Panggungharjo Gelar Rembug Desa Nasional, Undang 4000 Desa

Panggungharjo Gelar Rembug Desa Nasional, Undang 4000 Desa

Berdesa.com – Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, kembali menggebrak. Kali ini menggelar ‘Rembug Desa Nasional, Refleksi 3 Tahun UU Desa’. Tak tanggung-tanggung, Desa Terbaik se-Indonesia ini mengundang 4000 (baca : empat ribu) desa ke Panggungharjo untuk membicarakan berbagai diskusi pengembangan potensi desa.

Perhelatan akbar ini digelar 26-27 November 2017 di Kampung Mataraman, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Kampung Mataraman adalah sebuah hamparan tanah di Desa Panggungharjo yang terbengkalai selama puluhan tahun. Oleh Panggung Lestari, nama BUMDes Panggungharjo, hamparan tanah dengan pohon-pohonan rindang itu disulap menjadi rumah makan tradisional dengan aneka menu desa yang otentik. MEnyedot 27 tenaga kerja asli warga desa ini,  Kampung Mataraman juga memiliki rest area, area parkir dan tempat serbaguna untuk menggelar beragam even. Uniknya, seluruh bangunan di tempat ini menggunakan arsitektur khas desa Yogyakarta mulai bentuk bangunan, interior dan suasananya.

Ketua Panitia Rembug Desa Nasional Rudi Suyanto kepada wartawan menyatakan, Kampung Mataraman dipilih sebagai ajang penyelenggaraan acara ini karena tempat ini dikelola BUMDes Panggung Lestari. “Dan karena memiliki nuansa pedesaan yang kental,” katanya. Sedangkan tema besar acara adalah aktualisasi UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa yang telah berlaku selama tiga tahun.

Dalam dua hari beragam acara digelar mulai dari seminar, diskusi dan talkshow, membahas berbagai isu pembangunan desa dari beragam perspektif. Rembug Desa juga mengundang beberapa tokoh nasional sebagai pembicara seperti Reinald Khasali, siapa tak kenal dengan pakar ekonomi yang satu ini. Pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, pengusaha dan penggagas Rumah Perubahan ini adalah salahsatu tokoh ekonomi yang pemikirannya banyak dijadikan referensi ilmiah berbagai kalangan.

Ada pula Konsultan Kementerian PDTT Aviliani bakal mengupas tuntas pembangunan ekonomi lokal pedesaan. Dari sisi Percepatan Kepariwisataan hadir Fitria Ariani, yang mendorong masyarakat desa untuk kembali kepada jati dirinya. Ada pakar sosiologi pedesaan, serta ada juga dari Bandung Kreatif Forum yang memaparkan tentang sektor industri kreatif desa yang saat ini terus menjadi sorotan karena mampu menjadikan Bandung sebagai salahsatu kota paling kreatif di dunia.

Ada empat tema yang bakal dibedah dalam rebug nasional ini yakni mengenai Dampak UU Desa terhadap pembangunan lokal, Inovasi Desa, Kelestarian lingkungan dan Kawasan Berkelanjutan, serta Tumbuh Berkembangnya BUMDes. Keempat tema besar itu bakal dibedah dengan berbagai perspektif sesuai kondisi berbagai desa yang hadir di sana.

Rembug Desa adalah momen bertemunya ribuan desa yang bakal yang mengusung beragam potensi, beragam tantangan dan beragam perspektif dalam membangun desa. Pada akhir acara mereka bakal menelurkan berbagai resolusi untuk memajukan kesejahteraan desanya.

Dijadwalkan, Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo bakal hadir pada Senin (27/11). Juga Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Semuanya datang untuk merumuskan keyakinan bersama mengenai cara desa membangun kedaulatan dan kesejahteraannya sebagaimana diamanatkan UU Desa.(aryadji/berdesa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*