini bertujuan agar semut tidak kabur. Letakkan rak tersebut di tempat yang tenang, jauh dari suara-suara berisik karena semut butuh ketenangan untuk berkembang biar.
  3. Sediakan besek bambu dan beri lubang kecil sebagai tempat keluar masuknya semut. Tata besek bambu tersebut di rak, sama halnya seperti meletakkan paralon tadi.
Baca Juga  Menguntungkan! Beternak Kelinci Pedaging, Peluang Usaha Desa Yang Patut Dicoba

2. Buat Rak Untuk Budidaya Kroto

Biasanya rak ini terbuat dari kayu atau besi. Untuk tingginya kira-kira 1,5 meter, panjangnya 2 meter dan untuk luasnya setengah meter. Anda dapat mengatur tingkatan pada rak, setiap tingkatnya mempunyai tinggi sekitar 30-40cm. Untuk tinggi kaki raknya sekitar 30cm dan jangan lupa untuk meletakkan wadah berisi air pada kaki rak.

3. Pilih Bibit Kroto Berkualitas

Cari dan pilih bibit semut rangrang merah yang berkualitas. Anda dapat mencari di alam liar, namun perlu diingat perhatikan cara mengambilnya jangan sampai merusak sarang semut rangrang. Karena ini dapat membahayakan koloni semut rangrang merah tersebut, sebaiknya Anda memotong rantingnya supaya aman. Ambil sarang hanya yang didalamnya terdapat krotonya saja, mengambil bibit di alam liar memang membutuhkan usaha lebih dan kerja keras.

Apabila Anda mendapatkan bibitan rangrang dari alam liar disarankan untuk memberikan pakan berupa bangkai serangga yang telah diolesi manisan setelah dipindahkan ke wadah supaya semut rangrang cepat beradaptasi. Jika Anda tak ingin repot-repot, Anda bisa mencari bibitnya di toko burung yang menjual bibit kroto semut rangrang merah. Umumnya semut rangrang merah dapat menghasilkan 1kg kroto dalam waktu 10 hari.

Baca Juga  Kiat Sukses Berbisnis Ternak Sapi

4. Tebar Bibit Rangrang

Letakkan semut rangrang di botol plastik dan lubangi botol tersebut supaya semut mudah keluar. Kemudian letakkan botol ke dalam kandang yang sudah Anda siapkan sebelumnya, biarkan semut keluar dan bersarang di wadah.

5. Pemberian Pakan Semut Rangrang

Di alam liar biasanya semut rangrang memakan jangkrik, belalang atau serangga kecil lainnya. Apabila dipelihara dirumahan Anda dapat memberikan makanan tambahan manisan karena semut rangrang menyukai makanan-makanan yang manis. Tebarkan pakan semut di sekitar wadah, Anda bisa juga minum berupa gula dicampur air.

6. Cara Panen Kroto Rumahan

Kroto bisa dipanen setelah 15-20 hari. Namun sebaiknya pada 6 bulan pertama dari awal pengembanganbiakan jangan dipanen terlebih dulu. Ini bertujuan supaya semut rangrang menjadi bertambah banyak dan panen dapat stabil menjadi 2 kali dalam sebulan.

Saat panen Anda siapakan 2 wadah baskom, taburi tepung agar semuat tak bisa naik saat dituang ke baskom. Pakai sarung tangan saat ambil sarangnya dan letakkan di wadah, semut akan tersaring dengan sendirinya. Setelah itu kembalikan sarang pada kandangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here