Para Pemuda Blora Ini Menyulap Bukit Cengklik jadi Obyek Wisata

Para Pemuda Blora Ini Menyulap Bukit Cengklik jadi Obyek Wisata

Berdesa.com – Ide para pemuda Desa Bicak, Todanan, Blora, Jawa Tengah, ini patut diacungi jempol. Daripada gerudugan piknik keluar desa yang membuat dompet mereka jadi kosong, mereka lalu menciptakan obyek wisata sendiri. Hasilnya, tiap bulan puluhan juta diraup dari obyek ini. Sebagian masuk ke kas desa, membangun fasilitas wisata dan sebagian lagi uang lelah mereka.

Dimulai dari sekitar sepuluh anak muda yang selama ini sering berombongan pergi piknik. Daripada kantungnya kering karena berpiknik ke tempat lain mereka lalu menyadari di desa mereka terdapat bukit Cengklik, yang bisa dipoles menjadi tempat anak-anak muda berkongkow ria. Mereka lalu sepakat membersihkan jalan menuju puncak bukit dan bahu-membahu membangun rumah pohon pertama mereka.

Dengan cerdik ‘anak-anak jaman now’ ini lalu memotret rumah pohon yang mereka buat dari berbagai sudut dan mengunggahnya ke media sosial yang mereka punya. Hasilnya, bak jamur di musim hujan, dalam waktu singkat munculnya wisata Bukit Cengklik segera membahana ke seluruh penjuru Blora. Anak-anak muda yang kecanduan selfi langsung menjadi pelancong pertama. Jeprat-jepret, foto-foto Bukit Cengklik terus membahana.

Bersama popularitas yang menguat, anak-anak muda tak henti bekerja. Mereka melebarkan jalan setapak, membersihkan sampah dan menciptakan spot-spot baru untuk memanjakan para penikmat wisata swafoto yang sekarang ini menjadi tren dimana-mana. Anak-anak Desa Bicak ini sangat paham bahwa saat ini semua orang gandrung berfoto ria karenanya mereka menciptakan berbagai shelter yang ciamik menjadi obyek foto. Dalam beberapa minggu saja tercipta tempat duduk, gardu pandang dan beberapa rumah pohon.

Dalam beberapa bulan Bukit Cengklik yang dahulu tak dianggap menarik, kini menjadi tempat wisata kondang di Blora. Keramaian yang meningkat juga segera menciptakan efek ekonomi bagi warga. Dari pengelolaan parkir saja anak-anak muda ini menghasilkan Rp. 1 – 1,4 juta sehari. Itu dalam kondisi keramaian yang biasa. Diakhir pekan mereka bisa meraup Rp. 2,5 juta.

Kini anak-anak muda pengelola Bukit Cengklik sedang sibuk menata para pedagang makanan dan minuman yang mendirikan warung makan di lokasi wisata. Mereka tak ingin warung-warung itu merusak pemandangan alam yang menjadi kekuatan Bukit Cengklik nan indah ini.

Akhirnya, para pemuda ini tak perlu lagi ke luar kota hanya untuk menikmati pemandangan alam yang memesona karena mereka bahkan telah memiliki tempat seperti itu di desa mereka. Bukan itu saja, mereka bahkan mendapatkan income dari pekerjaan mengelola tempat itu. Belum lagi puluhan warga lain yang ketiban rejeki dari parkir, warung makan dan sebagainya.(aryadji/berdesa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*