Pabrik Tapioka, Cara BUMDesa Gumelar Menggenjot Produk Desa

Pabrik Tapioka, Cara BUMDesa Gumelar Menggenjot Produk Desa

BERDESA-COM-Tak mudah untuk bisa sampai ke desa ini. Selain jaraknya yang jauh dari Kota Banyumas, rute yang harus ditempuh bukan sembarang jalan. Jalurnya naik turun perbukitan dan sebagian berlubang. Tapi jangan salah, desa di bagian barat Banyumas ini sedang membangun raksasa BUMDes. Mereka membangun pabrik tapioka sekaligus E-commerce alias toko online produk-produk UKM. Kini mereka sedang berproses menuju penyelesaian.

Namanya Desa Gumelar, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas. Tanahnya yang berbukit-bukit tidak memungkinkan warga di kampung ini untuk bertani. Salahsatu yang ditanam warga daerah ini adalah ketela. Karena ketela, akhirnya mereka memilih membuat tepung tapioka sebagai mata pencaharian. Sebagian lagi memilih pergi ke luar negeri menjadi TKW dan TKI.  Kenapa pabrik tepung tapioka dan E commerce?

Guno Purtopo adalah pemuda desa yang didapuk menjadi direktur BUMDes desa ini. Kepada Berdesa.com mentan anggota DPRD Banyumas ini menyatakan, pabrik itu didirikan untuk memperbesar pendapatan masyarakat desa.” Karena selama ini mayoritas warga desa kami membuat tepung tapioka sebagai produk desa, tapi sampai hari ini masih dalam bentuk kristal. Nah, pabrik ini akan memproses finishing tepung-tepung mereka lalu menciptakan packaging yang bagus untuk kami pasarkan lebih luas,” katanya.

Selama ini tepung-tepung kristal buatan warga dipasarkan di wilayah Tasikmalaya dan beberapa daerah di sekitar Banyumas. “ Kami ingin menambah luas jaringan pemasaran produk desa kami sekaligus membuat standarisasi produk yang bersaing di pasar,” kata Guno.  Saat ini pabrik masih dalam pembangunan. “ Sekitar sebulan lagi selesai. Tapi kami sudah siapkan mesin-mesinnya,” kata dia. Hebatnya, mesin pabrik pengolahan tepung itu made in desa setempat alias buatan sendiri.” Beberapa pemuda desa kami yang membuatnya,” kata kata Guno.

Selain pabrikan tepung BUMDes desa ini juga membangun website untuk jual beli produk-produk UKM dan produk desa dari desa-desa di sekitar Gumelar. “ Kami menghimpun produk-produk UKM desa-desa terdekat untuk kami jual. Saat ini kami masih dalam penyelesaian website. Kami akan luncurkan berbarengan dengan launching pabrik nanti,” kata Rukun, pemuda Gumelar yang menggawangi program e commerce. Lagi-lagi, website itupun asli buatan pemuda desa sendiri.

Salahsatu petugas desa mengatakan, pembiayaan pembuatan pabrik itu sepenuhnya ditanggung oleh BUMDes. Desa ini mendapatkan kucuran dana BUMDes sebesar Rp. 420 juta. Sebagian besar diperuntukkan sebagai investasi pendirian pabrik. Uniknya, tidak menutup kemungkinan ke depan para TKI dari desa ini juga bakal menyetor modal untuk memperkuat BUMDes mereka sehingga kesejahteraan warga desa makin mencorong.

Selama ini Gumelar dikenal sebagai wilayah yang paling besar menyetorkan tenaga kerjanya ke luar negeri sebagai TKI. Langkah itu dipilih warga karena tidak terlalu banyak potensi lokal yang bisa digerakkan sebagai mata pencaharian. Tetapi beberapa tahun terakhir, para TKI dan TKW dari desa ini mulai berkonsolidasi untuk membangun usaha untuk memperkuat produk desa mereka sehingga kelak mereka tidak perlu berangkat lagi ke luar negeri untuk mencari penghidupan. (aryadji-1)

Photo : www.pemetaanttg.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*