Modal Terbatas Tapi Pengen Punya Usaha? Jadi Petani Modern Aja!

0
273

Mendengar kata “petani”, pasti Anda mengira akan bekerja di sawah menanam padi dengan cangkul, kerbau, penuh lumpur dan berpanas terik. Begitu? Jangan salah, petani padi memang, bekerja di sawah. Namun kini ada pekerjaan baru yakni petani modern. Apa sih petani modern ini? Apa petani dengan gadget? Atau bagaimana? Nah kita akan membahas seputar petani modern kali ini. Banyak yang beralih menjadi petani modern atau memiliki sampingan sebagai petani modern lho.

Sedikit berbeda dengan petani konvensional atau petani pada umumnya, petani modern ini hanya membutuhkan tanah atau lahan yang tidak terlalu luas. Jadi untuk menjadi petani modern ini kita tidak memerlukan lahan berhektar-hektar dengan traktor atau sapi, kita tetap bisa memulai bisnis ini dengan modal terbatas. Menarik bukan?

Yang ditanam pun tidak melulu harus padi, kita bisa juga menanam sayur-sayuran organik. Banyak orang yang kini lebih suka mengkonsumsi sayur-sayuran organik dan makanan olahan dari sayuran organik karena dinilai lebih sehat. Gaya hidup sehat orang-orang ini bisa kita manfaatkan sebagai peluang usaha baru yakni dengan menjadi petani modern yang menanam sayur-sayuran organik ya.

Baca Juga  Banyak Pengusaha Jepara Sukses Karena Promosi Online

Selain menanam, kita bisa juga membuka usaha kuliner dengan bahan dasar sayuran organik yang kita panen. Hal ini akan menaikkan nilai jual lho. Jika memang di desa masyarakatnya masih kurang aware dengan kesehatan dan makanan sehat seperti sayuran organik, kita bisa menjualnya di kota atau menjadi supplier sayuran organik di supermarket.

Untuk menjadi petani organik atau petani modern di desa kita perlu lahan setidaknya 15-40 meter. Tidak perlu berhektar-hektar karena dengan lahan yang terbatas ini kita tetap bisa lho menghasilkan. Kita tetap memerlukan lahan basah, meskipun teknik menanam tanpa lahan macam hidroponik sudah ada, tetap ada tanaman yang lebih baik jika ditanam pada lahan basah. Selain itu kita juga memrlukan beberapa bahan di bawah ini:

Kebutuhan Estimasi Biaya
Bibit Tanaman Rp. 50.000/pack
Pupuk Rp. 50.000
Polybag Rp. 30.000
Cangkul mini Rp. 40.000
Sekop Rp. 60.000
Penyiram manual Rp. 50.000
Penyiram otomatis Rp. 150.000
Total Rp. 430.000

 

Biaya di atas baru merupakan estimasi biaya, untuk prakteknya di lapangan dapat berbeda bergantung kebutuhan Anda. Biaya di atas dapat dipangkas jika Anda sudah memiliki peralatan pertanian sebelumnya seperti cangkul, sekop dan penyiram. Penyiram otomatis kita perlukan untuk tanaman-tanaman yang memang membutuhkan pengairan yang cukup.

Baca Juga  Peluang Usaha Desa: Bisnis Sembako Modal 8 Jutaan

Menjadi petani modern kita wajib tahu dan memiliki banyak informasi mengenai pengelolaan pertanian modern. Apalagi bagi Anda yang tertarik untuk menanam tanaman organik, memang kita perlu berhati-hati dalam pengelolaannya karena terbilang cukup riskan. Namun jangan khawatir karena kini tersedia banyak sumber informasi yang menyediakan info tentang hal tersebut. Menjadi petani modern pemula kita juga wajib tahu tentang bibit tanaman.

Kita wajib memperkirakan tanaman apa yang sekiranya “ramai” di pasaran dan tanaman apa yang kurang diminati. Perawatan dan penanganan hama juga wajib kita ketahui, bagaimana pencegahan dan penanganan sayuran apabila terkena hama, dan informasi penting lainnya. Kurangnya informasi akan hal ini bisa menyebabkan gagal panen lho, oleh karenanya selalu belajar itu perlu.

Namun hal tersebut tidak perlu menjadi alasan untuk mengurungkan niat menjadi petani organik, karena dengan modal yang sedikit, lahan yang sempit, kita bisa memperoleh keuntungan dari penjualan sayuran yang kita tanam. Keuntungan bisa berlipat ganda jika sayuran organik yang kita panen dikelola atau dimasak menjadi makanan siap saji. Kini tidak hanya di daerah perkotaan, namun masyarakat pedesaan juga bisa lho menjual makanan sehat kekinian yang kini banyak di gandrungi.

Baca Juga  Mental dan Karakter Yang Perlu Dimiliki Seseorang Yang Ingin Mulai Berwirausaha

Berbekalkan packaging yang lucu dan menarik, kita bisa menawarkan menu makanan sehat untuk kemudian di daftarkan pada aplikasi penyedia jasa antar makanan seperti GrabFood, Go-Food dan lain-lainnya supaya produk kita lebih “terkenal”. Jangan salah, keuntungan menjual makanan sehat cukup lumayan lho.

Nah itu tadi beberapa informasi mengenai bagaimana menjadi petani modern beserta pengelolaan hasil panen yang mungkin dapat menjadi inspirasi. Semoga artikel ini dapat membantu ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here