OJK Gelar Kompetisi Inklusi Keuangan Pedesaan 2018

0
1082
OJK Gelar Kompetisi Inklusi Keuangan Pedesaan 2018

BERDESA.COM – Meski transaksi Perbankan telah memasuki e-Banking yang tinggal klik, tapi ternyata sebagian besar warga negeri ini masih belum memiliki akses terhadap produk keuangan termasuk bank.

Data Global Findex 2014 menyebut, baru 36 persen orang Indonesia yang memiliki akses keuangan salah satunya bank, maka sebagian besar warga negeri ini belum memiliki akses Perbankan terutama di wilayah pedesaan. Makanya, bangsa ini harus menggenjot inklusi keuangan seluruh warganya. Apa itu inklusi keuangan?

Inklusi keuangan adalah jumlah populasi yang menggunakan produk dan atau layanan jasa keuangan formal. Padahal tahukah Anda, peningkatan akses masyarakat terhadap layanan jasa keuangan memiliki pengaruh yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi dan penurunan ketimpangan pendapatan.

Semakin besar populasi yang telah menggunakan produk atau layanan jasa keuangan, maka akan menjadi salahsatu daya dorong meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pedesaan adalah wilayah yang angka inklusi keuangannya rendah. Artinya, baru sedikit warga desa yang sadar pentingnya memiliki akses terhadap produk-produk keuangan untuk mendukung sektor ekonomi mereka.

Baca Juga  Indonesia-Malaysia Sepakat Kembangkan Desa-desa Wilayah Perbatasan

Tak hanya angkanya yang masih rendah, pemahaman warga pedesaan terhadap produk keuangan juga masih sangat terbatas. Misalnya, sebagian besar warga hanya paham bank adalah tempat mendapatkan pinjaman uang. Warga bahkan masih belum bisa memilah pembedaan kebutuhan konsumtif dan produktif misalnya.

Kurangnya sosialisasi program keuangan dan mobilitas ekonomi yang masih terbatas pada kemampuan manajemen dalam bidang usaha warga desa hanya memahami sebagian kecil produk keuangan. Sebagian warga bahkan masih menganggap berurusan dengan leembaga keuangan dan program keuangan adalah sebuah langkah yang sangat beresiko.

Padahal desa sesungguhnya memiliki potensi ekonomi yang sangat besar sekarang ini karena desa adalah benteng ekonomi nasional. Sebagaimana visi Membagun Indonesia dari Pinggiran yang menjadi salahsatu agenda pembangunan pemerintah Republik Indonesia saat ini.

Untuk menggenjot peningkatan Inklusi Keuangan terutama di wilayah pedesaan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Kompetisi Inklusi Keuangan dengan tema ‘Koinku 2018:

Model Inklusi Keuangan Perdesaan’. Tak tanggung-tanggung, juara pertama kompetisi ini bakal membawa pulang uang Rp. 30 juta. Apa saja syarat untuk bisa mengikuti kompetisi ini?

Baca Juga  Kesalahan Administrasi Dana Desa Tak Akan Dipidana

Peserta bisa diikuti siapa saja dalam bentuk kelompok beranggotakan 2-3 orang dan minimal berusia 17 tahun. Kelompok ini lalu harus mengirimkan model inklusi keuangan dalam bentuk proposal berformat PDF maksimal 20 halaman dan tayangan PPT maksimal 10 slide. Proposal dari kelompok peserta harus dikirimkan pada panitia sebelum 31 Agustus 2018.

Kompetisi ini digelar untuk mendorong agar ada inovasi ide pada model inklusi keuangan yang bermanfaat bagi tumbuh kembangnya sektor jasa keuangn serta memberikan manfaat bagi peningkatan taraf hidup konsumen dan atau masyarakat pedesaan.

Dari kompetisi ini diharapkan bakal muncul rekomendasi gagasan inovatif dan solutif dalam rangka meningkatkn akses keuangan bagi warga masyarakat pedesaan. Jadi, apalagi yang ditunggu?(aryadji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here