Obyek Wisata Jatisari, Kisah Bandung Bondowoso dari Desa

Obyek Wisata Jatisari, Kisah Bandung Bondowoso dari Desa

BERDESA.COM – Bak kisah bandung Bondowoso membangun seribu candi dalam semalam, para pemuda Seropan, Muntuk, Dlingo, Bantul, menyulap perbukitan penuh semak belukar menjadi obyek wisata alam nan cantik bernama Jatisari Ecopark. Hebatnya, mereka melakukannya murni dengan tangan-tangan mereka sendiri.

Berkat tangan-tangan ajaib dan semangat warga desa yang membara ingin memajukan kampungnya, dalam beberapa bulan, area perbukitan berbatu itu berubah menjadi obyek wisata dengan pemandangan yang bakal memincut hati siapa saja.

Salahsatu tokoh pemuda Sumarno kepada Berdesa.com menyatakan, ide memoles perbukitan itu muncul sejak Desa Muntuk mulai menjadi salahsatu tujuan wisata di Yogyakarta. “Dusun-dusun lain mulai mengidentifikasi potensi wisatanya. Maka kami juga melakukan hal yang sama. Sejak awal kami lakukan dengan tenaga kami sendiri,” jelasnya.

Awalnya, para pemuda menggelar pertemuan dengan tetua kampung dan mengungkapkan ide mereka mengenai rencana memoles lereng-lereng bukit di sebelah selatan kampungnya itu. Para pemuda yakin tempat itu bisa disulap menjadi obyek wisata menarik karena memiliki pemandangan alam yang luar biasa. Apalagi jika fajar menyingsing dan matahari mulai terbenam, tempat ini bakal segera mengingatkan Anda pada beberapa obyek wisata di Bali.

Para tetua lalu mendukung rencana ini dan 14 pemilik tanah menyatakan diri tanahnya direlakan untuk digarap menjadi obyek wisata. Persetujuan itu segera disambar para pemuda. Mereka lalu membuat kesepakatan untuk membersihkan tempat itu secara rutin. Maka dimulaikah proyek Bandung Bondowoso itu.

Berhari-hari para pemuda menyingsingkan lengan, menata bebatuan yang ukurannya tidak bisa dibilang kecil. Mereka bergotong-royong membabat semak, menata bebatuan menjadi jalur-jalur setapak yang bakal menjadi jalan para wisatawan. Jejalanan itu dipasangi pagar pada seluruh tepiannya dengan batang-batang pohon yang dibiarkan terlihat alami sehingga menguatkan kesan alami akan tempat ini.

Jatisari memang disiapkan sebagai sebuah obyek wisata yang mengedepankan situasi alami sesungguhnya. Memakan waktu empat bulan, beberapa kali dalam seminggu para pemuda berhasil membuat sebuah area wisata dengan pemandangan menakjubkan. Beberapa spot dijadikan magnit untuk mengundang orang seperti goa alami, camping ground dan tempat duduk dari bebatuan mirip dalam film Flinstone. “Kami melakukannya dengan biaya dari iuran kami sendiri,” jelasnya. Pertengahan 2017 lalu tempat ini mulai dibuka untuk umum dan segera mendapatkan para pengunjungnya.

Jatisari Ecopark bisa dicapai dengan dari arah Imogiri maupun Patuk, Gunungkidul. Tempat eksotik ini berada di antara Mangunan ke arah Desa Dlingo. Untuk sampai ke obyeknya butuh menempuh sekitar 400 meter dari jalan utama. Jalur jalan sudah dibuat dibuat dengan baik sehingga kendaraan bisa nyaman sampai ke lokasi.

Kini Jatisari menjadi salahsatu dari sekian banyak obyek wisata yang membuat Desa Muntuk menjadi jauh lebih memesona. Muntuk yang selama ini dikenal dengan obyek wisata Hutan Pinusnya kini memiliki Jatisari yang menyajikan pemandangan alam memesona.

Jatisari adalah  pesona alam permai yang tidak hanya indah dinikmati saja tetapi juga memiliki sejarah yang luar biasa. Ternyata, ata bisa tercipta hanya dengan semangat yang hebat dari para pemuda. (aryadji/berdesa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*