Mobil Pedesaan ‘Made In’ Indonesia Mulai Mengaspal Awal 2019

0
364

BERDESA.COM – Setelah sempat menghilang cukup lama, proyek mobil pedesaan ‘made in Indonesia’ kembali muncul. Rencananya, muai 2019 mendatang Kementerian Perindustrian bakal meluncurkan mobil pedesaan yang dilahirkan beberapa perusahaan. Salahsatunya PT Kiat Inovasi Indonesia Motor dengan nama Mahesa.

Ketiga jenis mobil ini ditargetkan bakal menjadi mobil yang akan bisa membantu warga pedesaan menjalankan produktivitas ekonominya terutama masalah pengangkutan. Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperindag Harjanto mengungkapkan,  “ Mobil ini bakal membantu warga mayarakat pedesaan terutama memudahkan  pengangkutan logistik,” kata Harjanto.

Mobil ini nanti bakal menggendong mesin 500 cc dengan satu silinder dan berbahan bakar solar. Meski hanya berkekuatan 500 cc tapi mobil ini diyakini  ini bakal mampu berfungsi seperti dump truck. Bukan hanya dalam urusan mengangkut, sebagaimana dump truck, mobil butan Indonesia dengan komonen yang hampir semuanya buatan dalam negeri ini juga bisa dicopot dan diganti.  Misi besar yang diusung mobil ini adalah digadang bakal mendorong warga desa agar memanfaatkan alat mekanisasi, membangu dan memudahkan waarga desa pada sektor perkebunan.

Baca Juga  Kenapa Bisnis Berbasis Online Terus Meraksasa, Ini Jawabannya

Khusus untuk mobil yang diproduksi Kiat Motor, Kementerian Perindustrian menginisiasi pembuatan mobil desa ini dengan tota investasi Rp. 300 miliar.  Dana ini rencananya akan digunakan untuk melahirkan sekitar 3000-6000 unit mobil yang akan disebarkan pada masa awal produksi.

Dua investor lokal bakal menggarap proyek ini yakni PT Kiat Inovasi Indonesia dan PT Velasto Indonesia (Astra Grup). Direktur Utama PT Kiat Inovasi Indonesia Sukiyat menyatakan tahun 2018 ini pembuatan prototype dan tes uji keselamatan dilakukan. “ Lalu produksi massal akan dilakukan mulai awal 2019,” katanya.

Rencananya, kata Sukiyat, selain mengusung barang-barang logistic, mobil ini juga bisa digunakan untuk mengangkut penumpang.  Uniknya, pada saat panen, mobil-mobil ini juga bia menggendong berbagai peralatan paska panen.” Mobil ini akan menggendong beberapa esin pertanian paska panen. Kami akan menyiapkan satu model koneksi yang bisa digunakan untuk memasang berbagai mesin seperti mesin giling padi, sedot air, bikin pelet. Multi fungsi,” kata Sukiyat. Bagaimana dengan harganya?

Meski belum ditetapkan secara resmi namun Sukiyat menyatakan, harga mobil ini bakal sekitar Rp. 60 juta. “ Diusahakan harganya tidak lebih dari Rp. 60 juta. Disesuaikan dengan volume kendaraannya,” kata Sukiyat.(adji/berdesa)

Baca Juga  Satgas Dana Desa Terbentuk, Ketuanya Mantan Petinggi KPK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here