Peluang Jadi Raksasa Jika BUMDesa Mau Bekerjasama

0
474

BERDESA.COM – Salahsatu cara membangun usaha yang besar adalah dengan cara merger atau penggabungan diri beberapa perusahaan menjadi perusahaan induk. BUMDesa sesungguhnya memiliki peluang menjadi raksasa dengan pola seperti ini. Tetapi beberapa hambatan membuat langkah ini tak mudah ditempuh.

Tak sulit melihat hasil yang telah dicapai perusahaan seperti ini. Lihatlah jaringan minimarket berakhiran “mart” yang bertenggeran di pinggir jalan-jalan utama kota hingga kota kecamatan itu. Bagaimana bisa minimarket berpenampilan semewah itu berkembangdbahkan di ruas jalan yang tidak terlalu ramai. Apakah bisa setiap minimarket itu membayar seluruh biaya operasional jika berdiri di tempat yang sepi?

Faktanya, ada banyak yang tidak terlihat dari model bisnis seperti ini. Jaringan toko seperti itu menjadi bisnis yang kuat karena satu sama lain saling topang-menopang. Tidak masalah ada satu atau dua diantara toko mereka tidak cukup mendapatkan income karena puluhan yang lain bisa menutup kebutuhan income itu dengan omset jualan mereka yang tinggi. Selesai.

Pola usaha seperti ini sebenarnya sangat mungkin bisa dibangun desa-desa dengan BUMDesa-nya. Logikanya sederhana, jaringan toko modern itu hidup karena selalu ada yang berbelanja di sana? Jadi, kalau warga setiap desa bersepakat berbelanja di tokonya sendiri, bukankah toko bakal hidup dan berkembang?

Baca Juga  Berapa Pantasnya Gaji Pengurus BUMDesa? Begini Cara Menetapkannya

Dengan cara berjaringan begitu banyak manfaat yang bisa didapatkan si toko. Pertama, bisa melakukan tawar-menawar harga produk pada distributor karena daya serap pasar yang tinggi. Kedua, antartoko bisa berkonsolidasi untuk saling tukar produk bila ada produk yang tidak terjual di satu toko ke toko lainnya. Ketiga, bisa saling support antar-manajemen jika ada satu atau dua manajemen toko mengalami kesulitan mengembangkan manajemennya. Keuntungan lain, tak perlu membayar satu manajer untuk setiap toko melainkan cukup menggaji satu orang untuk menjadi manajer menangani deretan toko. Jadi, tak perlu membuang uang terlalu besar membayar gaji. Bukankah jauh lebih efisien.

Di atas kertas ini adalah peluang bisnis yang sangat rpospektif tetapi di lapangan ada beberapa hambatan yang membuat langkah ini jadi tidak mudah dilakukan. Hambatan utama adalah sulitnya membangun kerjasama antar-BUMDesa. Kenapa sulit? Karena setiap desa memiliki keinginan untuk menunjukkan dirinya lebih unggul dibanding desa lain.

Kedua, sulit bagi setiap desa menerima kenyataan ketika ternyata mereka tidak lebih hebat dibanding desa lain dan hanya melakukan hal yang sama dengan desa lain. Ini hambatan yang sesungguhnya sangat tidak produktif bahkan menimbulkan kerugian sosial yang besar bagi desa-desa itu. Apa pasal?

Baca Juga  Begini Seharusnya Hubungan Kepala Desa dengan BUMDesa

Membuat keputusan bisnis “asal beda” dengan desa lain sesungguhnya sangat bijak. Soalnya, pola pikiran seperti ini lalu akan mendorong BUMDesa membangun usaha ‘asal beda’ tanpa berpikir kelayakan usaha alias hanya asal beda saja.

Kedua, terjadi kerugian karena ‘keuntungan’ yang seharusnya bisa dipetik malah dilewatkan begitu saja. Soalnya, keuntungan yang seharunya didapatkan toko misalnya, menjadi hilang hanya karena tidak mau sama dengan desa lain. Padahal sesungguhnya masyarakat sangat terbantu kehadiran toko itu. Lagipula, jika laba usahanya besar, bakal kembali ke masayarakat juga. Dan pastinya bisa menekan resiko investasi karena menjadi jenis usaha berjaringan yang memungkinkan bisa saling support satu sama lain.

Satu lagi kehebatan yang bisa terjadi dengan cara bekerjasama, jika beberapa desa mau bergabung membangun jaringan toko misalnya, bukankah modal yang terkumpul menjadi besar. Jadi, bukan hanya toko yang bisa dibangun tetapi supermarket bahkan mall desa. Bukankah sangat hebat ada mall yang berdiri karena beberapa desa bergabung membangun usaha. Jadi, menunggu apa lagi?(aryadji/berdesa)

Baca Juga  BUMDesa Membangun Swalayan Desa, Itu Gampang

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here