Padat Karya Kementerian PUPR Serap 263 Ribu Tenaga Kerja

0
113

Berdesa.com –  Sejak Progam Padat Karya dimulai di desa-desa, catatan Kementerian Desa mengungkap, program segera menyerap jutaan tenaga kerja. Program Padat karya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saja menyerp 263 ribu tenaga kerja. Kementeria PUPR menganggarkan Rp. 11,2 triliun untuk padat karya 2018 ini.

Program dari Kementerian PUPR meliputi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI), operasi dan pemeliharaan (OP) irigasi, pengembangan innfrastruktur sosial dan ekonomi wilayah (PISEW), program penyediaan air minum berbasis masyarakkat (Pamsimas). Masih ada lagi Sanitasi Berbasis Masyarakat (SBM), pembangunan rumah swadaya maupun rusun dan rumah tapak untu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pemelihaan rutin jalan.

Menteri PUPR Basuki Hadimulyo menyatakan, program ini dilaksnakan untuk mendukung pengetasan kemiskinan dan mengurangi pengangguran sebagaimana sedang digenjot oleh Pemerintah Jokowi melalui Program Padat Karya mulai awal 2018 ini. Targetnya, Kementerian PUPR bakal menyerap 263.646 tenaga kerja pada seluruh proyek yang sedang berjalan. Dari angka itu berarti Kementerian PUPR telah menciptakan sebanyak 20,5 juta hari orang kerja (HOK) dengan upah yang diberikan secara harian mencapai Rp. 2,4 triliun dari total alokasi.

Baca Juga  Keberhasilan Dana Desa di Akui Dunia

Kementerian Desa sendiri menganggarkan 30 persen dari dana desa yang totanya Rp. 60 triliun. Dana untuk program padat karya sudah mulai cair sejak Januari minggu kedua diberbagai daerah. Ditargetkan, dari program nasional ini bakal menyerap tenaga kerja sebesar 5,7 juta orang secara nasional. Angka yang bukan main-main dalam penciptaan lapangan kerja.

Uniknya, program padat karya, sesuai permintan Presiden Joko Widodo, dijalankan dengan mode upah harian. Hal ini dilakukan agar masyarakat segera mendapatkan uang tunai untuk melakukan pembelanjaan memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka. Berkat pola Padat Karya Cash ini desa mendapatkan nafas baru masuknya uang melalui program padat karya ke kantung-kantung pendapatan warga desa.

Setelah berjalan beberapa sebulan terbukti kondisi ekonomi warga tempat proyek padat karya digelar, mulai mendapatkan pengaruh positif. Mereka mulai bisa memenuhi kebutuhan harian dengan lebih baik. Ini terlihat dari perkembanga daya beli masyarakat desa yang terus meningkat. Menjelang akhir tahun lalu daya beli masyarakat dinilai mengalami perlambatan termasuk di wilayah pedesaan. Program padat karya lalu dilahirkan dengan menargetkan mampu menyerap 200 orang di setiap desa untuk mengerjakan berbagai program yang harus dilakukan secara swakelola. (aryadji/berdesa).

Baca Juga  Mengenal Pajak Atas Dana Desa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here