Padang Balua, Contoh Desa Mandiri Pangan

0
1031
Padang Balua Contoh Desa Mandiri Pangan

Desa Padang Balua berlokasi di Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, yang berada di daerah segitiga perbatasan antara wilayah Propinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Padang Balua sendiri termasuk dalam wilayah Sulawesi Selatan. Desa ini juga mungkin merupakan salah satu desa di nusantara dengan jumlah penduduk amat kecil, hanya 313 Kepala Keluarga atau 1.250 jiwa yang terdiri dari 623 laki-laki dan 627 perempuan. Dibandingkan luas wilayahnya yang mencapai 295 hektar lebih, jumlah penduduk 313 KK sungguh teramat sedikit. Namun apakah lokasi yang terpencil menjadi kendala bagi kemajuan desa Padang Balua?

Memang hanya ada tiga dusun di desa Padang Balua, yaitu Dusun Eno Timur, Eno Barat dan Kampung Baru, namun desa dengan ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut ini, punya kiprah yang mencengangkan. Kondisi wilayah yang sulit terjangkau justru menjadi motivasi kuat bagi seluruh warga  untuk membangun dan memajukan desa mereka. Desa Padang Balua memiiki usaha ekonomi produktif, antara lain: Kelompok Mitra Tani Usaha Hasil Pertanian Organik, Koperasi Kopi dan Kelompok Simpan Pinjam Perempuan.
“Mukobu”

Baca Juga  Desa Pemuteran, dari Miskin Hingga Juara Indonesia Sustainable Tourism Award 2017

Melalui tradisi musyawarah pertanian yang disebut “Mukobu”, Padang Balua berhasil mengelola hasil pertanian mereka dengan sangat baik sehingga mencapai surplus suplai pangan sejumlah 930 ton lebih per tahun. Betapa bergelimangnya pangan di Padang Balua, desa nan terpencil itu. Mereka memiliki lumbung padi rumah tangga sebanyak 300 unit sehingga tidak pernah mengalami rawan pangan dalam musim paceklik sekalipun. Di antara 330 KK berarti hanya 30 keluarga yang belum memiliki lumbung padi rumah tangga.

Kerukunan antar warga juga terjalin dengan baik di desa yang sebagian beragama Islam dan sebagian Kristiani itu. Dengan dilandasi semangat gotong royong yang kuat, Padang Balua menetapkan setiap hari senin sebagai hari gotong royong yang semakin menguatkan toleransi dan solidaritas antar warga. Mukobu juga merupakan wujud kerukunan sekaligus ruang demokrasi khas desa yang difokuskan pada bidang pertanian. Mukobu diadakan setiap musim panen dan berhasil menjadi ajang musyawarah yang menmbuat Padang Balua bisa mencapai kondisi bergelimang pangan.

Selain pertanian, peternakan juga menjadi andalan desa Padang Balua. Mereka memiliki ranch yang ditempati kerbau sebanyak 805 ekor, sapi 365 ekor, kuda 175 ekor dan babi sebanyak 118 ekor. Peternakan ini diatur oleh Peraturan Desa (Perdes) no 6 tahun 2008. Peran lembaga adat untuk menjaga keamanan dan kerukunan warga juga berjalan dengan baik di Padang Balua.

Baca Juga  Camping di Pantai Pok Tunggal, Siapa Takut?

Lebih uniknya lagi, ternyata emansipasi pun sangat tinggi di Padang Balua. Ini bisa dilihat dari fakta desa Padang Balua dipimpin oleh Kepada Desa perempuan, Ibu Grace. Kepemimpinan seharusnya memang tidak membedakan jenis kelamin. Lelaki atau perempuan bisa sama baiknya, bahkan perempuan bisa saja lebih hebat dalam memimpin.

Mari jadikan semua desa di Indonesia bergelimang pangan seperti Padang Balua.

Baca juga : Hebatnya UMKM Jika Memanfaatkan Internet

BUMDesa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here